• Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Selasa, 1 September 2026
TV Harmoni
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
No Result
View All Result
TV Harmoni
  • Berita
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
Home Berita Kota Bandung

Bandung Lautan Api, Pengorbanan Rakyat Mempertahankan Kemerdekaan

Redaksi Harmoni oleh Redaksi Harmoni
Selasa, 25 Agustus 2020
in Kota Bandung
0 0
Bandung Lautan Api, Pengorbanan Rakyat Mempertahankan Kemerdekaan

Monumen Bandung Lautan Api di Jawa Barat. (Foto: VOA/Rio Tuasikal)

Pertempuran, pengosongan, dan pembumihangusan kota Bandung dicatat dalam sejarah Indonesia sebagai Bandung Lautan Api. Pelaku pembakaran adalah rakyat negara yang baru dibentuk. Sejarawan mengharapkan perhatian lebih atas peristiwa tersebut.

Banyak orang bisa menyanyikan lagu pendek Halo-Halo Bandung. Tetapi tidak sebanyak itu orang yang bisa menghayati makna di balik lagu tersebut.

Sejarawan senior di Bandung, Ahmad Mansyur Suryanegara menyebut peristiwa Bandung Lautan Api, yang mengilhami penciptaan lagu tersebut, sebagai pengorbanan rakyat yang luar biasa dan hanya ada di Bandung.

“Itu benar-benar rakyat (mem)bakar rumah-rumah,” kata Ahmad Mansyur Suryanegara.

Menurut Mansyur, peristiwa bumi hangus itu terjadi didorong semangat ingin merdeka. Mereka tidak mau rumah-rumahnya ditinggali tentara asing. Mereka tidak rela bangunan-bangunan mereka akan digunakan penjajah.

Bandung Lautan Api adalah peristiwa heroik massal rakyat yang terjadi pada awal kemerdekaan, 23 Maret 1946. Mansyur sempat berdialog langsung dengan beberapa pelaku pembakaran.

“Waktu saya tanya, Bu kenapa kok rumahnya dibakar? Siapa yang perintah? Dijawab, presiden,” kata Mansyur.

Padahal, kata Mansyur, yang memimpin gerakan-gerakan pembakaran dan memberi semangat bumi hangus itu adalah AH Nasution.

Sampah-sampah yang berserakan di sekitar Monument Bandung Lautan Api. (Foto: VOA/Rio Tuasikal)
Sampah-sampah yang berserakan di sekitar Monument Bandung Lautan Api. (Foto: VOA/Rio Tuasikal)

“Nasution, selaku kepala staf komandemen satu, mengeluarkan perintah agar semua pegawai dan rakyat sebelum pukul 24 harus meninggalkan kota Bandung. Tetapi, ada kalimat berikutnya, dan membumihanguskan kota Bandung yang ditinggalkannya, serta menyerang kedudukan-kedudukan musuh di utara Bandung,” kata Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia Jakarta Dr. Abdurakhman, yang juga dosen sejarah pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.

Yang jelas, menurut Mansyur, itu adalah pengorbanan besar oleh sekitar 200 ribu warga Bandung kala itu.

Monumen Bandung Lautan Api di Jawa Barat. (Foto: VOA/Rio Tuasikal)
Monumen Bandung Lautan Api di Jawa Barat. (Foto: VOA/Rio Tuasikal)

“Pengorbanan betapa berat seperti itu, dirasakan aman-aman saja, tenang-tenang saja. Artinya, rakyat Jawa Barat, terutama orang Bandung, menghancurkan rumah sendiri pun demi kepentingan kemerdekaan, tidak merasa berat. Proklamasi, semangatnya dahsyat sekali,” kata Mansyur.

Tulisan tentang peristiwa itu tidak banyak dalam sejarah karena fokus pendidikan sejarah adalah sejarah Indonesia, kata Dr. Agus Mulyana, dosen departemen pendidikan sejarah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

Sebagai pengurus Masyarakat Sejarah Indonesia Jawa Barat, Mulyana menyayangkan tidak semua sejarah bisa diberikan di sekolah. Jadi, ia tidak kaget kalau ada siswa sekolah yang tidak tahu secara mendalam sejarah Bandung Lautan Api.

“Kurangnya lokasi yang bisa didatangi dan melihat sisa kawasan yang dibakar. Sangat prihatin,” kata Agus.

