Berkiprah atau berkarya sudah biasa dilakukan banyak pihak, laki laki dan perempuan, tetapi kiprah yang dilakukan atas dorongan cinta itu yang menjadi pembeda Yayasan Humairah yang merayakan satu tahun pengabdian.
Terbukti yayasan ini mengambil tema “SATU TAHUN PERJALANAN PENUH CINTA HUMAIRAH” Hj.Mirawaty SS., MSi. selaku ketua panitia mengatakan dalam sambutan setelah mengungkapan rasa syukur kehadiran Alalh SWT sehingga kegiatan ini dapat terwujud.

“Tujuan seminar ini adalah acara puncak dari beberapa rangkaian satu tahun perjalanan penuh cinta Humairah, yang merupakan hari jadi pertama Yayasan Humairah berbagi. Kegiatan ini diikuti 150 perempuan dari berbagai kalangan perempuan dan usia bahkan ada yang dari luar kota Bandung” tuturnya.
Menurut Ketua Panitia acara puncak ini dapat terwujud atas biaya sendiri dan didukung pula oleh pihak sponsor.
Sementara itu Ketua Yayasan Humairah Ibu Ike Englar Maharani dalam sambutannya mengungkapkan bahwa yayasan ini dibentuk berawal dari perbincangan antar sahabat.

“Yayasan Humairah Muslimah Berbagi memulai perjalanan pada tanggal 3 Oktober 2025 berawal dari perbincangan sederhana diantara kami sahabat, dari persahabatan lahirlah kepedulian, dari langkah kecil tumbuhlah harapan untuk memberi manfaat bagi yang lebih luas. Awalnya dengan segala keterbatasan, namun kami percaya untuk yang tulus akan selalu diberi jalan oleh Alah SWT. Bantuan Al Qur’an, sajadah, pakaian layak pakai kencleng dan dukungan para donatur menjadi bagian awal perjalanan kami” ungkapnya.

“Alhamdulillah Humairah hadir dengan santunan bagi anak yatim dhuafa Kesehatan, keagamaan dan sosial budaya.Semua ini buah kebersamaan, do’a dan kepercayaan serta dukungan dari banyak pihak. Ucapan terimakasih yang setinggi tingginya untuk seluruh pembina, pengawas, pengurus, anggota, relawan, mitra dan juga donatur Humairah.
Terima kasih atas waktu, tenaga, pikiran. rizki dan juga kepercayaan yang telah dititipkan kepada kami. Kami menyadari masih ada kekurangan mohon maaf dengan tulus, semoga segenap masukan menjadi evaluasi bagi kami dan tantangan menjadi pembelajaran
Bukan tentang banyak kebaikan tetapi seberapa tulus kita memberi dan seberapa besar manfaat yang dirasakan manfaatnya oleh sesama” lanjutnya.

“Memasuki perjalanan berikutnya saya berharap Humairah makin amanah, kuat, tertata dan luas manfatnya. Mari jaga persaudaraan dan perkuat kebersamaan luruskan niatkan niat dalam setiap langkah. Jadikan Humairah rumah kepedulian tempat tumbuhnya persaudaraan dan jembatan kebaikan”. Pungkasnya.

Sambutan berikutnya secara daring dari dokter Siska Gerfianti, Sp., DLP. M.KES Kepala DP3AKB Jabar mengungkapkan ucapan selamat untuk satu tahun yayasan Humairah Indonesia.dan menyinggung tema seminar.

“Tema ini sangat relate dengan kehidupan modern perempuan hari ini, dimana disela kehidupan sebagai ibu tentu kita tetap memperhatikan keshetan mental kita agar tidak burnout. Dengan tema ini kami mengharapkan kita semua dapat menyimak dan mengambil dan mengaplikasikakan sebagai ibu dalam keluarga” ujarnya.
Selaku Dewan Pembina Ustadz Tatan Ahmad Santana menyampaikan apresiasi dam memberi pesan penting sehubungan dengan makna Humairah yang adalah panggilan kesayangan Nabi SAW untuk Siti Aisyah.

Pada awalnya Ustad Tatan sempat bertanya tanya mengapa yang dipilih namanya Humairah karena diantara sekian perempuan yang dekat dengan Nabi SAW dengan berbagi tipologi, Siti Khadijah Al Kubolah yang dikenal dengan kegiatan sosial atau filantopinya.
“Berjalannya waktu saya paham kenapa Humairah yang dipilh karena Siti Aisyah adalah cendekiawan perempuan yang dimilki oleh ummat Islam dan simpulan saya sepetinya Humairah punya komtmen berbagi itu basisnya ilmu. Karena kalau bebragi tanpa basis ilmu punya , jika anda punya 3800 triliuan maka anda yang anda akan bangun bukan sekolah tetapi berbagi makan.
Mohon maaf saya ingin lahir dari rahim ibu ibu lahir anak anak yang punya kesadaran sekaligus filantropi sosial yang bagus.
Berbagi itu bagian dari kewajiban, tetapi berbagi berbasis ilmu pengetahuan jauh harus lebih dikedepankan” paparnya.
Menutup sambutan Ust.Tatan Ahmad Santana mengingatkan bahwa kebaikan ini tidak bisa berjalan sendiri tetapi dalam pembangunan modern melibatkan banyak pihak yang disebut skema pendekatan Pentahelix : Akademisi, Komunitas, Bisnis, Pemerintah dan media.
Bagian puncak acara akhirnya tampil untuk menyampaikan sesuai tema mengingatkan esensi berbuat baik yang menjadi fokus dari Humairah.

Shahnaz Haque menyebut langkah langkah penting yakni dalam 3 minggu (21 hari) tidak usah belajar ilmu psikologi untuk mendamaikan diri, langkah termudah adalah buang “orang” (circle perteman yang buruk) , lalu dalam dalam 3 bulan berikutnya (90 hari) barulah melatih kebiasaan baik. Dari kebiasaan ini tidak masalah jika ada orang yang tidak baik.
“Kalau berbuat baik karena berbuat baik saja. Karena saya baik memang baik bukan karena pengen dibaikin (tidak ada intensi)”.
Dalam 111 hari tidak mengerjakan yang baik merasa ada yang hilang, karena ada yang tidak benar karena kebaikan telah menjadi hukum (adab)” tuturnya
Berikut adalah poin-poin penting dari sesi yang disampaikan oleh Shahnaz Haque:
Pentingnya Penyembuhan Luka Batin:
– Shahnaz menekankan bahwa luka batin bukanlah kesalahan kita, namun menyembuhkannya adalah tanggung jawab pribadi masing-masing.
– Kesehatan Mental dan Ibadah: Ia menyampaikan pandangan bahwa ibadah tidak terbatas di tempat ibadah formal, melainkan setiap kesempatan untuk berbuat baik kepada sesama adalah bentuk ibadah.
– Penerimaan Diri: Sesi meditasi dan refleksi diri dilakukan untuk mengajak peserta berdamai dengan masa lalu dan “anak kecil” di dalam diri mereka, guna melepaskan beban emosional yang selama ini ditutup-tutupi
– Pentingnya Kualitas Diri daripada Sekadar Kepintaran:
Shahnaz menjelaskan bahwa dalam menjalani kehidupan, kemampuan untuk tidak menyakiti orang lain jauh lebih berharga daripada sekadar kecerdasan intelektual
Acara ini juga diisi dengan sesi hiburan oleh Angklung Laras Kasih Humairah dan pembagian doorprize bagi para peserta sebagai bentuk apresiasi.
Acara ini sukses diselenggarakan berkat dukungan dari berbagai pihak sponshor dan pendukung Acara sebagai berikut:
Baznas, BPRS Baiturridha, Bank Muamalat, Bakmi Parahyangan, J&C Cookies, Wardah, Aretta Hijab, Deenha, Surabi Geulis, Naeema, G.Hijab, Quais, Motif Hawa, Maraya, Docriv, Turbay Indonesia, Hamsa Tour, Itwiani Ecoprint, Mandjha, SLB Autisme Pelita Hafizh dan media partner, yaitu TVHarmoni “Untuk Senyum Keluarga Indonesia”






