Menyambut momentum tahun baru Islam, Yayasan MHABD (Mimbar Hiburan Amal Bagi Dhuafa) bersama Majelis Ta’lim MHABD menggelar acara Talkshow & Kajian akbar bertajuk “Muharram: Momentum Hijrah Menjadi Insan Rahmatan lil ‘Alamiin melalui Ilmu, Ukhuwah, dan Muamalah”.
Perhelatan religius yang sarat akan makna dan edukasi ini berlangsung dengan khidmat pada Selasa (16/06/2026) di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum No. 56, Balonggede, Kecamatan Regol.

Acara ini sukses mempertemukan ratusan jamaah, tokoh masyarakat, hingga jajaran pejabat daerah dalam satu visi syiar Islam.
Acara dibuka dengan penuh kehangatan oleh pembawa acara, Fauzia Bella Cahya Ramdhania, M.Psi., Psikolog, yang memandu jalannya seluruh rangkaian kegiatan sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.

Suasana religius semakin kental terasa saat lantunan ayat suci Al-Qur’an berkumandang merdu di dalam ruang pendopo.
Pembacaan firman Ilahi tersebut dibawakan secara berkolaborasi oleh Qori’ah Nacita Shakila Jasmine yang merupakan Juara MTQ Jawa Barat.

Dilanjutkan dengan pembacaan Sari Tilawah oleh S Nurul Dini A, SH, seorang kader berprestasi peraih Juara MTQ Nasional.

Ketua Pembina MT MHABD sekaligus Ketua Baznas Indonesia, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., dalam sambutannya menekankan pentingnya memaknai hijrah secara substantif di era modern.
Menurutnya, lembaran baru Muharram harus menjadi batu loncatan bagi setiap Muslim untuk bertransformasi menjadi pribadi yang membawa kedamaian dan kemaslahatan bagi semesta alam (Rahmatan lil ‘Alamiin).

Beliau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat fondasi keilmuan serta memelihara kerukunan guna menghadapi dinamika sosial ekonomi yang kian kompleks.
Senada dengan hal tersebut, Ketua MT MHABD dan Ketua Yayasan MHABD, Hj. Selvi Lusiana, S.E., M.M., CRMO, GRCE, menyampaikan komitmen lembaga yang dipimpinnya dalam mengabdi kepada umat.

Sejak berdiri pada tahun 1990, Yayasan MHABD memiliki fokus utama dalam membina hubungan yang harmonis antara anak, orang tua, dan sesama.
Melalui kegiatan keagamaan terpadu seperti ini, pihak yayasan berharap dapat menyebarkan semangat hijrah yang tidak hanya berfokus pada kesalehan individu, melainkan juga berwujud nyata dalam kesalehan sosial yang berdampak luas.
Sesi utama acara kemudian berlanjut pada diskusi interaktif Talkshow yang dipandu secara lugas oleh Dr. Apt. Hj. Evi Sylvia, S.Si., MBA selaku moderator.
Diskusi panel ini mengangkat sub-tema yang sangat relevan dengan tantangan zaman, yakni “Makna Hijrah di Tengah Kehidupan Modern: Menjadi Muslim yang Bertumbuh dan Berdampak”.

Para panelis lintas sektor dihadirkan untuk mengupas tuntas formulasi ideal dalam mengintegrasikan nilai-nilai spiritual ke dalam aktivitas profesional, birokrasi, maupun dunia usaha sehari-hari.
Wali Kota Bandung, Muhamad Farhan, S.E., berhalangan hadir karena harus mendampingi Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla di Masjid Agung Alun-Alun Bandung.
Kehadiran beliau digantikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Ir. H. Adi Junjunan Mustafa, M.Sc sebagai narasumber, memaparkan bagaimana nilai-nilai hijrah dapat diimplementasikan dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan kota.
Di sisi lain, Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Dr. Buky Wibawa Karya Guna., M.Si, menyoroti pentingnya regulasi dan sinergi kebijakan yang mendukung penguatan moral masyarakat.
Kehadiran para pimpinan daerah ini menegaskan bahwa semangat hijrah spiritual juga harus selaras dengan semangat perbaikan pelayanan publik dan kesejahteraan warga.
Dari perspektif ekonomi dan kemandirian umat, diskusi ini diperkaya oleh pemaparan dari Prof. Diana Sari, S.E., M.Mgt., PhD selaku Kepala Manajemen Pelaksana KDEKS Jawa Barat, bersama Hj. Rizky Ananda Musa yang dikenal luas sebagai pengusaha muslimah sukses
Keduanya sepakat bahwa penguatan ekonomi syariah dan muamalah yang bersih menjadi pilar penting bagi kemajuan umat Islam.
Melalui keterlibatan aktif dalam dunia bisnis, seorang Muslim dituntut untuk menebar manfaat seluas-luasnya, menciptakan lapangan kerja, dan menegakkan etika keadilan.
Suasana Pendopo Kota Bandung semakin meriah dengan hadirnya musisi dan budayawan legendaris nasional, Dr. (H.C.) Sam Bimbo.
Penampilan vokal dari Shabilla Chaitra, peraih juara Bintang Radio Indonesia, turut menambah estetika seni dalam acara ini.
Alunan nada islami yang sarat akan pesan mendalam tersebut berhasil menyentuh hati para peserta, membuktikan bahwa seni dan budaya dapat menjadi media dakwah yang sangat efektif dan menyejukkan dalam menyebarkan syiar Islam.
Memasuki puncak acara, sesi kajian menghadirkan sosok selebritis sekaligus public figure dan inspirator muslimah, Paula Verhoeven, yang bersanding bersama dai nasional, Ustadz Fatih Karim.

Dalam kajian mendalam bertajuk “Hijrah Melalui Ilmu, Menguatkan Ukhuwah, dan Memuliakan Muamalah”, Ustadz Fatih Karim menegaskan bahwa hijrah tanpa ilmu akan kehilangan arah, sedangkan ilmu tanpa ukhuwah akan memicu perpecahan.
Paula Verhoeven juga turut membagikan kisah inspiratifnya dalam berproses memperdalam agama di tengah gemerlap industri hiburan modern.
Keberhasilan penyelenggaraan acara besar ini tidak terlepas dari dukungan penuh berbagai mitra strategis, di antaranya Bank Syariah Indonesia (BSI), J&C Cookies, Alanabi (Herbal Wellness), serta sederet jenama fesyen dan kecantikan ternama seperti Ivan Gunawan Prive, Mandjha (Ivan Gunawan), Ria Miranda (RM), Meccanism (Meva), dan Parahita Diagnostic Center.
Dengan berakhirnya kajian ini, ratusan jamaah pulang membawa semangat baru untuk mengimplementasikan esensi hijrah dalam kehidupan sehari-hari, demi terwujudnya masyarakat yang madani dan bertumpu pada ridha Allah SWT.






