Dalam perbincangan di acara Talkshow Tamu kita pada Hari Senin (26/10/2026) narsum Nina Fitriana, SIP., MIP. (Anggota DPRD Kota Bandung) dengan tema :”Kebijakan Pengelolaan Sampah dalam Perspektif Legislator Perempuan” menjelaskan duduk soal masalah pengelolaan sampah di Kota Bandung.

“Kota Bandung ini menghasilkan sekitar 1500 ton sampah perhari .Diterima TPA Sarimukti adalah sekitar 250 sampai 300 ton perhari kebayang sisanya mau dikemanain? Itu yang menjadikan pemerintah kota Bandung mencoba berbagai kebijakan, ada KBS (Kawasan Bebas Sampah) ini menjadi program” ungkapnya
“Sementara yang saya lihat dari beberapa pernyataan walikota ini merupakan salah satu indikator yang digunakan walikota untuk show kepada masyarakat bahwa “O Saya sudah berhasil mengatasi sampah “. Tapi sebenarnya kalau menurut saya persoalan sampah, tidak bisa dilhat dari soal administratif” ujarnya.

“Soal KBS berhasil segini dari 1596 RW berhasil 400 sudah lumayan kan.Iya sih naik. Tapi bukan itu karena yang terpenting kita fokus pada pengurangan sampah.Berapa sampah yang bisa kita kelola sehingga tidak tidak menjadi musibah” lanjutnya.
Catatan penting dari talkshow yang dipandu Abi Iwan jelas menggaris bawahi pengelolaan sampah di Kota Bandung yang jelas membutuhkan kesadaran pengelolaan sampah sebagai budaya semua pihak, pun memerlukan sistem terintegrasi yang melibatkan keterlibatan aktif masyarakat dan ketegasan pemerintah dalam memfasilitasi pengeloaan sampah.
“Negara harus hadir, harus semakin banyak masyarakat, tapi sebenarnya ini juga bukan salah masalah yang harus ditanggung perempuan sebagai komandan dapur. Kita harus berkolaborasi Sampah yang ada dirumah harus selesai di rumah.Sampah yang ada di kawasan industri akan selesai disitu. Diusahakan sedekat mungkin dari sumber penghasil sampah. Jadi untuk memperbanyaknya negara mesti hadir termasuk ke kurikulum sekolah sehingga anak anak (dapat ikut serta) dalam pilah sampah.
Selain itu kita (karena narsum pernah menjadi ketua RW) lakukan sosialisasi ketika sudah dipilah sampah, ketika dipilah oleh warga diambil oleh petugas sampah eh disatukan lagi .Itu perlunya fasilitas yang perlu di sediakan pemerintah dan diolah sesuai karakternya (sampah) masing masing ” paparnya.

Pemerintah untuk soal ini sudah membuat dan menjalankan dengan program GASLAH.
GASLAH adalah singkatan dari (Gerakan Sampah Kelar di Wilayah / Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah) adalah program resmi Pemerintah Kota Bandung yang diluncurkan pada 26 Januari 2026 untuk menyelesaikan masalah sampah langsung dari sumbernya di tingkat RW yang dikerjakan 1596 petugas GASLAH yang dibiayai APBD.
Program sudah bagus menurut narsum termasuk maggotisasi tinggal di evaluasi dengan anggaran sebesar itu apakah sesuai dengan hasilnya.














