BANDUNG — Pelatihan wirausaha cooking class pembuatan kue kering bagi penyandang disabilitas diselenggarakan dalam program BAZNAS RI Disabilitas Berdaya di Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/6/2026).
Acara ini merupakan bentuk kolaborasi antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Asosiasi Pengusaha Disabilitas Indonesia (APDL), Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI, serta Ina Cookies, sebagai upaya nyata mendorong kemandirian ekonomi kelompok disabilitas di wilayah tersebut.
Pelatihan yang berlangsung di RM Detuik, Bandung, ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari 9 kota dan kabupaten di Jawa Barat.
Seluruh peserta mencakup empat ragam disabilitas, yakni disabilitas netra, disabilitas rungu, disabilitas daksa, dan disabilitas intelektual.
Melalui program ini, para peserta dibekali keterampilan praktis dalam pembuatan berbagai macam kue kering agar mampu berwirausaha secara mandiri.

Ketua APDL, Ibu Sri Agustini Joekanan, menyampaikan rasa syukur dan harapannya agar kegiatan pelatihan ini dapat memicu lahirnya para wirausahawan baru dari kalangan disabilitas.
“Hari ini APDL bersama Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia, Kemenaker RI, sama Ina Cookies juga menyelenggarakan wirausahaan pelatihan cooking class untuk disabilitas dalam program BAZNAS RI disabilitas berdaya” ujarnya.
Untuk peserta 30 orang dari 9 kota kabupaten di Jawa Barat dengan 4 ragam disabilitas yaitu disabilitas netra, disabilitas rungu, disabilitas daksa, dan disabilitas intelektual. Alhamdulillah ini semua difasilitasi oleh Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia untuk pemberdayaan disabilitas di bidang UMKM khususnya di pembuatan kue kering,” ungkapnya.

Di sisi lain, perwakilan dari Direktorat Bina Khusus Kemenaker RI, Adrian Darma Saputra, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini.
Pihaknya menegaskan pentingnya kesetaraan bagi penyandang disabilitas yang kesulitan masuk ke sektor kerja formal.

“Ya, saya dari Kementerian Ketenagakerjaan menyambut baik kolaborasi yang dilaksanakan oleh APDL, terus BAZNAS, dan Kemenaker. Kegiatan ini untuk bagaimana kita bisa memberdayakan penyenang disabilitas yang ada di Indonesia” ujarnya.

“Ini tidak semua, untuk semua ragam ya, baik ragam fisik, mental, intelektual, dan sensori. Nah kegiatan ini memang untuk bagaimana teman-teman yang tidak bisa memasuki dunia kerja atau masuk ke sektor formal ini bisa kita berdayakan melalui apa pelatihan-pelatihan seperti ini. Nah ini ya kita harapkan nanti dari sisi pelatihan ini bisa kita dorong untuk menjadi wirausaha baru gitu ya. Jadi bisa berdaya ya, tidak mengandalkan yang lain. Kesetaraan itu penting,” lanjutnya.

Selain mendapatkan materi pelatihan dan praktik langsung dari para ahli, para peserta juga menerima bantuan fasilitas berupa peralatan penunjang usaha seperti oven kue dari BAZNAS RI demi mendukung keberlanjutan usaha mereka setelah pelatihan selesai.






