Oleh: Joko Intarto
Pagi ini di Sagoro Jogging Track, Kelapa Gading, saya merasa ada yang kurang. Satu teman lari saya tak tampak batang hidungnya.
Lewat WhatsApp, jawabannya cukup mengkhawatirkan: “Kaki saya sakit. Kulit di jempol kanan melepuh karena sepatu yang bermasalah.”
Teman saya ini adalah seorang penderita diabetes yang disiplin. Sama seperti saya, ia mengelola gula darah murni melalui olahraga, tanpa obat maupun insulin. Namun, seminggu lalu dia memamerkan sepatu baru merk ternama buatan Eropa yang dibelinya secara online seharga Rp1,5 juta.
”Nggak bisa dicoba dulu dong?” tanya saya waktu itu.
“Ya nggak bisalah. Bayar lunas dulu, baru barang dikirim,” jawabnya enteng.
Meski merk dan nomornya sama dengan sepatu lama, ternyata model yang baru ini lebih ramping.
“Apa tidak terlalu sempit? Kakinya kan jeber?” tanya saya dalam hati.
Ternyata dugaan saya benar. Pada hari keempat, ia mulai mengeluh sepatunya terasa sempit saat dipakai jogging agak lama. Hari ini, kakinya menyerah. Jempolnya melepuh.
Bagi kita yang sedang berjuang menjaga gula darah, luka di kaki adalah “lampu merah”. Luka sekecil apa pun di telapak atau jari bisa menjadi pintu masuk infeksi yang berbahaya jika gula darah sedang tidak bersahabat.
Untuk menghindari “salah beli” yang berujung luka, ada baiknya kita kembali ke cara lama:
- Beli Secara Offline: Datang langsung ke toko. Sepatu olahraga wajib dicoba dan dipakai berjalan di tempat. Nyaman di layar ponsel belum tentu nyaman di kaki.
- Beli di Sore Hari: Saat itulah kaki mencapai ukuran terbesarnya. Jangan beli sepatu di pagi hari karena risiko terasa sempit saat dipakai aktivitas lama.
- Jangan Terpaku Nomor: Setiap model punya potongan berbeda. Jika biasanya pakai nomor 42 di model lebar, mungkin Anda butuh 43 untuk model yang ramping.
- Ruang Jari: Pastikan ada jarak setebal jempol tangan antara ujung jari dan ujung sepatu. Jari kaki harus bisa “menari” di dalam.
- Pastikan sepatu bagian dalam (terutama bagian jari) tidak ada sambungan bahan atau jahitan yang menonjol. Untuk memastikannya, rabalah bagian dalam sepatu itu dengan jari Anda.
- Pilih sepatu yang bahannya kain lembut atau sedikit elastis sehingga tidak menimbulkan gesekan yang berisiko. Inilah pentingnya membeli secara offline.
Punya sepatu mahal terasa sia-sia jika justru membuat kita absen dari lintasan lari. Sehat itu dimulai dari langkah kaki yang nyaman, bukan sepatu dengan gaya yang menawan.(jto)













