Dalam sebuah survei lokasi untuk pembuatan konten museum, TV Harmoni pernah mendapati sebuah pohon besar, tinggi, dan rindang di salah satu BUMN di Kota Bandung yang nyaris tumbang sehingga direncanakan untuk ditebang. Namun, rencana tersebut tidak disetujui karena mengingat usia, peran, dan manfaat pohon tersebut, tidak hanya dari sisi fungsi, tetapi juga nilai estetikanya. Hingga kini, pohon tersebut masih kokoh berdiri setelah dilakukan penanganan dengan menambahkan penopang pada batangnya sehingga tetap hidup dan kuat.
Pengalaman tersebut berkaitan erat dengan pentingnya peran kebijakan publik dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kerusakan lingkungan yang memicu berbagai bencana alam, seperti banjir, menjadi pengingat bahwa pemerintah dan masyarakat harus memiliki keberpihakan yang sama dalam menjaga kelestarian alam.
Hadir sebagai narasumber dalam Seminar National Public Administration Student Summit Vol. 2, Nina Fitriana Sutadi, S.IP., M.IP., Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, membahas kebijakan publik yang dikaitkan dengan isu penting dan strategis, yakni kelestarian lingkungan.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 2 Juli 2026, di Aula Lantai 1 FISIP UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini dirintis oleh AP Pustaka FISIP UIN Bandung sebagai wadah bagi mahasiswa Administrasi Publik untuk mengenal dan memahami peran strategis kebijakan daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Mengusung tema “Legislasi Hijau”, Nina menjelaskan bahwa instrumen hukum dan peraturan perundang-undangan harus berpihak secara nyata pada pengelolaan lingkungan hidup. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara regulasi, penganggaran, serta pengawasan DPRD yang efektif guna menutup celah kegagalan implementasi kebijakan di lapangan.
Kegiatan ini semakin menarik karena tidak disajikan secara satu arah, melainkan berlangsung secara interaktif (two-way communication). Para mahasiswa diajak untuk berpikir kritis dalam memecahkan berbagai hambatan implementasi kebijakan, meningkatkan kepatuhan, serta memahami pentingnya validitas data publik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang dapat melahirkan kebijakan-kebijakan berdampak positif di masa depan.







