Ada 3 nilai utama yang dikemukakan pada moment Sumpah Pemuda tahun 2026 kali ini yaitu Patriotik,Gigih dan Empati yang terangkai dalam tema besar Sumpah Pemuda yaitu :“Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.
Untuk ke 98 tahun Sumpah Pemuda, tema Sumpah Pemuda ini ditetapkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Surat Edaran Menpora Nomor 10.14.19 Tahun 2026.
TV Harmoni dalam program acara Tamu Kita pada 3 November 2026 menghadirkan Ketua DPRD Kota Bandung H. Asep Mulyadi, SH mencoba menggali kedalaman dan relevansi tema Sumpah Pemuda Tahun ini.
“Menurut saya relevansi Sumpah 28 Oktober 1028 justru semakin penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk saat ini. Kalau kita melihat dari sejarah yang ada, kita tahu bahwa para pemuda dari berbagai daerah, suku, bahkan agama, dan latar belakang organisasi yang pada waktu itu memiliki perbedaan kepentingan dan pandangan tetapi mereka memang mereka mampu menyingkirkan ego kelompoknya untuk cita cita yang sama yaitu bagaimana menyatukan cita cita yang besar yaitu Indonesia yang merdeka” ungkapnya.
“Inilah pelajaran penting dari Sumpah Penting, Bahwa memang persatuan tidak mengharuskan kita menjadi seragam tetapi mengajarkan kita menghargai perbedaaan dan memiliki tujuan bersama. Dalam konteks hari ini tentu saja tantangan kita memang berbeda kita tidak menghadapi penjajahan secara fisik kita menghadapi ancaman perpecahan melalui penyebaran hoaks, ujaran kebencian,kemudian politik identitas, bahkan fanatisme kelompok hingga seringkali polarisasi di media sosial yang ini seringkali kita rasakan ” lanjutnya.
Menyangkut keberadaan generasi dan sumpah pemuda saat ini Ketua DPRD yang lebih akrab disapa Kang Asmul ini menuturkan bahwa kaum muda memiliki potensi akan menjadi kekuatan yang lebih besar bagi bangsa bangsa, tetapi di sisi lain mereka juga dapat menjadi sasaran empuk dari berbagai kepentingan yang yang ingin memecahbelah masyarakat.
“Semangat Sumpah pemuda harus diterjemahkan dalam tindakan tindakan nyata dan kita semua jangan mudah terprovokasi, jangan mudah diadudomba, dan jangan sampai perbedaan pilihan politik perbedaan organisasi, perbedaan suku maupun pandangan membuat kita kehilangan persaudaraan sesama anak bangsa”. Ujarnya.
Kang Asmul juga menekankan menyikapi situasi kekinian dengan segenap perkembangan atau dinamika perubahan.
“Generasi muda mesti menjadi generasi kritis dan memiliki wawasan yang luas, hari ini mesti melek teknologi tetapi tetap punya karakter dan cinta tanah air.
Jangan sampai kita lebih mudah bersatu lebih muda dengan kelompok sendiri tetapi sulit bersatu sebagai bangsa Indonesia” tuturnya.
“Dan sebagai bagian dari penyelenggara pemeritah daerah, kami di DPRD Kota Bandung khususnya memiliki tanggungjawab untuk menjaga ruang kebersamaan, membuka ruang partisipasi generasi muda, serta memastikan bahwa pembangunan kota ini melibatkan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang” ujarnya.
Menutup talkshow, Kang Asmul menggaris bawahi pentingnya menempatkan Sumpah Pemuda tidak sekedar memperingati peristiwa sejarah tetapi merupakan komitmen yang harus untuk dihidupkan, karena Indonesia tidak akan kuat hanya dengan memiliki banyak orang pintar tetapi tentu saja membutuhkan generasi yang memiliki kesadaran untuk menjaga persatuan dan mampu menghargai perbedaan dan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok.
“Itulah makna Satu n
Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa Indonesia yang harus kita jaga sampai kapanpun” pungkasnya.






