• Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Selasa, 21 April 2026
TV Harmoni
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
No Result
View All Result
TV Harmoni
  • Berita
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
Home Berita Kota Bandung

Kang Pisman dan Refleksi Hari Peduli Sampah Nasional

Redaksi Harmoni oleh Redaksi Harmoni
Senin, 22 Februari 2021
in Kota Bandung
0 0
Kang Pisman dan Refleksi Hari Peduli Sampah Nasional

Foto : Pixabay

Kota Bandung,harmonionline.net-Tepat 16 Tahun yang lalu, 21 Februari 2005 dunia dikejutkan dengan sebuah tragedi bencana yang diakibatkan oleh longsornya sampah di TPA Leuwigajah yang menyebabkan 147 orang tewas. Tragedi ini seakan membangunkan Bandung dan Indonesia dari bom waktu potensi masalah sampah.

Kejadian ini pun mengilhami lahirnya hari peduli sampah nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pada tahun 2006 yang diperingati setiap tanggal 21 Februari. Tragedi ini diperingati untuk diambil pelajarannya bukan untuk diulang tentunya.

Direktur PD Kebersihan Kota Bandung, Gun Gun Saptari Hidayat menilai, ada shocking statement terkait peristiwa tersebut, yaitu “membuang sampah pada tempatnya ternyata bukan perilaku yang baik”.

Tentu saja statement tersebut mengejutkan, karena statement tersebut memang belum lengkap. Sedangkan kalimat lengkapnya adalah “membuang sampah pada tempatnya adalah bukan perilaku yang baik, jika masih dicampur”.

“Pola kita selama ini membuang sampah pada tempatnya dan mencampuradukkan sampah lalu dibuang ke petugas kebersihan atau dengan istilah campur sampah-kumpul-angkut-buang ternyata bukan solusi terbaik,” ujarnya kepada Humas Setda Kota Bandung, Senin (22 Februari 2021).

Menurutnya, pola ini belum sepenuhnya menyelesaikan masalah tapi lebih kepada memindahkan masalah. Masalah sampah hanya berpindah dari rumah ke petugas kebersihan kemudian ke TPS lalu ke mobil truk pengangkut sampah dan berakhir di TPA. Sedangkan kondisi TPA semakin hari semakin penuh sampah dan pada akhirnya akan overload.

Sebagai bagian dari mengambil refleksi peristiwa Bandung Lautan Sampah 2005 tersebut, saat ini Pemerintah Kota Bandung mencoba melakukan sebuah perubahan paradigma dari campur-kumpul-angkut-buang sampah menjadi kurangi-pisahkan-manfaatkan sampah (Kang Pisman) yang dalam istilah lain konsep ini juga disebut dengan istilah Zero Waste is Lifestyle atau di dunia ekonomi menyebutnya konsep circular economy. Inilah sesungguhnya kunci peradaban baru dalam pengelolaan sampah.

“Dalam konsep Kang Pisman, idealnya sampah dipisahkan menjadi 3 jenis sejak dari sumber dan dimanfaatkan. Untuk sampah jenis pertama, sampah organik (sisa makanan dan tumbuhan) sebisa mungkin dikembalikan ke alam atau disedekahkan ke binatang,” jelasnya.

Metodenya bisa dari mulai yang paling sederhana membuat lubang sampah, lubang biopori atau metode pengomposan seperti takakura, komposter, bata terawang ataupun disedekahkan pada binatang untuk menjadi pakan ayam, maggot dan lainnya. Intinya sampah organik tidak lagi dibuang ke petugas.

Untuk sampah jenis kedua, sampah daur ulang bisa disetorkan ke bank sampah atau bisa juga sedekah sampah. Barulah sampah jenis ketiga, sampah sisa atau residu yang masih dibuang ke petugas kebersihan dan berakhir di TPA.

“Bagi masyarakat yang halaman rumahnya tidak memadai, maka bisa dilakukan secara komunal dengan berkoordinasi dengan RW, Lurah dan Camat setempat. Inilah juga konsep desentralisasi dalam pengelolaan sampah,” tutur Gun Gun.

Ia berpendapat, untuk menerapkan konsep ini tidak mudah dan membutuhkan proses, karena menyangkut perubahan budaya dan juga sistem secara bersamaan. Juga dibutuhkan kolaborasi dengan semua pihak unsur dari mulai pemerintahan hingga masyarakat setempat.

Pada pencanangan Kang Pisman awal tahun 2019, pemerintah Kota Bandung mencoba membangun model percontohan sebanyak 12 RW. Pada tahun 2020 memperluas dengan membangun model skala kelurahan di Kelurahan Sukamiskin dan Cihaurgeulis.

Pada wilayah-wilayah yang sudah menerapkan Kangp Pisman dengan baik terjadi pengurangan sampah yang dibuang ke TPA. Hal ini dibuktikan pada wilayah model sukamiskin dan cihaurgeulis telah terjadi pengurangan timbulan sampah yang dibuang ke TPS dan TPA sebesar 32,12 % di Kelurahan Sukamiskin dan 22 % di Kelurahan Cihaurgeulis.

“Mengacu kepada data sampah yang dibuang ke TPA, timbulan sampah setiap tahun normalnya meningkat seiring adanya partumbuhan penduduk. Karena setiap penduduk dipastikan menghasilkan sampah,” ungkapnya.

Menurutnya, meski pun secara volume total masih naik, namun terjadi penurunan cukup signifikan dari persentase trend kenaikan. Pada tahun 2019 dibanding tahun 2018 dari 16,87 % turun menjadi 3,96%. Bahkan pada tahun 2020 terjadi penurunan volume sampah 0,47 % dari tahun 2019.

“Data-data itu menjadi sebuah indikator positif bahwa program Kangpisman membawa angin segar dalam perbaikan pengelolaan sampah di Kota Bandung. Tentu proses ini masih panjang untuk bisa diduplikasikan pada seluruh wilayah Bandung,” kata Gun Gun.

Pada akhirnya, hal terpenting dari upaya merubah paradigma dari campur-kumpul-angkut-buang sampah menjadi kurangi-pisahkan-manfaatkan sampah (Kang Pisman) adalah terjadinya perubahan budaya. Logika sederhananya, jika masyarakat sudah peduli terhadap urusan kebersihan, maka secara alami urusan yang lebih besar lainnya akan lebih diperhatikan.

Hal yang penting untuk dipahami juga yaitu kebersihan adalah investasi. Jika kita mengabaikannya, maka kita pernah menabur kerugian besar melalui tragedi Bandung Lautan Sampah 2005.

“Sebaliknya jika investasinya benar, maka kita akan menikmati deviden berupa nyamannya kota Bandung, tumbuhnya ekonomi, dan tentunya peradaban baru budaya yang lebih positif,” ujarnya.

Sumber : Humas Bandung

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp
Redaksi Harmoni

Redaksi Harmoni

Info Terkait

Kota Bandung

Siti Marfuah: Urban Farming Kunci untuk Keberhasilan Ketahanan Pangan Keluarga

Selasa, 31 Maret 2026
Kang Asmul:  Jawab Tantangan Indonesia Emas 2045 dengan Lingkungan Apresiatif dan Suportif
Kota Bandung

Kang Asmul:  Jawab Tantangan Indonesia Emas 2045 dengan Lingkungan Apresiatif dan Suportif

Kamis, 19 Maret 2026
Kota Bandung

Buka Bersama dengan Keluarga Dhuafa di Bantaran Sungai Cidurian, Cicadas, Kota Bandung

Kamis, 19 Maret 2026
Moment Ramadhan 1447 H, Kang Edwin Serap Aspirasi Konstituen dalam Reses II
Kota Bandung

Moment Ramadhan 1447 H, Kang Edwin Serap Aspirasi Konstituen dalam Reses II

Rabu, 18 Maret 2026
Kota Bandung

Kapolresta Bandung Berangkatkan Tiga Bus Mudik Gratis

Selasa, 17 Maret 2026
Kota Bandung

Ketua DPRD Kota Bandung Kang Asmul Sampaikan Pesan-pesan Khusus bagi Pemudik

Senin, 16 Maret 2026

Info Terbaru

SOTO DIABETES

SOTO DIABETES

Selasa, 21 April 2026
SEPATU SEMPIT

SEPATU SEMPIT

Selasa, 21 April 2026
Pola Pendidikan yang Membangun Mental Juara Anak Didik Menuju Indonesia Emas 2045

Pola Pendidikan yang Membangun Mental Juara Anak Didik Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 21 April 2026
Revolusi Mengajar bagi Generasi Z di Era Digital

Revolusi Mengajar bagi Generasi Z di Era Digital

Selasa, 21 April 2026

Video

  • All
  • Video
Recap Kegiatan Amal di Bulan Ramadhan bersama Air Mineral Al Ma’soem

Recap Kegiatan Amal di Bulan Ramadhan bersama Air Mineral Al Ma’soem

Jumat, 20 Maret 2026
Pendaftaran Mahasiswa Baru FISIP UNPAS telah Dibuka

Pendaftaran Mahasiswa Baru FISIP UNPAS telah Dibuka

Rabu, 18 Maret 2026

“Ramadhan Festival” Talkshow Parenting bersama Elly Risman di Masjid Al Jabbar

Rabu, 11 Maret 2026

Highlight Iftar Ramadhan 1447 H: Berbagi Kasih bersama GMI Kota Bandung

Minggu, 8 Maret 2026
[radio_player id="3"]
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2024 Harmoni Online

  • Berita
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Keluarga
  • Ekonomi
  • Etalase
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Unik
  • Wisata
  • Religi
  • Video
  • Foto

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist