• Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Jumat, 23 Oktober 2026
TV Harmoni
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
No Result
View All Result
TV Harmoni
  • Berita
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
Home Berita

Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Menyebar ke Jawa Barat, Ini Cara Melindungi Diri

TV Harmoni oleh TV Harmoni
Minggu, 6 September 2026
in Berita
0 0


Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda membuat masyarakat di sejumlah wilayah perlu mewaspadai paparan abu vulkanik.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui analisis citra RGB Himawari-9 pada 6 September 2026 pukul 06.00 WIB mengidentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Klaster pertama terpantau dari permukaan hingga ketinggian 20.000 kaki. Sebaran abu bergerak ke arah timur laut hingga selatan dan mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perairan di sekitarnya.

Sementara itu, klaster kedua terpantau hingga ketinggian 50.000 kaki. Sebaran ini bergerak ke arah barat daya hingga barat laut, mencakup sebagian wilayah Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung dan Banten.

Informasi tersebut berdasarkan data PVMBG dan Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin serta analisis citra satelit Himawari-9.

Dengan sebaran abu yang dapat mencapai wilayah yang jauh dari sumber erupsi, masyarakat perlu mengetahui langkah yang tepat apabila wilayah tempat tinggal mulai terdampak.

Apa yang harus dilakukan saat abu vulkanik turun?

1. Gunakan masker saat keluar rumah

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengurangi paparan abu vulkanik terhadap saluran pernapasan.

Masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan selama terjadi hujan abu. Jika harus keluar rumah, gunakan masker yang dapat menyaring partikel dengan baik.

Semakin tebal abu yang beterbangan, semakin penting perlindungan pernapasan.

2. Tutup pintu, jendela dan ventilasi

Abu vulkanik tidak hanya menjadi masalah ketika seseorang berada di luar rumah.

Partikel abu dapat masuk melalui pintu, jendela maupun ventilasi. Karena itu, ketika abu mulai turun, tutup akses udara dari luar sebanyak mungkin.

Langkah sederhana ini juga menjadi salah satu poin dalam imbauan yang dikeluarkan Pemerintah Kota Depok setelah sebaran abu vulkanik terdeteksi mencapai wilayah tersebut.

3. Jangan menyapu abu dalam keadaan kering

Ini menjadi salah satu hal yang sering luput diperhatikan.
Abu yang sudah menempel di lantai, halaman atau permukaan lainnya sebaiknya dibersihkan dengan cara basah.

Menyapu abu dalam kondisi kering justru dapat membuat partikel halus kembali beterbangan dan meningkatkan risiko terhirup.
Karena itu, basahi terlebih dahulu permukaan yang terkena abu sebelum membersihkannya.

4. Lindungi mata

Selain saluran pernapasan, mata juga dapat mengalami iritasi akibat abu vulkanik.

Jika harus berada di luar ruangan, penggunaan kacamata pelindung dapat membantu mengurangi paparan.

Apabila mata terkena abu, jangan digosok. Bilas menggunakan air bersih.

Jika iritasi mata terasa berat atau tidak membaik, segera cari pertolongan medis.

5. Tutup makanan dan minuman

Abu yang beterbangan dapat menempel pada makanan, minuman dan peralatan makan.

Karena itu, makanan dan minuman yang berada di luar atau dekat area terbuka sebaiknya segera ditutup.

Pastikan permukaan yang digunakan untuk menyiapkan makanan juga dibersihkan setelah terkena abu.

6. Kurangi aktivitas di luar ruangan

Jika tidak ada kebutuhan mendesak, lebih baik tetap berada di dalam rumah ketika abu vulkanik sedang beterbangan.

Terlebih bagi masyarakat yang berada di wilayah yang mengalami paparan cukup tebal.

Membatasi waktu berada di luar ruangan merupakan cara sederhana untuk mengurangi jumlah partikel abu yang terhirup.

7. Pengendara perlu ekstra hati-hati

Abu vulkanik juga dapat mengganggu aktivitas berkendara.
Partikel abu dapat mengurangi jarak pandang dan membuat permukaan jalan menjadi licin.

Kondisi ini meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor.

Jika kondisi tidak memungkinkan, sebaiknya tunda perjalanan yang tidak mendesak.

8. Jangan abaikan sesak napas

Masyarakat perlu memperhatikan kondisi tubuh setelah terpapar abu.
Keluhan seperti batuk, iritasi mata atau gangguan pernapasan dapat muncul setelah paparan.

Jika mengalami sesak napas, iritasi mata berat atau keluhan kesehatan lainnya, segera menjauh dari area yang terpapar dan mencari pertolongan medis.

9. Pantau informasi resmi

Arah sebaran abu vulkanik dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer dan angin. Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak hanya mengandalkan informasi yang beredar di media sosial.

Pantau informasi terbaru dari BMKG, PVMBG/Badan Geologi, BNPB, BPBD dan pemerintah daerah.

Masyarakat juga perlu membedakan antara wilayah yang masuk dalam analisis sebaran abu dan wilayah yang benar-benar mengalami hujan abu di permukaan. Keduanya tidak selalu sama.

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp
TV Harmoni

TV Harmoni

Info Terkait

Kota Bandung

Satu Tahun Perjalanan Penuh Cinta Humairah: Rumah Bersama dalam Persaudaraan dan Filantropi

Kamis, 22 Oktober 2026
Kota Bandung

Anggota Komisi I DPRD Kota Bandung, Erick Darmajaya Soroti Pentingnya Keteladanan dalam Pembangunan Bangsa

Senin, 19 Oktober 2026
Kota Bandung

Soroti Soal LGBT Kang Edwin Ajak Orang Tua dan Dunia Pendidikan Perhatikan Didikan yang Menguatkan Identitas Gender

Sabtu, 17 Oktober 2026
Kota Bandung

Problem Literasi, Minat Baca dan Perpustakaan Kota Bandung Butuh Keterlibatan Banyak Pihak

Jumat, 16 Oktober 2026
Jawa Barat

Pesan Menristekdikti ”Tiga Kebiasaan yang Membuat Ilmu Maju”

Selasa, 13 Oktober 2026
Kab. Bandung

Mendorong Kemandirian Desa: FEB Telkom University Perkuat Tata Kelola dan Sinergi Usaha BUMDes Sugihmukti

Selasa, 13 Oktober 2026

Info Terbaru

LIPUTAN KHUSUS : KAJIAN AKBAR MASJID AL JABBAR BANDUNG 🕊️   “Menjaga Hati dari Penyakit Hati”

LIPUTAN KHUSUS : KAJIAN AKBAR MASJID AL JABBAR BANDUNG 🕊️ “Menjaga Hati dari Penyakit Hati”

Jumat, 23 Oktober 2026
Sampai Kapan Keluhan Hanya Menjadi Angin Lalu?

Sampai Kapan Keluhan Hanya Menjadi Angin Lalu?

Jumat, 23 Oktober 2026

Nobar film NAZA di CGV BEC Mall

Jumat, 23 Oktober 2026

Kajian MT. Uswatunnisaa “Istiqamah dalam Hijrah” bersama Mama Yuki Pas Band

Kamis, 22 Oktober 2026

Video

  • All
  • Video

Grand Final Pemilihan Duta GenRe Bandung 2026

Jumat, 19 Juni 2026

Liputan Khusus “Gebyar Manasik Akbar” MHU

Senin, 15 Juni 2026
Recap Kegiatan Amal di Bulan Ramadhan bersama Air Mineral Al Ma’soem

Recap Kegiatan Amal di Bulan Ramadhan bersama Air Mineral Al Ma’soem

Jumat, 20 Maret 2026
Pendaftaran Mahasiswa Baru FISIP UNPAS telah Dibuka

Pendaftaran Mahasiswa Baru FISIP UNPAS telah Dibuka

Rabu, 18 Maret 2026
[radio_player id="3"]
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2024 Harmoni Online

  • Berita
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Keluarga
  • Ekonomi
  • Etalase
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Unik
  • Wisata
  • Religi
  • Video
  • Foto

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist