• Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Kamis, 20 Agustus 2026
TV Harmoni
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
No Result
View All Result
TV Harmoni
  • Berita
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
Home Hikmah

Pentingnya Mengingat Kematian agar Setiap Langkah Semakin Terarah

Redaksi Harmoni oleh Redaksi Harmoni
Senin, 27 April 2026
in Hikmah
0 0
Pentingnya Mengingat Kematian agar Setiap Langkah Semakin Terarah

Oleh : Dede Farhan Aulawi

Mengingat kematian bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk kedewasaan jiwa dalam memandang kehidupan. Banyak manusia terlena oleh gemerlap dunia, seolah waktu yang dimiliki tidak akan pernah berakhir.

Padahal kematian adalah kepastian yang tidak pernah dapat ditolak, hanya waktunya yang menjadi rahasia. Ketika seseorang mulai mengingat kematian, ia akan menyadari bahwa hidup bukan sekadar perjalanan tanpa tujuan, tetapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.

Kesadaran akan kematian menjadikan manusia lebih berhati-hati dalam melangkah. Ia akan berpikir sebelum berbicara, mempertimbangkan sebelum bertindak, dan menimbang sebelum memutuskan.

Setiap langkah tidak lagi didorong oleh hawa nafsu sesaat, tetapi oleh nilai dan makna yang lebih dalam. Orang yang selalu mengingat kematian memahami bahwa setiap detik kehidupan adalah bekal menuju akhirat. Karena itu, ia berusaha agar setiap langkahnya bernilai ibadah, setiap pekerjaannya bernilai manfaat, dan setiap hubungannya dengan sesama dipenuhi dengan kebaikan.

Mengingat kematian juga mampu melunakkan hati yang keras. Kesombongan, iri hati, dan ambisi berlebihan perlahan akan pudar ketika manusia sadar bahwa pada akhirnya semua akan kembali ke tanah.

Jabatan, kekayaan, dan pujian tidak akan ikut masuk ke liang kubur, kecuali amal yang dilakukan dengan ikhlas. Dari sinilah lahir sikap rendah hati, karena manusia sadar bahwa dirinya hanyalah musafir yang sedang singgah sementara di dunia. Dengan demikian, hidup menjadi lebih sederhana namun sarat makna.

Selain itu, mengingat kematian menumbuhkan rasa syukur yang lebih mendalam. Banyak orang menunda kebaikan karena merasa masih memiliki waktu panjang.

Padahal tidak ada seorang pun yang mengetahui apakah esok masih menjadi miliknya. Kesadaran ini mendorong seseorang untuk menghargai setiap kesempatan yang ada, memperbaiki hubungan yang retak, meminta maaf sebelum terlambat, dan memperbanyak amal sebelum waktu habis.

Orang yang mengingat kematian tidak akan mudah menyia-nyiakan hidup, karena ia tahu bahwa waktu adalah nikmat yang tidak dapat diulang.

Dalam kehidupan yang penuh distraksi, mengingat kematian menjadi kompas batin agar manusia tidak kehilangan arah. Ia mengingatkan bahwa tujuan akhir bukanlah dunia, melainkan perjumpaan dengan Sang Pencipta.

Ketika kematian hadir dalam kesadaran, maka setiap langkah akan menjadi lebih terarah, setiap pilihan menjadi lebih bijaksana, dan setiap hari dijalani dengan kesungguhan.

Sebab pada akhirnya, hidup yang baik bukanlah hidup yang panjang, tetapi hidup yang diisi dengan langkah-langkah yang benar menuju akhir yang mulia.

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp
Redaksi Harmoni

Redaksi Harmoni

Info Terkait

Mengangkatnya ke Langit, lalu Menjatuhkannya ke Tanah
Hikmah

Mengangkatnya ke Langit, lalu Menjatuhkannya ke Tanah

Jumat, 14 Agustus 2026
81 Tahun Merdeka, Kita Masih Terjajah oleh Hati yang Kehilangan Nurani.
Hikmah

81 Tahun Merdeka, Kita Masih Terjajah oleh Hati yang Kehilangan Nurani.

Jumat, 7 Agustus 2026
Membangun Perasaan Sosial di Era Individualisme
Hikmah

Membangun Perasaan Sosial di Era Individualisme

Jumat, 31 Juli 2026
Hikmah

Berani Menjadi Benar, Bukan Sekadar Disukai

Jumat, 24 Juli 2026
Mengukur Hidup dengan Timbangan Manfaat
Hikmah

Mengukur Hidup dengan Timbangan Manfaat

Jumat, 17 Juli 2026
RUMAH RADEN SALEH
Hikmah

RUMAH RADEN SALEH

Selasa, 14 Juli 2026

Info Terbaru

PPUMI Jabar dan Yayasan Pusaka KAI Kolaborasi dalam Bidang Pemberdayaan Perempuan Pelaku UMKM

PPUMI Jabar dan Yayasan Pusaka KAI Kolaborasi dalam Bidang Pemberdayaan Perempuan Pelaku UMKM

Kamis, 20 Agustus 2026

Liputan Khusus Semarak HUT RI ke-81 RT. 08/RW 07 Komplek Mega Asri Sukaraja Bandung

Rabu, 19 Agustus 2026

Taklukan Bali United, Persib Bandung Juara Dewata Challenge Series 2026

Rabu, 19 Agustus 2026

Semarak HUT Ke-81 RI, SLBN Cicendo Gelar Beragam Perlombaan Tradisional

Rabu, 19 Agustus 2026

Video

  • All
  • Video

Grand Final Pemilihan Duta GenRe Bandung 2026

Jumat, 19 Juni 2026

Liputan Khusus “Gebyar Manasik Akbar” MHU

Senin, 15 Juni 2026
Recap Kegiatan Amal di Bulan Ramadhan bersama Air Mineral Al Ma’soem

Recap Kegiatan Amal di Bulan Ramadhan bersama Air Mineral Al Ma’soem

Jumat, 20 Maret 2026
Pendaftaran Mahasiswa Baru FISIP UNPAS telah Dibuka

Pendaftaran Mahasiswa Baru FISIP UNPAS telah Dibuka

Rabu, 18 Maret 2026
[radio_player id="3"]
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2024 Harmoni Online

  • Berita
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Keluarga
  • Ekonomi
  • Etalase
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Unik
  • Wisata
  • Religi
  • Video
  • Foto

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist