• Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Senin, 19 Oktober 2026
TV Harmoni
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
No Result
View All Result
TV Harmoni
  • Berita
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
Home Berita Kota Bandung

Ini Perbedaan Vaksin dan Terapi Plasma

Redaksi Harmoni oleh Redaksi Harmoni
Senin, 22 Maret 2021
in Kota Bandung
0 0
Ini Perbedaan Vaksin dan Terapi Plasma

Petugas kesehatan sedang bersiap memberikan vaksin Covid-19 kepada warga. Foto : Humas Bandung

Kota Bandun, harmonionline.net-Satu tahun lalu tepatnya pada 2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo mengumumkan virus corona (Sars Cov-19) masuk ke Indonesia. Berbagai langkah penanganan pun terus dilakukan guna menekan penyebaran virus penyebab Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Mulai dari penerapan PSBB, PPKM, hingga pada Januari 2021 pemerintah melaksanakan program vaksinasi Covid-19.

Melalui program vaksinasi Covid-19, diharapkan Indonesia bisa segera keluar dari wabah virus Corona. Tak hanya melalui vaksin, terapi plasma convalescent juga dilakukan sebagai langkah pengobatan alternatif bagi pasien Covid-19.

Namun tahukah wargi Bandung, apa yang membedakan vaksin Covid-19 dengan terapi plasma convalescent? Dilansir dari laman covid19.go.id, vaksinasi Covid-19 adalah prosedur pemberian suatu antigen penyakit dari virus yang sudah dilemahkan atau dimatikan.

Vaksin akan disuntikan sebanyak dua kali dalam kurun waktu 14 hari terhadap tubuh seseorang, dengan tujuan untuk memicu sistem kekebalan (imun) tubuh agar mengenali dan mampu melawan saat terpapar penyakit tersebut.

“Vaksinasi sebagai salah satu metode mengatasi pandemi adalah upaya yang harus dikuatkan demi mencapai tujuan utama yaitu kekebalan komunitas (herd immunity),” tutur Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito.

Kekebalan komunitas yang dimaksud adalah kondisi dimana sebagian besar populasi memiliki imun yang kuat untuk melawan virus.

Badan organisasi kesehatan dunia atau WHO pun menyatakan, kekebalan komunitas dicapai melalui vaksinasi dan bukan dengan membiarkan penyakit menular tanpa terkendali, karena hal itu dapat menyebabkan kematian.

Sehingga pemberian vaksin harus dilaksanakan guna melengkapi upaya pencegahan Covid-19. Termasuk menerapkan protokol kesehatan 5M (Menjaga Jarak, Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menghindari Kerumunan, dan Mengurangi Mobilitas).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Ahyani Raksanagara mengungkapkan, vaksin bertujuan untuk membentuk imun, artinya tubuh akan aktif membentuk antibodi.

“Kita dikasih antigen dari virus yang sudah dimatikan atau protein bagian dari virus, kemudian tubuh kita merespon membentuk antibodi, berarti aktif kan,” terangnya.

Pada program vaksinasi Covid-19 di Kota Bandung, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama swasta telah menyiapkan 180 Faskes dan 1.181 Vaksinator untuk melakukan percepatan vaksinasi Covid-19.

“Terdiri dari Rumah Sakit, 80 Puskesmas yang tersebar di 30 Kecamatan, dan sisanya bantuan dari swasta yaitu klinik,” katanya.

“Rumah Sakit juga banyak yang vertikal TNI Polri dan swasta. Mereka menyiapkan tempat, tenaga, dengan segala kelengkapannya, jadi memberikan kontribusi yang luar biasa,” imbuh Ahyani.

Sementara terapi plasma convalescent adalah terapi menggunakan plasma pasien yang telah sembuh dari paparan virus corona. Plasma dari pendonor kemudian akan diberikan kepada pasien yang masih dirawat karena terjangkit Covid-19.

“Kalau plasma konvalesent, itu kita diberikan sudah dalam bentuk antibodi. Jadi kalau plasma diberikan kepada yang sakit, vaksin untuk yang sehat,” terang Ahyani.

Untuk itu Ahyani mengimbau bagi penyintas Covid-19 yang sudah melalui masa penyembuhan minimal tiga bulan, untuk mendatangi fasilitas kesehatan maupun PMI untuk mendonorkan plasmanya.

“Nanti petugas medis akan mengecek barangkali dirinya memenuhi kriteria menjadi pendonor karena banyak yang bisa ditolong,” imbuhnya.

Mengutip covid19.go.id, Direktur Lembaga Molekuler Eijkman, Prof. Amin Soebandrio mengatakan, terapi plasma harus memerhatikan tiga komponen, yakni pendonor yang sehat, produk yang baik, dan penerima plasma.

Produk yang baik artinya harus memiliki antibodi dalam kadar cukup. “Karena plasma ini bisa mengeliminasi virusnya, maka diharapkan lingkaran infeksi itu akan terputuskan sehingga pasien bisa terhindar dari serangan virus kemudian bisa memperbaiki jaringannya yang sudah rusak kemudian dan bergiliran akan memperbaiki sitem imunnya,” katanya.

Kendati demikian, Amin menegaskan pemberian terapi plasma bukan untuk pencegahan penyebaran Covid-19, melainkan membantu pasien yang kondisinya lemah karena terpapar Covid-19, sehingga bisa membantu mempercepat penyembuhan.

Sumber : Humas Bandung

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp
Redaksi Harmoni

Redaksi Harmoni

Info Terkait

Kota Bandung

Anggota Komisi I DPRD Kota Bandung, Erick Darmajaya Soroti Pentingnya Keteladanan dalam Pembangunan Bangsa

Senin, 19 Oktober 2026
Kota Bandung

Problem Literasi, Minat Baca dan Perpustakaan Kota Bandung Butuh Keterlibatan Banyak Pihak

Jumat, 16 Oktober 2026
Kota Bandung

Kang Edwin Jadi Pengisi Acara Kajian “Menjaga Fitrah, Menjaga Generasi: LGBT dalam Perspektif Islam & Tantangan Keluarga di Era Modern

Minggu, 11 Oktober 2026
Kota Bandung

Wakil Ketua I DPRD Kota Bandung Toni Wijaya Apresiasi Inovasi INTI KRESNA Polrestabes Bandung

Minggu, 11 Oktober 2026
Kota Bandung

MUI Kota Bandung Mengukuhkan Toni Wijaya dan Edwin Senjaya Sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan

Minggu, 11 Oktober 2026
Kota Bandung

Kota Bandung Terus Mendorong Terwujudnya Lingkungan Inklusif Bagi Penyandang Disabilitas.

Sabtu, 10 Oktober 2026

Info Terbaru

Anggota Komisi I DPRD Kota Bandung, Erick Darmajaya Soroti Pentingnya Keteladanan dalam Pembangunan Bangsa

Senin, 19 Oktober 2026
Kajian SBC – Kisah Bani Isroil – Ustadz Nur Ihsan Jundulloh Lc

Kajian SBC – Kisah Bani Isroil – Ustadz Nur Ihsan Jundulloh Lc

Senin, 19 Oktober 2026
​✨ Niatkan Ibadah Ke Tanah Suci, Wujudkan Bersama Travel Terpercaya! ✨

​✨ Niatkan Ibadah Ke Tanah Suci, Wujudkan Bersama Travel Terpercaya! ✨

Senin, 19 Oktober 2026
🔴 LIVE • Satu Tahun Perjalanan Penuh Cinta Humairah ✨🌸

🔴 LIVE • Satu Tahun Perjalanan Penuh Cinta Humairah ✨🌸

Senin, 19 Oktober 2026

Video

  • All
  • Video

Grand Final Pemilihan Duta GenRe Bandung 2026

Jumat, 19 Juni 2026

Liputan Khusus “Gebyar Manasik Akbar” MHU

Senin, 15 Juni 2026
Recap Kegiatan Amal di Bulan Ramadhan bersama Air Mineral Al Ma’soem

Recap Kegiatan Amal di Bulan Ramadhan bersama Air Mineral Al Ma’soem

Jumat, 20 Maret 2026
Pendaftaran Mahasiswa Baru FISIP UNPAS telah Dibuka

Pendaftaran Mahasiswa Baru FISIP UNPAS telah Dibuka

Rabu, 18 Maret 2026
[radio_player id="3"]
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2024 Harmoni Online

  • Berita
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Keluarga
  • Ekonomi
  • Etalase
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Unik
  • Wisata
  • Religi
  • Video
  • Foto

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist