Cilacap – Semangat keagamaan dan kebersamaan terpancar kuat dalam gelaran Tabligh Akbar yang diselenggarakan di Mushola Al Istiqomah, Jalan Diponegoro RT 04 RW 01, Desa Glempangpasir, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Sabtu, 27 Desember 2025.
Kehadiran dua mubalig muda—Ustadz Ilyasa dan Ustadz Alyasa—Juara 1 Aksi Dai Cilik Indosiar 2018, menjadi magnet yang menarik ratusan jamaah untuk hadir memenuhi area mushola sejak menjelang magrib.
Kegiatan juga dirangkaikan dengan peringatan Peringatan Isra Mi’raj & Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H serta Haul ke-5 wafatnya almarhumah Hj. Yudiatmi binti Sastrowiyono, istri dari H. Sagino, yang menjadi penyelenggara utama bersama keluarga besar.
Selain sarat nilai keagamaan, kegiatan ini juga menampilkan kuatnya budaya gotong royong warga, terlihat dari antusiasme masyarakat dalam menyiapkan konsumsi, menata area kegiatan, hingga membersamai jalannya acara.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Ilyasa dan Alyasa menyampaikan pesan penting tentang kekuatan sholat sebagai ikhtiar spiritual dalam memperbaiki kehidupan, bahkan dalam hal ekonomi.

“Mungkin kita ada masalah dalam ekonomi. Salah satu yang bisa mendorongnya adalah dengan sholat. Sholat lima waktu ditambah dengan sholat-sholat sunnah. Kalau kita bingung bagaimana memperbaiki ekonomi, serahkan sama Allah dengan cara sholat. InsyaAllah Allah akan perlahan demi perlahan membuka jalan keluar supaya hidup kita lebih baik lagi,” tutur Ustadz Alyasa.
Ia juga menekankan bahwa banyak keajaiban terdapat dalam ibadah sholat. “Jika kita melaksanakan sholat kemudian ditambah dengan sholat-sholat sunnah lainnya, maka tentu kita akan mendapatkan keajaiban yang lebih banyak. Dan kita harus yakin pada janji Allah,” lanjut Ustadz Ilyasa menegaskan dalam tausiyah.
Tak hanya membahas soal ketakwaan, dai cilik juara nasional ini juga menyoroti fenomena penggunaan gadget di kalangan generasi muda.
“Generasi muda sekarang sangat terkait dengan gadget. Tugas kita adalah mengawasi, supaya gadget itu tidak membuat mereka terjerumus pada perilaku buruk,” ujarnya.
Ia mengajak para orang tua dan masyarakat untuk memastikan penggunaan gawai diarahkan pada hal positif.
“Jadikan gadget membangun kreativitas, kegiatan positif, dan membawa kebaikan bagi masyarakat. Anak muda perlu selektif memilih konten. Pilih media yang menyampaikan kebaikan, InsyaAllah diri kita juga akan terbawa baik karena mengonsumsi konten yang baik,” pesannya.
Sementara, Ketua Panitia, Arifin menjelaskan, antusias masyarakat luar biasa. Semua bergerak dan membantu demi lancarnya kegiatan tanpa diminta.
“Gotong royong masih sangat terasa di desa ini, dan ini yang membuat acara besar seperti ini dapat berlangsung dengan baik. Kami yakin lebih dari 2.000 jamaah hadir mengikuti pengajian ini,” ungkap Arifin.
Tidak hanya masyarakat setempat, tabligh akbar juga dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Kecamatan Adipala, MWJ NU beserta ranting, para tokoh agama, dan undangan dari desa-desa sekitar.
Hal ini menjadikan kegiatan tersebut bukan hanya agenda internal desa, tetapi momentum kebersamaan umat dalam skala yang lebih luas.
Arifin juga menjelaskan bahwa kegiatan merupakan bagian dari tradisi Rajaban – budaya kirim doa untuk leluhur yang telah diwariskan turun-temurun menjelang Ramadan.
“Bulan Rajab ini momentum untuk kirim doa kepada para leluhur, khususnya mendoakan Almarhumah Ibu Hajah Yudiatmi dan keluarga besar Bapak Sagino. Sekaligus kita memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk peningkatan ketakwaan,” ucapnya.
Ia menambahkan, inti dari tabligh akbar ini adalah mengajak masyarakat memperbaiki ibadah, meneladani akhlak Rasulullah SAW, dan memperkuat rasa kebersamaan antarwarga.
Selain peringatan Isra Mikraj, kegiatan ini juga menjadi sarana refleksi dan muhasabah. “Di bulan Rajab ada peristiwa luar biasa, yaitu Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Di momen ini kita juga diajak mengingat kematian, karena manusia tidak pernah tahu kapan waktunya. Maka ibadah harus terus diperbaiki,” tegas Arifin.
Inisiator kegiatan, H. Sagino, mengungkapkan rasa syukur serta kebahagiaannya. “Saya lahir dan besar di desa ini. Kegiatan ini menjadi bentuk berbagi sukacita serta memberikan manfaat rohani bagi masyarakat. Semoga kebersamaan semakin kuat dan siraman rohani seperti ini terus ada,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan serupa tidak akan berhenti di satu kesempatan. “Insya Allah ke depan akan ada kegiatan lanjutan, berbeda dan lebih besar. Rencana sudah mulai kami susun,” tuturnya.
Puncak acara berlangsung khidmat, ditutup dengan doa bersama dan silaturahmi antarwarga. Selain memperkuat iman, tabligh akbar ini menjadi ruang pengikat ukhuwah sekaligus bukti bahwa tradisi gotong royong masih hidup dan terpelihara di tengah masyarakat Desa Glempangpasir Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap. [gp_ast]













