Bandung – Yayasan Majelis Al-Barjah menggelar Festival Perlombaan Islam dalam rangka memperingati Milad ke-7 di Gedung Golkar Bandung, Jalan Pelajar
Pejuang 45, Kota Bandung, Sabtu (18/7/2026).
Mengusung tema “Ngacaka Raga
Ngajika Diri”, kegiatan ini menjadi wadah untuk mencetak generasi Qurani yang berprestasi, berakhlak, serta memiliki semangat dalam mengembangkan potensi di bidang keagamaan.
Festival Perlombaan Islam tersebut diikuti sebanyak 253 peserta dari berbagai daerah. Beragam cabang perlombaan bernuansa Islami turut diselenggarakan, diantaranya lomba adzan, tahfiz Al-Qur’an kategori anak dan dewasa, pidato cilik (Pildacil), mewarnai kaligrafi, desain pondok pesantren, festival musik Islami, serta fashion show.
Melalui kegiatan tersebut, Yayasan Majelis Al-Barjah berupaya memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, sekaligus
memperkuat nilai-nilai keislaman melalui kegiatan yang edukatif dan kompetitif.
Rangkaian kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta, orang tua, dan pendamping. Setiap cabang perlombaan dilaksanakan sesuai
kategori yang telah disiapkan panitia.

Mulai dari lomba adzan, tahfiz Al-Qur’an, Pildacil, hingga festival musik Islami dan fashion show, seluruh peserta berkesempatan menampilkan kemampuan terbaiknya di hadapan dewan juri.
Ketua Pelaksana Milad Ke-7 Yayasan Majelis Al-Barjah, Ustaz Syaeful Anwar, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi
juga bertujuan menumbuhkan kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW serta meningkatkan kualitas keimanan para peserta.
“Supaya lebih mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya, Muhammad SAW. Tujuan lainnya yaitu meningkatkan kualitas dan kuantitas keimanan serta ketakwaan para jemaah ataupun para pesantren,” ujar Ustaz Syaeful Anwar.
Selain menghadirkan perlombaan keagamaan, rangkaian Milad Ke-7 Yayasan Majelis Al-Barjah juga dimeriahkan dengan festival musik Islami, fashion show, serta bazar yang menyediakan beragam kuliner bagi peserta dan pengunjung.
Kehadiran berbagai kegiatan tersebut semakin menambah semarak peringatan milad sekaligus menjadi ruang silaturahmi bagi masyarakat.
Juri Fashion Show, Renfilyusinyanus, mengapresiasi penyelenggaraan Festival Perlombaan Islam yang dinilai menjadi wadah positif bagi masyarakat di Kota Bandung.
“Kegiatan hari ini memang sangat langka kita bilang di Kota Bandung, tapi Alhamdulillah Al-Barjah memfasilitasi kegiatan hari ini yang insyaallah untuk kedepannya juga ini dibikin kegiatan rutin dan diikuti oleh peserta-peserta yang memang masyaallah sangat berpotensi. Alhamdulillah kegiatannya berjalan
lancar. Mudah-mudahan semuanya diberkahi, diberikan keridaan Allah subhanahu wa ta’ala,” tuturnya.
Sementara itu, Penanggung Jawab Pelaksana, Ustaz Irwan Komarayadi, menjelaskan bahwa pendidikan di pondok pesantren tidak hanya berfokus pada pembelajaran agama, tetapi juga harus membekali santri dengan berbagai kemampuan agar siap berkontribusi di tengah masyarakat.
“Pondok pesantren itu bukan hanya memberikan ilmu agama saja, tapi di situ harus lengkap dengan pendidikan-pendidikan yang lainnya yang nantinya ketika di masyarakat santri itu sudah siap terjun ke masyarakat. Jadi santri siap guna, santri yang bermanfaat, maslahat dunia dan akhirat untuk umat,” jelasnya.
Melalui Milad Ke-7 dan Festival Perlombaan Islam ini, Yayasan Majelis Al-Barjah berharap kegiatan tersebut dapat terus menjadi agenda rutin yang mampu membina generasi muda Islam agar tumbuh menjadi generasi Qurani yang unggul, berprestasi, berakhlak mulia, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Penulis : Ghaida Nur Hasya














