• Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Senin, 20 April 2026
TV Harmoni
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
No Result
View All Result
TV Harmoni
  • Berita
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
Home Religi

Note : Ustadz Nur Ihsan Jundulloh Lc., Masjid Al Amin Situsari Bandung – MT Sahabat Bandung Community (SBC)

Redaksi Harmoni oleh Redaksi Harmoni
Senin, 20 April 2026
in Religi
0 0
Note : Ustadz Nur Ihsan Jundulloh Lc., Masjid Al Amin Situsari Bandung – MT Sahabat Bandung Community (SBC)

Senin, 20 April 2026
by : lucyrustikasari

💚TADABBUR QURAN & SIRAH NABAWIYAH
(▪️QS. AL BAQARAH AYAT 38-39)💚

▪️QS. Al Baqarah ayat 38. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قُلْنَا اهْبِطُوْا مِنْهَا جَمِيْعًا ۚ فَاِ مَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِّنِّيْ هُدًى فَمَنْ تَبِـعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
“Kami berfirman, “Turunlah kamu semua dari surga! Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.””.

🌂Ayat 38 – 39 ttg kisah nabi Adam, dimana Adam, Hawa & iblis, Allaah perintahkan turun dari surga. “Qulnahbithuu min haa jami’aa” = “Turunlah kamu semua dari surga”. Turun = gambaran dari atas ke bawah, artinya : Surga memang ada di atas, sedangkan neraka ada di di bawah bumi/dunia = dunia posisinya ditengah2 (diatasnya ada surga, dibawahnya ada neraka). Pilihan manusia (Adam & Hawa) dibumi, mau ke atas atau mau ke bawah, ada pd diri manusia itu sendiri. Kalau mau naik keatas, pasti perlu effort/usaha utk capek/harus nge-gas, beda dg kalau turun, gampang tinggal turun tapi perlu nge-rem, dan kepeleset ketika naik itu wajar, asal jangan berhenti saat menanjak. Naik ke surga butuh usaha 2x lipat, namun yg buat kita masuk surga karena RAHMAT Allaah, namun jika sudah masuk surga, Allaah tidak sebut2 karena Rahmat Allaah, tapi karena perbuatan kalian/balasan atas usaha manusia.

🌂Di ayat 36, Allaah sudah perintahkan nabi Adam utk turun : “wa qulnahbithuu”. Tapi di ayat 38, diulang/ada pengulangan (tardib) = mengulang topik yg sedang dibahas.
🌂Di ayat 36 : Allaah sudah memperingatkan : “ba’dhukum liba’dhin” = bhw turunnya kalian ke bumi, menjadi musuh.
✅Maknanya : Dunia itu ruang konflik sesama manusia, selalu ada potensi utk gesekan/konflik antara Adam-Hawa (sesama manusia), & iblis (manusia & iblis).
🌂Dan di ayat 38 : Konflik itu biasa/wajar, maka harus di menej/dikelola, caranya : “Hudaaya fa laa khoufun ‘alaihim wa laa hum yahzanuun” = “Barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pd mereka & mereka tidak bersedih hati”.
✅Ikuti petunjuk/panduan Allaah, supaya konflik/permusuhan yg ada tidak menimbulkan kecemasan & depresi/kesedihan.
✅Ayat 36 : Bukan mengajarkan utk mencari musuh, tapi utk menyadarkan manusia bhw musuh itu pasti ada, dicari atau tidak dicari, musuh pasti ada. bahkan nabi juga punya musuh, pdhl nabi ahlaknya sangat mulia, tutur katanya sangat terjaga, interaksi dg sesama manusia sangat hati2, tapi tetep punya musuh, apalagi kita. ▪️QS. Al An’am ayat 112 : “Setiap nabi punya musuh”.
✅Meskipun kita tidak mencari musuh, tapi pasti ada musuh/yg tidak suka pd kita, tapi yg terpenting adalah, jangan sampai kita dimusuhi karena ahlak, perilaku & tingkah kita, karena nabi dimusuhi bukan karena kepribadian & intergritasnya, tapi karena PESAN yg disampaikannya kpd manusia. Pesan yg dibawa nabi, yaitu : Sembah/taati Allaah & ikuti saya sbg Rasul. Artinya : Yg akan memusuhi = yg tidak se-frekuensi. Nabi tidak mencari pengikut, dg kalimat “laa ilaha illallah”, nabi hanya meminta manusia menyembah Allaah sbg Tuhannya = membebaskan manusia dari perbudakan pd manusia/ jangan menuhankan selain Allaah. Sementara orang elite (kaum kaya) tidak mau disejajarkan dg budak, jika ikuti nabi, shg budaknya tidak akan menuhankannya lagi sbg majikan tapi akan menuhankan Tuhan yg sama.

