BANDUNG, PTPN Radio – Keluarga besar alumni Paguyuban Seni Tradisional dan Karawitan Jawa (PSTK) ITB akan menggelar ajang silaturahmi lintas generasi melalui pentas Wayang Kulit lakon “Amarta Binangun”, Tari dan Karawitan.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, bertempat di Aula Barat Kampus ITB, Jalan Ganesa Nomor 10, Bandung.
Ki Jiyo Harjo S menyatakan kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi bagi keluarga besar alumni PSTK ITB dan penggiat seni tradisional Jawa yang bertujuan mempererat hubungan antar generasi melalui pertunjukan seni tari dan karawitan.
Agenda utama akan diawali dengan penampilan kreasi anak-anak usia sekolah dasar, di mana mereka akan mengambil peran penuh sebagai penari, penabuh gamelan, hingga dalang dalam pertunjukan wayang kulit.
Hal ini menunjukkan fokus organisasi pada regenerasi dan pengenalan budaya tradisional sejak dini kepada generasi muda.

Puncak acara akan dimeriahkan oleh pertunjukan wayang kulit yang dibawakan oleh tiga orang dalang yang memiliki latar belakang profesi beragam di luar dunia seni. Kehadiran mereka merepresentasikan lintas profesi di dalam keluarga besar alumni PSTK ITB yang tetap menjaga kecintaan terhadap budaya.
Ketiga dalang tersebut adalah Ki Bambang Sadarto yang merupakan seorang insinyur dan pengusaha pertambangan, Ki Profesor Andrianto Setiawan yang merupakan Guru Besar Politeknik Negeri Bandung, dan Ki Jiyo Harjo S yang merupakan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional BRIN. Turut tampil pula Dalang Cilik Mas Iyo.
Pentas akan membawakan lakon Ngamarta Binangun atau Amarta Binangun yang mengisahkan perjuangan penuh risiko para Pandawa untuk mewujudkan kemandirian melalui pembangunan Keraton Indraprasta.
Strategi pelaksanaan pementasan ini sengaja keluar dari pakem tradisional yang biasanya dilakukan pada malam hari. Dengan memilih waktu siang hari, penyelenggara berharap pertunjukan dapat dinikmati oleh audiens dari segala usia mulai dari anak-anak hingga lansia yang biasanya memiliki keterbatasan untuk menonton di malam hari.
Selain pertunjukan wayang, acara juga akan dikolaborasikan dengan penampilan tari klasik oleh puluhan alumni PSTK ITB serta membuka ruang bagi penonton untuk terlibat langsung secara interaktif dalam pementasan.
Acara ini terselenggara atas kerja sama dengan Rekso Budoyo PTDI, Widyasiwi Laksitatama, Omah Seni Melikan Klaten, dan Waras Wiris Wirama.
Dengan mengusung semangat Lestari Budaya, acara ini menjadi manifestasi pelestarian budaya Jawa yang melibatkan berbagai lapisan usia dan profesi demi menjaga keberlanjutan seni tari dan karawitan di era modern.






