Produsen sepatu terkemuka yang telah beroperasi ratusan tahun di Indonesia, PT Sepatu Bata Tbk (BATA), belum lama ini melakukan penutupan fasilitas produksinya di Purwakarta, Jawa Barat. Keputusan pabrik Bata tutup ini sudah disampaikan manajemen dalam Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Keputusan untuk menghentikan aktivitas produksi Pabrik PT Sepatu Bata Tbk yang berada di Purwakarta berdasarkan Keputusan Direksi tanggal 30 April 2024 yang sebelumnya telah disetujui berdasarkan persetujuan dari Keputusan Dewan Komisaris tanggal 29 April 2024.
Manajemen PT Sepatu Bata Tbk telah melakukan berbagai upaya selama empat tahun terakhir di tengah kerugian dan tantangan industri akibat pandemi dan perubahan perilaku konsumen yang begitu cepat.
Sebagaimana dilansir Kontan, pada tahun 2022, perusahaan mencatat kerugian sebesar Rp 60,63 miliar. Di mana pada tahun sebelumnya atau tahun 2021, rugi usaha Sepatu Bata senilai Rp 58,21 miliar.

Perusahaan ini harus menanggung rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik sebesar Rp 106,95 miliar. Angkanya jauh meningkat dari semula Rp 51,20 miliar di tahun 2021. Sementara untuk periode per 31 September 2023, tercatat kerugianRp 80,44 miliar. Membengkak 295 persen dari periode yang sama tahun lalu yang mencatat rugi Rp 20,33 miliar.
Diketahui, BATA telah menjual aset tanah dan bangunan senilai Rp 63,4 miliar sebelum menutup pabrik yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat. Penjualan aset ini dilakukan untuk memberikan dana kas dan melunasi sebagian utang pada 7 Maret 2024 lalu.














