Mukomuko, 1 Juni 2026 – Bertempat di Hotel Madiyara, Kota Mukomuko, Bengkulu, Senin 01 Juni 2026, telah dilaksanakan Pengukuhan & Pelantikan Pengurus Paguyuban Warga Sunda Mukomuko, Bengkulu Periode 2026-2031 (Organisasi Mitra Paguyuban Pasundan) oleh Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan yang diwakili Ketua Bidang Organisasi dan Pengkaderan Dr. Kunkunrat, M.Si, didampingi Dr Syaiful Almujab, M.Pd. Kegiatan ini mengusung tema “Nyukcruk Lembur Kadua, Ngaraksa Sauyunan”.
Paguyuban ini lahir dari keresahan para inohong Sunda di Mukomuko yang diprakarsai oleh Abah H. Wahyudin atau Abah Haji Madiyara pada 1 Januari 2026. Saat itu muncul keprihatinan: “Warga Sunda di Kabupaten Mukomuko berdasarkan data ada kurang lebih 14 ribu orang, tetapi diajak ngopi bareng saja hararese. Kamarana ari urang Sunda asa hararese kieu…”
Berangkat dari keresahan tersebut, silaturahmi intensif digelar setiap pekan. Bukan hanya membahas organisasi, tapi juga menjadi ajang tukeur carita lembur dari Ciwidey, Sumedang, Tasikmalaya, Garut, Kuningan, hingga Banten. Dari obrolan hangat inilah lahir tekad 32 inohong Sunda untuk membentuk wadah resmi.
Sebanyak 32 tokoh asal berbagai daerah di Tatar Pasundan menjadi pendiri awal, di antaranya H. Wahyudin dari Kota Bandung, Herry Herdiaman Nugraha dari Sumedang, Yanuardi, S.H dari Mukomuko, Edi Gunawan dari Tasikmalaya, hingga Subarkah dari Banten.
Dari titik inilah kemudian Paguyuban Warga Sunda Mukomuko secara kolaboratif mengusung kemitraan dengan oraganisasi Paguyuban Pasundan yang berkedudukan di Kota Bandung, untuk kemudian menjadi dasar pelantikan pengurus.
Ketua Panitia menyampaikan, “Pelantikan hari ini adalah jawaban atas keresahan 5 bulan lalu. Tong hararese. Sekarang kita sudah punya rumah bersama. Tujuannya jelas: Hirup rukun sauyunan, ngamumule budaya, ngawangun lemah cai kadua di Kabupaten Mukomuko.”
Paguyuban Warga Sunda Mukomuko berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam bidang sosial, budaya, dan ekonomi, sekaligus menjaga nilai silih asih, silih asah, silih asuh di tanah rantau.








