GARUT – Kepala Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Bandung, Syamsul Huda, ST, M.MT menegaskan peran strategis ORARI dan RAPI sebagai garda terdepan komunikasi alternatif di Indonesia. Hal itu disampaikannya dalam Bimbingan Teknis Amatir Radio bertema “Sinergitas ORARI dan RAPI: Penguatan Komunikasi Untuk Negeri” di Tirtagangga Resort Hotel, Cipanas, Garut, Minggu (2/8/2026).
Kegiatan ini diikuti 35 peserta dari ORARI Daerah Jawa Barat dan 35 peserta dari RAPI Daerah Jawa Barat. Selain Syamsul Huda, hadir juga Wahyu Rudianto selaku Ketua Subtim Kerja Monitoring dan Penertiban Spektrum Frekuensi Radio, serta Hendi Herdiana selaku Ketua Subtim Kerja Kualitas Layanan Spektrum Frekuensi Radio.

Menurut Syamsul Huda, ORARI dan RAPI merupakan organisasi resmi yang diatur peraturan menteri dan memiliki peran krusial. Keberadaan mereka sangat dibutuhkan masyarakat, terutama saat bencana alam atau acara nasional ketika jaringan komunikasi utama mengalami gangguan atau lumpuh.
“Balmon menekankan bahwa kedua organisasi besar ini harus saling melengkapi dan berkolaborasi untuk mengisi celah komunikasi yang tidak dapat disediakan oleh teknologi umum, memastikan informasi tetap tersambung di saat-saat paling kritis,” ujarnya.
Fungsi Strategis ORARI & RAPI
Syamsul merinci 3 fungsi utama kedua organisasi ini diantaranya Adalah, Cadangan Nasional: Menjadi tulang punggung komunikasi saat infrastruktur utama lumpuh, Respon Bencana: Bertindak cepat dalam penyampaian informasi darurat di lapangan, dan Kolaborasi: Sinergi antar organisasi untuk pemenuhan kebutuhan komunikasi publik.

Tiga Pilar Kepatuhan Frekuensi
Meski memiliki peran sosial besar, Balmon menegaskan penggunaan frekuensi radio tetap harus taat hukum. Ada 3 aspek fundamental yang wajib dipenuhi: Izin Resmi penggunaan frekuensi, Perangkat Bersertifikat secara resmi, Informasi Benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Ini bertujuan agar aktivitas komunikasi radio tetap tertib dan tidak mengganggu spektrum frekuensi lainnya,” tegas Syamsul.
Transformasi Pendekatan: Dari Menindak ke Merangkul
Terdapat perubahan paradigma dalam pembinaan komunitas radio di Jawa Barat. Jika sebelumnya pendekatan cenderung bersifat penindakan, kini Balmon lebih mengedepankan pendekatan merangkul dan mendampingi.
“Sinergi ini bertujuan memberi ruang bagi potensi-potensi lokal agar tumbuh secara benar, bermanfaat bagi masyarakat, serta menjadi kebanggaan bagi ORARI dan RAPI Jawa Barat,” kata Syamsul.
Ke depan, Balmon akan memastikan setiap penggunaan frekuensi oleh anggota telah berizin sah, melakukan verifikasi perangkat sesuai standar, dan menjamin informasi yang disebarluaskan benar. Program pendampingan dan sinergi dengan pengurus ORARI dan RAPI Jabar juga akan terus dilanjutkan.
Dengan transisi peran Balmon dari pengawas menjadi mitra strategis, diharapkan ORARI dan RAPI semakin kuat sebagai garda terdepan komunikasi darurat yang legal, profesional, dan terintegrasi di wilayah Jawa Barat. (gp)