🌂Di ayat 38 : “Faa immaa ya tiyannakum minnii” = “Kalau nanti datang pd kalian petunjuk dari-Ku”. ✅Maknanya : Allaah sangat memprioritaskan manusia (“datang kpd kalian, dari-Ku petunjuk”).
✅Maka siapapun yg ikuti petunjuk-Ku = mereka tidak akan cemas & tidak bersedih hati.
🌂Dimana keduanya ini merupakan 2 penyakit jiwa manusia yg di wanti2 oleh Allaah, sejak awal manusia diturunkan ke dunia (sejak nabi Adam), yaitu :🔸️1). KHAUF (takut/cemas) & 🔸️2). HAZAN (depresi/sedih). Dua penyakit ini yg selalu menyelimuti & mengancam jiwa manusia, di dunia. Yg tidak ada khauf & hazan, hanya di surga.
✅Maka yg ikuti petunjuk Allaah = tidak ada cemas & tidak ada depresi = syaratnya harus ikuti GUIDANCE Allaah (petunjuk, panduan, bimbingan dari Allaah).

🌂Jika di ayat 38 : Siapa yg ikut petunjuk Allaah = tidak ada kecemasan & kesedihan.
🌂Di ayat 39 = antitesa/kebalikannya = seharusnya : siapa yg tidak ikuti petunjuk Allaah, akan cemas & sedih. Tapi yg Allaah sebutkan : “kafaru (orang kafir) & kadzdzabuu (yg mendustakan ayat2 Allaah)”.
▪️Shg narasinya di ayat 39 :
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَا لَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَكَذَّبُوْا بِـاٰيٰتِنَاۤ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّا رِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
“Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.”

🌂Allaah sebut “ayat2 Kami”, bukan “petunjuk”. = “tidak mengikuti petunjuk”, sebab tidak semua yg tidak ikuti petunjuk Allaah itu, otomatis masuk neraka, bisa jadi yg tidak ikut petunjuk Allaah karena ia tidak tahu/tidak sampai ayat2 Allaah kpd mereka, atau bisa jadi anak kecil, atau orang yg terpaksa, orang gila/tidak sadar/hilang akal. ▪️QS. Al Isra ayat 15 : Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
مَنِ اهْتَدٰى فَاِ نَّمَا يَهْتَدِيْ لِنَفْسِهٖ ۚ وَمَنْ ضَلَّ فَاِ نَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۗ وَلَا تَزِرُ وَا زِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰى ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِيْنَ حَتّٰى نَبْعَثَ رَسُوْلًا
“Barang siapa berbuat sesuai dengan petunjuk (Allah), maka sesungguhnya itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa tersesat maka sesungguhnya (kerugian) itu bagi dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul.”.

🌂Allaah tidak akan mengazab/menghukum, sebelum Allaah mengutus utusan/nabi/rasul, yg memberitahu/membimbing/mewanti2 kalian, dan ada masa sosialisasinya sampai ditetapkan hukum, maka yg dihukum itu adalah orang2 yg sudah tahu, sudah ada yg memberitahu, sudah melihat, sudah membaca, dsb.
🌂“Ash haabun naar” = penghuni neraka. ✅Penghuni neraka itu, bukan hanya sekedar tidak ikuti petunjuk tapi ia kafir & mendustakan ayat2 Allaah. Dan disini = akumulasi dari kafir (mengingkari-pasif) & takzib = melakukan propaganda/kafir agresif/jadi provokator/mengajak orang lain.

🌂Ayat 38 – 39 = Gambaran penutup kisah nabi Adam setelah turun ke bumi. Kemudian di ayat 40, gambarannya dialihkan dari nabi Adam ke Bani Israil. Dimana nantinya Bani Israil itu ada yg ikuti petunjuk & ada juga yg kafir (ingkar/tidak percaya -dlm hati sendiri), & kadzabu (tidak percaya + menyebarkan & membuat orang lain ikut tidak percaya).
🌂Di ayat 38 : “Tidak ikuti petunjuk” = ragu dg petunjuk = kadzabu bi hudaya.
🌂Tapi di ayat 39 : Tidak ikuti ayat = bukti, saksi, kenyataan, fakta & data = kadzabu bi ayatina.
✅Jadi ahli neraka itu : Mereka yg sudah diberi data, fakta, bukti, tapi masih terus menyangkal/mengingkari/masih tidak percaya/ngeyel, & mengajak orang lain utk tidak percaya = arogansi, maka pantas jika dibalas oleh Allaah dg neraka.
✅Ashab = sahabat = kedekatan dlm waktu yg panjang. Disebut “ashhabuun naar” = sahabat neraka = sebab kelakuan mereka spt api/se-frekuensi dg api. Shg mereka KEKAL di dalamnya : “hum fiihaa khooliduun”.

🌂Allaah Maha Adil = Yg berbuat dosa & keras kepala, walaupun didunia hanya sebentar saja berbuat dosa & keras kepalanya (mengingkari & arogansi provokasinya), tapi balasan dari Allaah = kekal di neraka. Spt : Firaun, meskipun jadi monster/peng-genosida anak2/merasa jadi Tuhan, hanya sebentar, setelah ia bermimpi akan ada anak dari Bani Israil yg menghancurkan kekuasaan firaun, karena takut kekuasaannya hilang/takut hilang hegemoninya thd dunia, sampai ia ditenggelamkan di laut merah, mungkin hanya beberapa puluh tahun saja, tapi karena “kafaru & kadzabu”, shg ia dineraka selama2nya.

✅Utk memahami bagaimana keadilan Allaah, maka lihat jawaban dari Allaah, dari yg punya neraka, ▪️QS. Al An’am ayat 27 – 28 : Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَوْ تَرٰۤى اِذْ وُقِفُوْا عَلَى النَّا رِ فَقَا لُوْا يٰلَيْتَنَا نُرَدُّ وَلَا نُكَذِّبَ بِاٰ يٰتِ رَبِّنَا وَنَكُوْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ
“Dan seandainya engkau (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, mereka berkata, “Seandainya kami dikembalikan (ke dunia) tentu kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman.””.
بَلْ بَدَا لَهُمْ مَّا كَا نُوْا يُخْفُوْنَ مِنْ قَبْلُ ۗ وَلَوْ رُدُّوْا لَعَا دُوْا لِمَا نُهُوْا عَنْهُ وَاِ نَّهُمْ لَـكٰذِبُوْنَ
“Tetapi (sebenarnya) bagi mereka telah nyata kejahatan yang mereka sembunyikan dahulu. Seandainya mereka dikembalikan ke dunia, tentu mereka akan mengulang kembali apa yang telah dilarang mengerjakannya. Mereka itu sungguh pendusta.”.

🌂Di ayat 27 : “Yaa laitanaa” = Penyesalan yg luar biasa, tidak mungkin kejadian lagi. Karena “Mendustakan” = bukan sekedar kafir/ingkar, tapi aktif agresif jadi provokator = yg memprovokatori supaya orang2 mengingkari/tidak percaya.
✅Allaah tahu, seandainya diberi kesempatan kedua, ia pasti akan mengerjakan apa yg dilarang/ pasti bakal spt itu lagi/tidak kapok.
✅Akar psikologisnya : Orang yg mendustakan = “Kadzibin/kadzibun” = proyeksi diri = akan memproyeksikan dirinya ke orang lain = sebenarnya ia yg pendusta, tapi menganggap orang lain yg pendusta. Menyebut nabi Muhammad ﷺ pendusta, pdhl ia sendiri sebenarnya yg pendusta. Misal : Abu Jahal dikembalikan ke dunia, pdhl sudah dihadapkan pdnya neraka, tapi belum tentu taubat = tidak akan trauma utk mendustakan ayat2 Allaah.
✅Itulah yg menjelaskan kenapa mereka itu SELAMA2NYA di neraka.
✅Karena Allaah tahu perilaku manusia. NIAT orang mukmin lebih baik dari amalnya, sedangkan NIAT orang kafir lebih buruk dari perbuatannya.
🌂Spt : Perbuatannya genosida penduduk gaza = buruk, tapi isi hatinya jauh lebih buruk lagi, ingin genosida seluruh umat islam. ▪️QS. Ali Imran ayat 118 : “Qad badatil baghdhaaa’u min afwaahihim wa maa tukhfii shuduuruhum akbar” = “Sungguh telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yg tersembunyi dihati mereka, lebih jahat/lebih besar lagi”.
✅Maka : “Hum fiihaa khooliduun” = Mereka kekal didalamnya. Itulah balasan yg setimpal bagi orang2 yg “kafaru & kadzabu”, jika dikembalikan ke dunia, keras kepalanya tidak ada obatnya.

▪️QS. Al Baqarah ayat 40. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰبَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ اذْكُرُوْا نِعْمَتِيَ الَّتِيْۤ اَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَاَ وْفُوْا بِعَهْدِيْۤ اُوْفِ بِعَهْدِكُمْ ۚ وَاِ يَّايَ فَا رْهَبُوْنِ
“Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu. Dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu dan takutlah kepada-Ku saja.”.

🌂Ayat 40 : Pindah topik dari Bani Adam ke Bani Israil. Hanya sampai nabi Adam diperintahkan turun ke bumi, sedangkan cerita kisah Khabil & Habil ada di ▪️QS. Ali Imran. Kenapa ?? Karena Al Quran bukan buku cerita biasa, shg bukan mengurutkan kisah, tapi Al Quran = sbg kitab hidayah, ada panduan didalamnya.
🌂Kisah Bani Israil ada di ▪️QS. Al Baqarah yg turun di awal Rasul tingal di Madinah (tahun 1-2 hijriyah), karena nabi setelah hijrah bertemu dg Bani Israi, di Madinah ada ahli kitab, ada Bani Israil (yahudi), dimana nabi harus berdakwah pd Bani Israil, mau ikut petunjuk nabi atau mau kafaru & kadzabu. Walau Bani Israil mengakunya umat pilihan Tuhan, tapi jika tidak mengikuti petunjuk Allaah = jadi ahli neraka.

🌂Ayat 40 sampai dg ayat 120 di surat Al Baqarah, kurleb 80 ayat ttg Bani Israil.
🌂Di ayat 122 sama awal ayatnya : “Yaa banii isrooo illadzkuruu ni’matiyallatii an’amtu ‘alaikum wa anni fadhdholtukum ‘alal ‘aalamiin” = “Wahai Bani Israil ! Ingatlah nikmat-Ku yg telah Aku berikan kpdmu & Aku telah melebihkan kamu dari semua umat yg lain di alam ini (pd masa itu)”.
🌂Sama dg di ayat 40 : “Yaa baniii isrooo illadzkuruu ni’matiyallatii an’amtu ‘alaikum” == “Wahai bani israil ! Ingatlah nikmat-Ku yg telah Aku berikan kepadamu”. == >>
✅Panggilan pd Bani Israil, utk mengingat nikmat Allaah yg telah diberikan. Karena Bani Israil = kaum yg banyak kufur nikmat.
.
.
🚪TANYA JAWAB :
🔹️1️⃣. Kenapa penyebutan Tuhan itu, ada yg Tuhan Bani Israil, Tuhan bangsa Arab & Tuhan semesta alam ??
Jawab : Lebih baik cari hikmahnya jangan mempertanyakan tuhannya, karena salah satu penyakit Bani Israil yg paling akut adalah “Materialistik”. Di ▪️QS. Al Baqarah di awali dg (ayat 3) : orang bertaqwa sifatnya percaya pd yg ghaib. Sementara saat itu Bani Israil sifatnya materialistik/ orang yg susah percaya dg yg ghaib2/”seeing is believing” = bisa dilihat baru dipercaya. Bani Israil inginnya yg kelihatan2, ingin Tuhan yg kelihatan, pdhl mereka sudah ditampakan mukjizat/tanda kekuasaan Allaah, shg tidak perlu lihat Allaah-nya, cukup lihat tanda kekuasaan Allaah, puncaknya spt : laut terbelah, firaun yg tenggelam, orang yg bisa hidup kembali setelah mati, tapi mereka ingin Tuhan yg kelihatan.
✅Maka salah satu hikmahnya = jangan sampai kita, spt Bani Israil yg beredar disekitar nabi, tapi tidak percaya pd Tuhan, jika tidak terlihat, tidak mau percaya. Bani Israil itu muslim pd zamannya, tapi bermasalah dlm ke-Tuhan-annya/ke-Tauhid-annya.
✅Maka kisah Bani Israil dlm Quran = cermin utk kita, jangan sampai spt muslim zaman dulu = mengaku muslim tapi bermasalah dlm ke-Tuhan-annya/ke-tauhid-annya. Tuhan bangsa Arab, orang Arab meskipun musyrik masih percaya pd yg ghaib, lisan mereka masih ada sisa2 ketauhidan, walau musyrik ketika Raja Abrahah hancur oleh burung ababil yg bawa batu dari neraka, orang Arab masih menyebut bhw yg menjaga kabah adalah Tuhan.
🔹️2️⃣. Orang beriman masuk surga, tapi dihisab dulu, apakah orang musyrik juga dihisab ??
Jawab : Hisab = perhitungan, jika masih menyisakan kebaikan akan dihitung, tapi jika sudah tidak ada kebaikan = kufur/musyrik/kafir = tidak akan dihisab. Mungkin orang musyrik/kafir berbuat baik di dunia, tapi kebaikannya dibalas sempurna oleh Allaah di dunia (hanya selama di dunia saja), tidak ada yg dibawa ke akhirat. ▪️QS. Hud ayat 15 – 16 : Hisab itu bagi mereka yg masih dihitung di akhirat (potensi kebaikan), jika tidak ada yg bisa dihitung di akhirat, apalagi yg harus dihisab ??.
✅Maka konsep harta/dunia, menurut ▪️Ali bin Abi Thalib : “Halalnya jadi hisab, haramnya jadi siksa”.
🌂Didapat & dipakai dg halal = dihisab. Didapat dipakai dg haram = disiksa. Dan Allaah tidak akan menerima yg tidak baik (yg haram). Input haram outputnya halal = tidak mungkin diterima oleh Allaah, spt : jika harta hasil dari korupsi dipakai utk haji, hajinya tidak diterima oleh Allaah. Input halal tapi outputnya haram = usaha utk dpt halanya di hisab tapi hasil/outputnya di azab.
🔹️3️⃣. Di ▪️QS. Al Baqarah ayat 40 & 122, bunyi ayatnya sama, kenapa tidak sekaligus dlm penyusunannya, kenapa bertahap, & bagaimana disusun oleh para sahabat di zaman Umar bin Khatab ??
Jawab : Surat Al Baqarah turun di dua tempat berbeda (Mekah & Madinah), awal2 surat Al Baqarah turun saat rasaul tinggal di Madinah, tapi dua ayat terahir ▪️QS. Al Baqarah, diterima saat nabi perjalanan isra mi’raj. ▪️HR. Muslim : “Tiga oleh2 nabi dari isra mi’raj, adalah : shalat, ampunan bagi yg berbuat syirik (bertaubat sebelum meninggal), & QS. Al Baqarah 2 ayat terahir”. Isra mi’raj dilakukan sebelum hijrah ke Madinah, sedangkan surat Al Baqarah banyak turun setelah hijrah. Artinya : Urutan turun surat dlm Quran tidak sama dg urutan penyusunan mushaf. Karena yg membimbing mengurutkannya adalah jibril yg langsung menyampaikan ke rasul. Allaah menjawab di ▪️QS. Hud ayat 1 : Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
الٓرٰ ۗ كِتٰبٌ اُحْكِمَتْ اٰيٰـتُهٗ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِنْ لَّدُنْ حَكِيْمٍ خَبِيْرٍ
“Alif Lam Ra. (Inilah) Kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi, kemudian dijelaskan secara terperinci, (yang diturunkan) dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana, Maha Mengetahui,”.

