Bandung – Suasana meriah dan penuh semangat tampak jelas di kawasan Laswi Heritage, Bandung, pada Minggu, 25 Oktober 2026.
Ribuan peserta lari yang baru saja menyelesaikan kategori 5K Fun Run (“Run Through History”) disambut dengan sebuah pertunjukan seni tradisional yang sangat spektakuler dan menghibur.

Ajang lari yang menggabungkan olahraga dengan wisata sejarah arsitektur kolonial ikonik di Kota Bandung ini ditutup dengan hiburan istimewa.
Kehadiran Group Angklung Golden Memories sukses mengguncang panggung utama dan langsung mencuri perhatian seluruh pelari yang hadir.

Penampilan grup angklung ini menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu setelah para peserta berjuang menaklukkan rute sejauh 5 kilometer. Alunan musik tradisional bambu yang dipadukan dengan lagu-lagu populer terbukti ampuh melepas lelah dan penat usai berlari.
Sejak pagi hari, antusiasme para peserta lari 5K memang sudah terlihat sangat tinggi. Mereka mulai memadati area venue sejak pukul 05.30 WIB untuk melakukan sesi pemanasan, sebelum akhirnya dilepas secara resmi pada pukul 06.00 WIB.
Begitu garis finis kembali menyambut para pelari di area Laswi Heritage, mereka langsung disuguhkan dengan energi positif dari para anggota Group Angklung Golden Memories. Panggung utama mendadak menjadi pusat kemeriahan yang dipadati oleh lautan manusia.

Dalam penampilannya yang memukau, Group Angklung Golden Memories membawakan total 4 buah lagu pilihan. Aransemen musik angklung yang dinamis membuat suasana di sekitar panggung semakin hidup dan bersemangat.
Para peserta lari yang masih mengenakan atribut lari lengkap tidak ragu-ragu untuk turut bergotong royong, bernyanyi bersama, dan berjoget ria. Suasana di depan panggung utama pun seketika menjadi “pecah” berkat antusiasme tinggi dari para pelari.

Penampilan yang kompak dan memukau ini tidak lepas dari totalitas sekitar 40 orang anggota Group Angklung Golden Memories yang hadir di lokasi acara. Mereka tampil sangat serasi dengan balutan busana yang khas dan penuh warna.
Para anggota grup ini tampil anggun mengenakan busana putih, berhijab hijau, serta bawahan berkain kebaya. Kostum tradisional yang dipadukan dengan nuansa modern ini memberikan kesan yang sangat elegan sekaligus meriah di atas panggung.
Kemeriahan semakin lengkap dengan kehadiran 2 orang penyanyi yang tampil secara bergantian membawakan lirik lagu. Suara merdu mereka berpadu sempurna dengan harmonisasi nada angklung yang dimainkan oleh rekan-rekan sekelompoknya.

Formasi penampilan grup ini juga diatur secara unik untuk memaksimalkan tata panggung dan visual pertunjukan. Sebanyak 20 orang anggota berada di atas panggung utama, sementara 20 orang lainnya berada di bawah panggung.
Meskipun terpisah dalam dua area, kekompakan mereka tetap terjaga dengan luar biasa. Bahkan, Ketua Group Angklung Golden Memories, Hj. Euis Ratna, tampak sangat bersemangat memimpin rekan-rekannya dari barisan bawah.

Hj. Euis Ratna secara langsung ikut berdiri di jajaran para anggota group yang berada di bawah panggung sambil dengan penuh semangat memainkan angklung miliknya. Energi positif yang ia pancarkan turut membakar semangat para anggota lainnya untuk tampil maksimal.
Para peserta The Bandung Heritage Run 2026 memberikan apresiasi yang sangat luar biasa atas penampilan memukau tersebut. Mereka menyambut setiap lagu dengan riuh tepuk tangan meriah serta ikut bergoyang bersama mengikuti alunan musik.

Perpaduan antara olahraga lari penjelajahan sejarah kolonial dan seni budaya tradisional angklung ini sukses menciptakan kenangan manis bagi seluruh peserta.

Group Angklung Golden Memories berhasil membuktikan bahwa musik tradisional mampu menyatukan dan menghibur siapa saja dengan cara yang paling menyenangkan.














