Bandung — Seminar sehari bertema “Terapi Totok Punggung untuk Stunting dan Kecerdasan Anak” digelar pada hari Rabu di Geowisata Inn, Bandung. Rabu (2/9/2026)
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 peserta dan menghadirkan dr. Ola Prianti sebagai narasumber.
Stunting dan kecerdasan anak menjadi salah satu pembahasan awal, sebelum seminar berlanjut pada materi utama mengenai totok punggung yang menjelaskan terkait praktik, berbagai kasus, serta makna ikhtiar yang dijalani dalam kehidupan.
Dalam awalan pemaparan, dr. Ola menjelaskan terkait pentingnya memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dini agar tidak terjadi stunting.
Pembahasan mencakup 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pemenuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, serta pola asuh sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang anak secara optimal dan cegah anemia sejak remaja dengan meminum tablet tambah darah.
Pada keseluruhannya di awal dr. Ola menjelaskan secara menyeluruh terkait persoalan stunting dan tumbuh kembang seorang anak yang baik dan benar.

Pembahasan kemudian dilanjutkan pada totok punggung sebagai materi utama dari seminar. Peserta diperkenalkan pada pemetaan sejumlah area punggung yang dalam materi tersebut hanya di kelompokan dengan 3 bagian tulang tertentu.
Secara umum, area yang dibahas
meliputi bagian area sekitar tulang belikat, area antara ujung tulang belikat hingga pinggang, serta area tulang panggul. 3 Area tersebut menjadi titik utama dari pengelompokan sebuah keluhan yang dirasakan seorang pasien pada kelompokan area keluhan seperti kepala leher, badan, tangan dan kaki.

Tidak hanya mendapatkan banyak penjelasan secara teori, peserta juga mengikuti sesi praktik dan demonstrasi yang dipandu langsung oleh dr. Ola Prianti.
Melalui sesi tersebut, peserta dapat melihat secara langsung penerapan teknik dan memahami prinsip-prinsip dasar praktik totok punggung sesuai dengan materi yang telah disampaikan.
Selain membahas teknik, dr. Ola turut mengajak peserta memahami hubungan antara kondisi tubuh dan pikiran.

Dalam pemaparannya, fokus pikiran dan kondisi mental disebut sebagai hal yang perlu diperhatikan dalam proses pemulihan.
Peserta diajak memahami pentingnya membangun pola komunikasi yang interaktif antara kedua belah pihak pasien dan yang mengobatinya.
dr. Ola membicarakan juga terkait pikiran yang positif, menjaga ketenangan, serta memiliki keyakinan dalam menjalani sebuah proses pemulihan, tanpa mengabaikan kondisi dan penanganan yang diperlukan.
Antusiasme peserta semakin terlihat dalam sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan, khususnya mengenai pola area, penerapan praktik, serta hal-hal yang perlu diperhatikan agar
totok punggung dilakukan dengan baik dan benar.
Diskusi berlangsung interaktif dan menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperdalam pemahaman terhadap materi yang disampaikan.
Seminar juga diwarnai dengan pemaparan sejumlah kasus dan pengalaman yang dibagikan oleh dr. Ola.
Di antaranya pengalaman terkait bayi prematur, anak dengan persoalan pencernaan, serta anak yang mengalami kesulitan dalam menghafal.
Berbagai kasus tersebut menjadi bahan pembelajaran mengenai penerapan totok punggung dalam kondisi persoalan yang berbeda-beda .
Selain pengalaman kasus, dr. Ola turut memaparkan data pengamatan terhadap persoalan cegah stunting yang melibatkan 22 anak di posyandu dengan berat badan rendah.
Dari jumlah tersebut, 15 anak mengalami peningkatan berat badan, sedangkan tujuh lainnya belum menunjukkan peningkatan karena memiliki kondisi khusus.
Data tersebut menjadi salah satu bahan diskusi dalam seminar mengenai respons yang berbeda pada setiap kondisi.
Berbagai pengalaman tersebut kemudian dikaitkan dengan pembahasan mengenai ikhtiar dalam kehidupan.
Dr. Ola membagikan pengalamannya dalam membantu sejumlah orang dengan kondisi yang beragam, sekaligus mengajak peserta memahami bahwa sebuah usaha membutuhkan keikhlasan, kesabaran, dan proses.
Baginya, ikhtiar tidak hanya berbicara mengenai hasil, tetapi juga tentang kesediaan untuk terus berusaha dan memberikan manfaat.
“Acara kita adalah seminar sehari bercerita tentang manfaat totok punggung untuk mencegah stunting dan untuk meningkatkan konsentrasi belajar. Luar biasa ya pesertanya antusias, bersemangat, saya pun menjadi semakin semangat berbagi ilmu,” ujar dr. Ola Prianti.
Setelah seluruh rangkaian materi dan praktik selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan pembagian sertifikat kepada para peserta dan narasumber sebagai bentuk apresiasi atas partisipasinya dalam seminar.

Foto bersama menjadi momen penutup seminar yang memperlihatkan antusiasme dan kebersamaan peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Melalui seminar tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan mengenai totok punggung, tetapi juga semakin memahami pentingnya perhatian terhadap kesehatan, tumbuh kembang anak, fokus pikiran, serta semangat untuk terus berikhtiar dalam kehidupan.
Penulis: Ghaida Nur Hasya






