Bandung – Anggota DPRD Kota Bandung Siti Marfuah, S.S., S.Pd., M.Pd., menceritakan perjalanan kariernya dari dunia pendidikan hingga menjadi anggota legislatif.
Menurutnya, politik bukan sekadar jabatan, melainkan bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus ruang bagi perempuan untuk berkontribusi di ruang publik.

Hal tersebut disampaikan dalam program talkshow Tamu Kita yang dipandu oleh Host Abi Iwan di Studio Harmoni, Rabu (15/7/2026).
Dalam perbincangan tersebut, Siti Marfuah menyampaikan bahwa pengalaman mengajar dan berinteraksi dengan masyarakat telah dijalaninya sejak duduk di bangku SMP.
Ketertarikannya pada dunia pendidikan membentuk kemampuan berkomunikasi sekaligus menjadi bekal saat mengemban amanah sebagai anggota legislatif.

Menurutnya, pengalaman tersebut membuat dirinya tidak merasa kesulitan saat bergabung dengan partai politik
“Ketika di parpol sendiri juga pada akhirnya tidak terlalu kaget, karena memang sudah terbiasa mengurusi anak-anak dan aktif di berbagai kegiatan,” ujarnya.
Siti menuturkan bahwa dirinya tidak pernah membayangkan akan terjun ke dunia politik. Setelah bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS),
ia mendapat pembinaan sebagai calon legislatif karena menilai PKS sebagai partai yang sejalan dengan nilai-nilai yang
diyakininya.
Saat masih lajang, ia kemudian mendapat amanah untuk maju sebagai calon legislatif di Karawang.
Menurutnya, saat itu PKS membutuhkan figur putra daerah untuk maju sebagai calon legislatif di Karawang karena banyak calon dari partai tersebut berasal dari luar daerah.
Ia menegaskan bahwa pencalonannya merupakan amanah dari partai, bukan atas keinginan untuk mengajukan diri sendiri. Setelah berpindah ke Kota Bandung, Siti Marfuah melanjutkan kiprahnya di dunia politik.
Pada Pemilu 2019, ia maju sebagai calon anggota DPRD Kota Bandung dan meraih perolehan suara terbanyak ketiga di daerah pemilihannya.

Meski belum terpilih secara langsung, ia kemudian dilantik menggantikan anggota DPRD yang wafat. Kini, ia tercatat sebagai anggota DPRD perempuan dengan perolehan suara terbanyak di Kota Bandung.
Siti mengaku dukungan suami menjadi salah satu penyemangatnya dalam menjalankan peran sebagai anggota legislatif.
Baginya, politik merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan tagline yang diusungnya, “Perempuan Berdaya Sejahtera,” yang mencerminkan keyakinannya bahwa perempuan dapat berkontribusi di ruang publik tanpa mengabaikan tanggung jawab dalam keluarga.
Menurut Siti Marfuah, keterwakilan perempuan sebesar 30 persen menjadi langkah penting untuk mendorong kesetaraan gender di dunia politik.

Meski masih ada stigma yang meragukan kemampuan perempuan di ranah politik, ia menegaskan bahwa “Yang terpenting adalah kapasitas, kapabilitas, dan integritas. Itu berlaku untuk semua, baik laki-laki maupun perempuan.”
Menutup perbincangan, ia berharap semakin banyak perempuan dan generasi muda berani terjun ke dunia politik.
Menurutnya, politik merupakan ruang pengabdian yang dapat dimanfaatkan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Penulis : Nihlah Adzra M & Ghaida Nur Hasy






