Rencana pengumuman pemenang lelang untuk pengelolaan Bandung Zoo yang dijadwalkan pada 29 Mei 2026 mendatang mendapat perhatian khusus dari Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, H Tedy Rusmawan, AT, MM.
Perwakilan dari Dapil Kota Bandung dan Kota Cimahi yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jabar ini menyampaikan harapannya agar proses lelang tersebut membuahkan hasil terbaik.
Melalui video tanggapan di akun Instagram resminya, Tedy berharap agar pengelola baru yang terpilih nanti merupakan pihak yang benar-benar profesional, sehingga tempat rekreasi legendaris tersebut dapat segera dinikmati kembali oleh publik.
“Sudah banyak warga yang menunggu Bandung Zoo ini dibuka kembali,” ujar Tedy di sela sela kesibukannya di Ruang Fraksi PKS DPRD Jawa Barat, Kamis (21/5/2026).

Tedy menekankan bahwa aspek kesejahteraan satwa harus menjadi prioritas utama bagi pengelola baru. Belajar dari pengalaman masa lalu, ia menggarisbawahi pentingnya perawatan yang maksimal agar kasus kematian satwa tidak terulang kembali.
Komitmen ini sempat menjadi sorotan tajam publik, terutama setelah peristiwa kematian dua ekor harimau beberapa waktu lalu.
“Kepada pengelola Bandung Zoo yang baru diharapkan lebih profesional lagi dalam mengelola kebun binatang, karena satwa-satwa ini membutuhkan pengelolaan yang baik. Harus mampu menjamin kesejahteraan satwa agar tidak ada lagi kejadian satwa yang mati,” katanya.
Di samping itu, Tedy juga menyatakan dukungannya terhadap langkah antisipasi yang disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Jika seandainya proses lelang mengalami kegagalan atau tidak berhasil menemukan pemenang, ia sepakat dengan opsi pelibatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)
“Apabila ternyata tidak ada pemenang lelang ataupun gagal lelang, kita mendukung apa yang menjadi keinginan Gubernur Jawa Barat, yaitu pemerintah provinsi Jawa Barat menugaskan BUMD Jawa Barat untuk mengelola kebun binatang Bandung Zoo ini,” ujarnya.
Hal lain yang tidak kalah penting menurut Tedy adalah penentuan harga tiket masuk.
Menyerap aspirasi dari masyarakat, ia meminta agar tarif yang diberlakukan nantinya tetap ramah di kantong dan tidak melambung lebih tinggi dari harga sebelumnya.
Menurutnya, Bandung Zoo harus tetap berfungsi sebagai sarana edukasi dan hiburan yang inklusif untuk semua kalangan.
Sebagai tolok ukur, ia membandingkan harga tiket masuk beberapa kebun binatang di kota lain, seperti Kebun Binatang Ragunan (sekitar Rp5.000), Kebun Binatang Semarang (sekitar Rp25.000), dan Kebun Binatang Surabaya (kisaran Rp15.000).
“Sehingga mudah-mudahan nanti pengelola yang ditunjuk tarifnya lebih terjangkau oleh masyarakat,” pungkasnya.