Terkait Bandung Lautan Api, Mulyana, yang juga Dekan Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial UPI, berharap pemerintah memberi perhatian lebih agar semua orang memahami betul makna di balik kata-kata itu. Ia prihatin perlawanan rakyat itu kerap diplesetkan menjadi berbagai terminologi negatif, seperti Bandung Lautan Sampah, Bandung Lautan Outlet, atau Bandung Lautan Asmara.

Untuk mengenang peristiwa heroik massal itu, setiap 23 Maret malam ada Pawai Obor di Bandung. Sambil menyanyikan lagu Halo-Halo Bandung, ribuan pelajar dan masyarakat menyusuri ruas-ruas jalan, yang dulu ditapaki warga yang tanpa ragu keluar dari kenyamanan dan membakar tempat tinggal mereka. Pawai Obor menegaskan tekad warga Bandung menjaga kota mereka agar tidak pernah lagi direbut penjajah, apapun bentuknya.[ka/uh]

Sumber : VOA Indonesia

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp
Redaksi Harmoni

Redaksi Harmoni

Info Terkait

Kota Bandung

Rayakan Ulang Tahun Emas ke-50, PT Dirgantara Indonesia Gelar Pagelaran Wayang Golek dan Wayang Kulit Semalam Suntuk

Kamis, 27 Agustus 2026
Kota Bandung

Pesta Ceria bersama Anak-Anak Terkasih MHABD Wujudkan Rasa Syukur Kemerdekaan RI ke-81 & Maulid Nabi Muhammad SAW di Floating Market

Rabu, 26 Agustus 2026
Kota Bandung

Bandung Marketing Week 2026 Corporate Day Hadirkan Ratusan Pelaku Industri & Pemerintahan Bahas Strategi Pemasaran di Era AI

Jumat, 21 Agustus 2026
Kota Bandung

Pemain Sinetron “Preman Pensiun” Turut Semarakkan HUT RI Ke-81 di SDN 110 Komarabudi

Jumat, 21 Agustus 2026
Kota Bandung

Semarak HUT Ke-81 RI, SLBN Cicendo Gelar Beragam Perlombaan Tradisional

Rabu, 19 Agustus 2026
Lantunan “Gendhing Lancaran 45” Karya Bung Karno, Uji Kekompakan Warga Kediri di Bandung Saat Syukuran Kemerdekaan
Kota Bandung

Lantunan “Gendhing Lancaran 45” Karya Bung Karno, Uji Kekompakan Warga Kediri di Bandung Saat Syukuran Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026

Info Terbaru

Tamu Kita: Happy Hompi Play dan RM Merambah Rasa

Minggu, 30 Agustus 2026
PEREMPUAN INDONESIA MAJU DPD JAWA BARAT bekerja sama dengan YAYASAN MESTIKA WANODJA INDONESIA

PEREMPUAN INDONESIA MAJU DPD JAWA BARAT bekerja sama dengan YAYASAN MESTIKA WANODJA INDONESIA

Sabtu, 29 Agustus 2026

Angkat Tema “Lives Inside Us” Ini Makna di Balik Jersey Persib Musim 2026/27

Jumat, 28 Agustus 2026

Atasi Persoalan Sampah, KKN 245 Bangun Tempat Pembakaran Sampah di Pasirhuni

Jumat, 28 Agustus 2026

Video

  • All
  • Video

Grand Final Pemilihan Duta GenRe Bandung 2026

Jumat, 19 Juni 2026

Liputan Khusus “Gebyar Manasik Akbar” MHU

Senin, 15 Juni 2026
Recap Kegiatan Amal di Bulan Ramadhan bersama Air Mineral Al Ma’soem

Recap Kegiatan Amal di Bulan Ramadhan bersama Air Mineral Al Ma’soem

Jumat, 20 Maret 2026
Pendaftaran Mahasiswa Baru FISIP UNPAS telah Dibuka

Pendaftaran Mahasiswa Baru FISIP UNPAS telah Dibuka

Rabu, 18 Maret 2026
[radio_player id="3"]
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2024 Harmoni Online

  • Berita
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Keluarga
  • Ekonomi
  • Etalase
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Unik
  • Wisata
  • Religi
  • Video
  • Foto

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist