Tamu Kita TV Harmoni hari Rabu (4/11/2026) menghadirkan Agus Hermawan S.A.P selaku Ketua Komisi III DPRD Kota Bandung di Ruang Fraksi Gerindra Lantai 2 Gedung DPRD Kota Bandung Jl. Sukabumi No.30.
Bincang-bincang ini mengangkat tema “Kesiapan Kota Kembang Sambut Musim Hujan: Antara Koordinasi dan Mitigasi”.
Situasi secara Nasional Indonesia memang tidak baik baik saja utamanya karena sempat menjadi problem Nasional. Salah satunya adalah karhutla yang dampak buruk dari asapnya sampai ke negara tetangga.
Hal itu membuat Penyelenggara Pemerintah, Kepala daerah dan Anggota DPRD bersama masyarakat juga bersiap untuk menghadapi bentuk yang lain dari potensi bencana yaitu musim hujan.
Ketidakpastian cuaca harus diantisipasi seperti terjadinya cuaca ekstrem yang bisa melanda wilayah Indonesia termasuk di Kota Bandung.
Soal ini ditanyakan dalam dalam kesempatan tersebut bersama host Abi Iwan.

“Kondisi kota Bandung secara geografi adalah cekungan. Jadi bagaikan mangkok. Datang musim hujan maka pemerintah akan berkolaborasi dan bekerjasama dengan masyarakat harus bersiap siap mengantisipasi dalam rangka mencegah hujan menjadi genangan air yang tinggi” ungkapnya.
“Kami dalam hal ini di komisi III membuat arahan, ajakan dan himbauan terhadap dinas dinas terkait diantaranya DSABM (Dinas Sumber daya Air dan Bina Marga) bagaimana drainase di kota Bandung lancar tidak tersumbat oleh sampah agar aliran air lancar mengalir.Pun ke Dinas Lingkungan Hidup” tuturnya.

“Daerah daerah yang rawan bencana mohon ditanami pohon pohon untuk mengantisipasi kerawanan longsor. Terjadinya banjir karena dengan semakin banyak serapan air maka dapat (masalah) air yang turun dapat berkurang “ujar Kang Agus.
Nara sumber juga menyinggung pentingnya keterlibatan kehadiran Pemerintah dan bekerjasama dengan masyarakat sebagai subjek bukan objek.
“Pemerintah perlu hadir mengantisipasi lahan lahan yang sekiranya membahayakan agar bisa didayagunakan. Kemudian keterlibatan masyarakat juga perlu.
Mari kita dukung program pemerintah. Masyarakat bukan menjadi objek tetapi menjadi subjek bersama sama sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Utamanya untuk penanganan banjir. Seperti di Bandung ada wilayah longsor adalah di Cidadap, Ujung Berung dan Cibiru” ujarnya.
“Bagaimana menangani lahan kosong oleh dinas dinas terkait seperti : DLH(Dinas Lingkungan Hidup),DKPK (Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian) , dan DSABM ( Dinas Sumber Daya Air dan Bina MArga) berkolaborasi.
Kalau lahan kosong ini memang bisa digarap oleh msayarakat apa salahnya ?Masyarakat tidak dilepas tetapi justru disupport Pemerintah.
Sehingga masyarakat memiliki satu kekuatan dalam rangka melestarikan alam”. paparnya.
Menutup talkshow nara sumber tidak berharap terjadi bencana, Bandung aman aman saja tetapi bila terjadi bencana sudah diwaspadai dan diantisipasi.

“Dalam hal ini sebagai pemegang stakeholder adalah BPBD yang berkoordinasi dengan OPD OPD.
Termasuk bagaimana kesiapannya soal penyediaan bahan pokok bagaimana oleh Dinsos Dinsos, soal pengamanan, pun dinas dinas untuk mengatur infrastruktunya yang semuanya semuanya dilakukan bersama sama.” pungkas Kang Agus.






