Oleh: Siti Sundari
Bandung, Harmonionline.net 6/8/2023
Berbicara soal pertanian, dan menjadi petani sukses harus tahu ilmunya. Sering kita mengalami gagal panen, rugi, dan kecewa karena hasil tidak sebagaimana yang diharapkan Seiring dengan itu bertambahnya lahan -lahan kritis yang dibarengi pula dengan kelangkaan pupuk, mahalnya harga pupuk yang tak bersubsidi, tentu membuat kehidupan petani kian merana. Tentu keberhasilan di bidang pertanian bukan sekedar tanam, kasih pupuk, lalu tinggal tunggu panen dan petik hasilnya.
Tapi begitulah, saat Dudy S. Tafajani, Ketua Perhimpunan Petani (Perhiptani ) Jawa Barat, menjadi narasumber Workshop Solusi Tani mengatakan, sudah kasih pupuk yang cukup dengan biaya yang mahal, karena tidak mendapat harga pupuk bersubsidi, hasil tetap mengecewakan.
Untuk hasil yang tidak mengecewakan dan menjadi petani sukses, ada kiat-kiat tersendiri yang harus kita kuasai ilmunya dan tentu dengan biaya yang tidak mahal tapi hasilnya amat memuaskan. Yang salah satu solusinya adalah dengan menggunakan pupuk organik yang di dalam kandungannya terdapat unsur zat yang bisa menyuburkan tanaman tapi juga mengandung bakteri yang bisa menyuburkan tanah yang mampu mengurai lahan kritis menjadi subur.

Seluk beluk dunia pertanian dengan segala permasalahan dan solusi yang tepat yang bisa menguntungkan petani dibahas tuntas melalui Workshop Solusi Tani yang mengangkat tema Formulasi Pupuk Organik Dalam Menjaga Ketahanan Pangan yang diselenggarakan oleh Andin Entertainment pada Minggu, 6 Agustus 2023 di sebuah hotel di Bandung.
Workshop Solusi Tani ini diikuti oleh berbagai kalangan dan profesi yang tertarik pada bidang pertanian atau tanam menanam dengan narasumber Dudy S. Tafajani, S.P. Ketua Perhiptani Jawa Barat, Reno Rahmawan, S.T., M.T., Chemical Engineering dan Agus Nugraha, S.T., Praktisi dan Penyuluh Pertanian.
Sang penggagas Workshop, Andini Puteri sekaligus pembina dan owner Andin Entertainment mengatakan workshop
Solusi Tani ini merupakan mimpinya yang ingin menciptakan petani-petani milenial yang sukses sehingga diharapkan dengan adanya workshop ini peserta mendapat wawasan bagaimana mengolah lahan dan menjadi petani sukses. Peserta juga bisa mengedukasi orang-orang yang tertarik pada pertanian untuk menjadi petani sukses dengan memberikan ilmu yang diperoleh dari sini.
Sementara itu, narasumber Agus Nugraha, ST., seorang praktisi dan penyuluh pertanian, juga tampil sebagai salah seorang pembicara.
Agus mengatakan, apa yang harus dilakukan pada lahan, bagaimana dan kapan menanam tanamannya, serta bagaimana penggunaan pupuk organik pada tanamannya adalah rahasia menjadi petani sukses.
Sebagaimana kita tahu, kata Agus, ada 4 sistem pertanian yang bisa kita lakukan untuk bertani yaitu geophonic, hydrophonic, biophonic, dan aerophonic.
“Keempat sistem pertanian tersebut, tentunya berbeda penanganan teehadap tanamannya dari segi cara pemberian pupuk, dan jenis pupuk apa yang digunakan”, tandas Agus Nugraha.
Agus sendiri mengaku, sebenarnya dirinya bukanlah ahli di bidang pertanian karena latar belakang ilmunya adalah bidang teknik. Tapi karena ingin menjadi pelaku bisnis di bidang pertanian maka ia geluti seluk beluk pertanian dengan serius. Kegagalan demi kegagalan yang dialami, tapi terus mencari solusi tanpa putus asa dan mengenal lelah, akhirnya setelah menggunakan produk pupuk organik ajaib, akhirnya ia mendulang cuan sebagai petani kopi sukses.
Dengan pemakaian pupuk seperti biasa dan ditambah dengan pupuk organik, pohon kopinya terus menerus berbuah, selain lebat tiap cabang dan rantingnya dengan buah kopi, juga ukurannya 2x lebih besar dari sebelumnya serta rasanya lebih wangi.
Kesuksesannya ini tentu membuat orang lain penasaran ingin tahu rahasia pupuk organik apa yang begitu luar biasa mengantarkan Agus menjadi petani sukses dan akhirnya menjadi Praktisi dan Penyuluh Pertanian.
Pembicara lain, Reno Rahmawan, ST.,MT., seorang chemical engineering, mengatakan untuk menjadi petani sukses ia harus mengetahui unsur-unsur apa yang diperlukan pertanian, bagaimana mensiasati lahan kritis menjadi subur dan menjadi pertanian yang berkelanjutan.
“Penggunaan pupuk kimia terus menerus akan membuat lahan rusak maka perlu disiasati dengan penggunaan pupuk organik yang selain bisa menyuburkan tanaman, juga menyuburkan tanah.
“Dengan menggunakan pupuk organik, lahan bukan sekedar menjadi media tanam, tapi juga mampu menyuburkan tanah dan memberi hormon yang dibutuhkan tanah yang bisa mempercepat masa panen dengan hasil yang dua kali lipat”, jelas Reno tanpa menyebutkan nama pupuknya dan memperagakan bagaimana penggunaan pupuk dengan cara diprementasikan terlebih dahulu setelah dicampur air.
Sementara itu salah seorang peserta workshop, Yetti R. Setiyadi (73) yang antusias mengikuti workshop solusi tani, kepada Harmoni mengatakan karena produk pupuk untuk pertanian ini ada bisnis yang menjanjikan yang menambah cuan.

“Meski usia seya 73 tahun tapi semangat saya usia 37 tahun. Ternyata setelah saya pikir, makin tua umur kita makin banyak kebutuhannya makin banyak seperti obat-obatan, melepaskan diri dari kejenuhan masa pensiun, kita juga ingin mandiri tidak bergantung pada anak-anak , ujar Yetty antusias.
Andini Puteri owner Andin Entertainment mengatakan, ia bersama timnya Redy, Soni, Ilham, Mimi dan Abdul akan terus mewujudkan mimpinya mencetak petani-petani milenial yang sukses. Karena itu workshop solusi tani ini tidak akan berhenti sampai di sini, akan ada workshop berikutnya dengan menampilkan narasumber yang lebih kompeten dan peserta yang lebih banyak lagi. Bahkan bukan hanya sekedar dibahas secara teori pada akhir September mendatang para peserta akan praktek langsung dibawa ke lapangan bagaimana mengolah tanaman pertanian yang bisa mengantarkan kita menjadi petani sukses dan tidak mengalami gagal panen.













