Prof. Dr. Heris Hendriana, M.Pd
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya kita dapat hadir dalam kegiatan Focus Group Discussion
dengan tema “Perspektif ICMI dalam Mendukung Jabar ISTIMEWA” dalam keadaan sehat wal afiat.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Yang saya hormati:
• Para narasumber dan tokoh intelektual,
• Para pengurus ICMI Organisasi Wilayah Jawa Barat,
• Akademisi, birokrat, praktisi, dan seluruh peserta FGD yang
berbahagia.
Pertama-tama, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan penting ini sebagai tindak lanjut dari Silaturahmi Kerja Wilayah (Silakwil) ICMI Jawa Barat yang telah dilaksanakan pada tanggal 8 Mei 2026 di Institut Teknologi Nasional Bandung.
FGD ini memiliki arti strategis karena menjadi ruang intelektual dan ruang pengabdian bagi ICMI Jawa Barat untuk merumuskan kontribusi nyata dalam mendukung terwujudnya Jawa Barat yang
ISTIMEWA.
Hadirin yang saya hormati,
ICMI sejak awal didirikan merupakan rumah besar kaum cendekiawan Muslim yang memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk ikut membangun peradaban bangsa. Karena itu, keberadaan ICMI tidak boleh berhenti hanya sebagai organisasi gagasan, tetapi harus mampu menjadi organisasi solusi.
Tema “Jabar ISTIMEWA” sesungguhnya bukan sekadar slogan pembangunan, tetapi merupakan cita-cita besar untuk menghadirkan Jawa Barat yang:
• inovatif,
• sejahtera,
• religius,
• unggul,
• dan berdaya saing global, tanpa kehilangan akar budaya dan
nilai-nilai keislamannya.
Dalam perspektif ICMI, pembangunan Jawa Barat harus dibangun melalui tiga kekuatan utama:
Pertama, penguatan kualitas sumber daya manusia.

Kita tidak bisa menghadapi era disrupsi, artificial intelligence, dan kompetisi global hanya dengan pembangunan fisik semata.
Jawa Barat membutuhkan generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, kuat dalam moralitas, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Kedua, penguatan ekonomi berbasis keadilan dan pemberdayaan masyarakat.
Kesenjangan sosial, pengangguran intelektual, serta ketimpangan
akses pendidikan dan ekonomi harus menjadi perhatian bersama. ICMI harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun ekosistem ekonomi umat yang produktif dan berkelanjutan.
Ketiga, penguatan nilai spiritual, budaya, dan ketahanan sosial masyarakat.
Kemajuan daerah tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas akhlak, solidaritas sosial, dan ketahanan keluarga masyarakatnya.
Hadirin yang saya muliakan,
Melalui FGD ini saya berharap lahir:
• gagasan-gagasan strategis,
• rekomendasi kebijakan,
• dan langkah kolaboratif yang dapat menjadi kontribusi nyata
ICMI Jawa Barat bagi pembangunan daerah.

ICMI harus mampu menjadi:
• jembatan antara intelektualitas dan pengabdian,
• penghubung antara pemerintah dan masyarakat,
• serta motor penggerak lahirnya peradaban Jawa Barat yang
unggul dan bermartabat.

Akhirnya, mari kita jadikan forum ini bukan hanya ruang diskusi, tetapi juga ruang konsolidasi pemikiran dan gerakan untuk kemajuan Jawa Barat dan Indonesia.
Semoga Allah SWT meridai setiap ikhtiar kita.
Billahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.