🌂“uhkimat” = disusun dg rapi. == >> Disusun ayat2nya dg rapi & penuh hikmah.
✅Turunnya tidak sama dg disusunnya, spt puzzle, tidak berurutan tapi tersusun dg rapi & jadi gambaran yg indah.
“Kitabun uhkimat aayaatuhuu” == >> ✅Membuktikan bhw kitab ini bukan produk manusia, karena manusia tidak akan sanggup, manusia memiliki daya ingat yg terbatas, kata per kata yg sudah disebutkan tidak akan diingat oleh manusia.
.
.
.

bersambungkeayatselanjutnya

#semogabermanfaat

mohonmaafsgalakkurangandrpenulis

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp
Redaksi Harmoni

Redaksi Harmoni

Info Terkait

LIPUTAN KHUSUS : Kajian Rutin Bulanan MT Uswatunnisaa Bersama Ust.Azam Elhaq ( Da’i Aksi Indosiar)
Religi

LIPUTAN KHUSUS : Kajian Rutin Bulanan MT Uswatunnisaa Bersama Ust.Azam Elhaq ( Da’i Aksi Indosiar)

Senin, 20 April 2026
MT Srikandi : Halal Bihalal Perkuat Ukhuwah Islamiyah Menebar Semangat Dakwah
Religi

MT Srikandi : Halal Bihalal Perkuat Ukhuwah Islamiyah Menebar Semangat Dakwah

Senin, 20 April 2026
Shalat merupakan Ibadah Terpenting
Religi

Shalat merupakan Ibadah Terpenting

Minggu, 19 April 2026
Halal Bihalal & Temu Kangen Keluarga Besar Balai Diklat Lembang ” Lintas Masa “
Religi

Halal Bihalal & Temu Kangen Keluarga Besar Balai Diklat Lembang ” Lintas Masa “

Sabtu, 18 April 2026
LIPUTAN KHUSUS : Kajian Ust. Nana Gerhana – Satukan Hati Eratkan Silaturahmi
Religi

LIPUTAN KHUSUS : Kajian Ust. Nana Gerhana – Satukan Hati Eratkan Silaturahmi

Jumat, 17 April 2026
MT Ariajipang – Ust. Ruslan Abdul Ghani ( UGE )
Religi

MT Ariajipang – Ust. Ruslan Abdul Ghani ( UGE )

Kamis, 16 April 2026

Info Terbaru

Note : Ustadz Nur Ihsan Jundulloh Lc., Masjid Al Amin Situsari Bandung – MT Sahabat Bandung Community (SBC)

Note : Ustadz Nur Ihsan Jundulloh Lc., Masjid Al Amin Situsari Bandung – MT Sahabat Bandung Community (SBC)

Senin, 20 April 2026
LIPUTAN KHUSUS : Kajian Rutin Bulanan MT Uswatunnisaa Bersama Ust.Azam Elhaq ( Da’i Aksi Indosiar)

LIPUTAN KHUSUS : Kajian Rutin Bulanan MT Uswatunnisaa Bersama Ust.Azam Elhaq ( Da’i Aksi Indosiar)

Senin, 20 April 2026
MT Srikandi : Halal Bihalal Perkuat Ukhuwah Islamiyah Menebar Semangat Dakwah

MT Srikandi : Halal Bihalal Perkuat Ukhuwah Islamiyah Menebar Semangat Dakwah

Senin, 20 April 2026
dE’Collotos Rock’N Fest Eps.16 : Silaturahmi Musisi dan Pecinta Musik Ngahiji

dE’Collotos Rock’N Fest Eps.16 : Silaturahmi Musisi dan Pecinta Musik Ngahiji

Minggu, 19 April 2026

Video

  • All
  • Video
Recap Kegiatan Amal di Bulan Ramadhan bersama Air Mineral Al Ma’soem

Recap Kegiatan Amal di Bulan Ramadhan bersama Air Mineral Al Ma’soem

Jumat, 20 Maret 2026
Pendaftaran Mahasiswa Baru FISIP UNPAS telah Dibuka

Pendaftaran Mahasiswa Baru FISIP UNPAS telah Dibuka

Rabu, 18 Maret 2026

“Ramadhan Festival” Talkshow Parenting bersama Elly Risman di Masjid Al Jabbar

Rabu, 11 Maret 2026

Highlight Iftar Ramadhan 1447 H: Berbagi Kasih bersama GMI Kota Bandung

Minggu, 8 Maret 2026
[radio_player id="3"]
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2024 Harmoni Online

  • Berita
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Keluarga
  • Ekonomi
  • Etalase
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Unik
  • Wisata
  • Religi
  • Video
  • Foto

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist