• Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Jumat, 17 Juli 2026
TV Harmoni
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
No Result
View All Result
TV Harmoni
  • Berita
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
Home Berita

Gerak Semu Matahari Jadi Penyebab Suhu Udara Panas di Indonesia

Redaksi Harmoni oleh Redaksi Harmoni
Kamis, 24 Oktober 2019
in Berita
0 0
Gerak Semu Matahari Jadi Penyebab Suhu Udara Panas di Indonesia

Dok Foto (rwd)

Umumnya bulan Oktober sudah musim penghujan, namun Oktober 2019 kali ini masih kemarau panjang, sehingga mengakibatkan  di sejumlah daerah mengalami suhu udara panas dan terik di beberapa hari kedepan.

Pada beberapa hari terakhir suhu udara pada siang hari terasa cukup terik. Beberapa stasiun pengamatan BMKG mencatat suhu udara maksimum dapat mencapai 37 °C sejak tanggal 19 Oktober lalu.

Suhu maksimum tertinggi yaitu, Stasiun Meteorologi Hasanuddin (Makassar) 38.8 derajad Celcius

Berdasarkan persebaran suhu panas yang dominan berada di selatan Khatulistiwa, hal ini erat kaitannya dengan gerak semu Matahari.(Deputi Bidang Meteorologi R Mulyono R Prabowo dalam keterangan tertulis di Jakarta (22/10/2019)

    Seperti yang kita ketahui pada bulan September, Matahari berada di sekitar wilayah khatulistiwa dan akan terus bergerak ke belahan Bumi selatan hingga bulan Desember 2019

    Sehingga pada Oktober, posisi semu matahari akan berada di sekitar wilayah Indonesia bagian Selatan yaitu Sulawesi selatan, Jawa Bali, Nusa Tenggara dan sebagainya.

    Kondisi ini menyebabkan radiasi matahari yang diterima oleh permukaan bumi di wilayah tersebut relatif menjadi lebih banyak, sehingga akan meningkatkan suhu udara pada siang hari.

    Selain itu pantauan dalam dua hari terakhir, atmosfer di wilayah Indonesia bagian selatan relatif kering sehingga sangat menghambat pertumbuhan awan yang bisa berfungsi menghalangi panas terik matahari.

    Minimnya tutupan awan ini akan mendukung pemanasan permukaan yang kemudian berdampak pada meningkatnya suhu udara.

    Beberapa stasiun pengamatan BMKG mencatat suhu udara maksimum dapat mencapai 37 °C sejak tanggal 19 Oktober lalu.

    Bahkan pada tanggal 20 Oktober terdapat tiga stasiun pengamatan BMKG di Sulawesi yang mencatat suhu maksimum tertinggi yaitu, Stasiun Meteorologi Hasanuddin (Makassar) 38.8 °C, diikuti Stasiun Klimatologi Maros 38.3 °C, dan Stasiun Meteorologi Sangia Ni Bandera 37.8 °C.

    Suhu tersebut merupakan catatan suhu tertinggi dalam satu tahun terakhir, dimana pada periode Oktober di tahun 2018 tercatat suhu maksimum mencapai 37 °C.

    Stasiun – stasiun meteorologi yang berada di pulau Jawa hingga Nusa Tenggara mencatatkan suhu udara maksimum terukur berkisar antara 35 °C – 36.5 °C pada periode 19 – 20 Oktober 2019.

    Gerak semu matahari merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun, sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.

    Dalam waktu sekitar satu minggu kedepan masih ada potensi suhu terik di sekitar wilayah Indonesia mengingat posisi semu matahari masih akan berlanjut ke selatan dan kondisi atmosfer yang masih cukup kering sehingga potensi awan yang bisa menghalangi terik matahari juga sangat kecil pertumbuhannya.

    BMKG mengimbau masyarakat yang terdampak suhu udara panas ini untuk minum air putih yang cukup untuk menghindari dehidrasi, mengenakan pakaian yang melindungi kulit dari sinar matahari jika beraktivitas di luar ruangan, serta mewaspadai aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki potensi tinggi karhutla.

    Sumber : https://www.bmkg.go.id

    Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp
    Redaksi Harmoni

    Redaksi Harmoni

    Info Terkait

    Kota Bandung

    BAZNAS, APDL, Ditjen Binapenta dan Kemenaker RI Gelar Pelatihan Cooking Class Untuk Disabilitas

    Jumat, 17 Juli 2026
    Jawa Barat

    Berawal dari Dunia Pendidikan, Siti Marfuah Dorong Perempuan Berkiprah di Dunia Politik

    Kamis, 16 Juli 2026
    Kota Cimahi

    DPRD Kota Cimahi Sahkan Pertanggungjawaban APBD 2025, Pembahasan KUA-PPAS 2027 Resmi Dimulai

    Rabu, 15 Juli 2026
    Kota Bandung

    Malam Cek Keamanan Lingkungan, Siang Beli Pompa Air : Ini Cara Ketua RW 10 Dunguscariang Layani Warga

    Rabu, 15 Juli 2026
    Kota Bandung

    DR. H. Edwin Senjaya, SE,. M.M. Bahas Perda untuk Membentengi dari Bahaya LGBT di DPD Pengajian Al Hidayah

    Rabu, 15 Juli 2026
    DR. H. Edwin Senjaya, SE,. M.M. Bahas Perda untuk Membentengi dari Bahaya LGBT di DPD Pengajian Al Hidayah
    Kota Bandung

    Kajian DPD Al-Hidayah Kota Bandung Tekankan Penguatan Keimanan dan Ukhuwah Islamiah

    Rabu, 15 Juli 2026

    Info Terbaru

    West Java International Fun Folk Festival 2026

    West Java International Fun Folk Festival 2026

    Jumat, 17 Juli 2026

    BAZNAS, APDL, Ditjen Binapenta dan Kemenaker RI Gelar Pelatihan Cooking Class Untuk Disabilitas

    Jumat, 17 Juli 2026
    TAMU KITA : DISABILITAS BERDAYA DI SEKTOR FORMAL DAN INFORMAL

    TAMU KITA : DISABILITAS BERDAYA DI SEKTOR FORMAL DAN INFORMAL

    Kamis, 16 Juli 2026

    Berawal dari Dunia Pendidikan, Siti Marfuah Dorong Perempuan Berkiprah di Dunia Politik

    Kamis, 16 Juli 2026

    Video

    • All
    • Video

    Grand Final Pemilihan Duta GenRe Bandung 2026

    Jumat, 19 Juni 2026

    Liputan Khusus “Gebyar Manasik Akbar” MHU

    Senin, 15 Juni 2026
    Recap Kegiatan Amal di Bulan Ramadhan bersama Air Mineral Al Ma’soem

    Recap Kegiatan Amal di Bulan Ramadhan bersama Air Mineral Al Ma’soem

    Jumat, 20 Maret 2026
    Pendaftaran Mahasiswa Baru FISIP UNPAS telah Dibuka

    Pendaftaran Mahasiswa Baru FISIP UNPAS telah Dibuka

    Rabu, 18 Maret 2026
    [radio_player id="3"]
    • Tentang Kami
    • Iklan & Layanan
    • Pedoman Media Siber
    • Disclaimer
    • Kontak Kami

    © 2024 Harmoni Online

    • Berita
      • Kota Bandung
      • Kota Cimahi
      • Kab. Bandung
      • Kab. Bandung Barat
      • Jawa Barat
    • Kesehatan
    • Keluarga
    • Ekonomi
    • Etalase
    • Olahraga
    • Entertainment
    • Unik
    • Wisata
    • Religi
    • Video
    • Foto

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist