• Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Rabu, 15 April 2026
TV Harmoni
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
No Result
View All Result
TV Harmoni
  • Berita
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
Home Keluarga

Dampak COVID-19: 128 Juta Anak Kehilangan Kesempatan Pendidikan

Redaksi Harmoni oleh Redaksi Harmoni
Kamis, 27 Januari 2022
in Keluarga
0 0
Dampak COVID-19: 128 Juta Anak Kehilangan Kesempatan Pendidikan

Para pelajar di Desa Bukit Temulawak, Yogyakarta mengikuti kelas daring selama pandemi, menggunakan telepon genggam dengan akses internet yang masih terbatas (AFP).

Jenewa, Swiss, harmonionline.net— Sejak diluncurkan sebagai dana global PBB lima tahun lalu, “Education Cannot Wait” (“Pendidikan Tidak Bisa Menunggu”) telah menyediakan pendidikan berkualitas bagi 4,5 juta anak yang terjebak dalam lebih dari 30 krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Para pejabat lembaga itu mengatakan mereka sekarang akan dapat membantu tambahan 2,5 juta anak dan remaja berkat kemurahan pemerintah Jerman yang memberikan lebih dari $228 juta.

Uang itu, kata mereka, akan memungkinkan jutaan anak muda yang terjebak dalam konflik bersenjata, pemindahan paksa, keadaan darurat akibat iklim dan bencana lainnya untuk mendapatkan pendidikan.

Duta Besar Jerman untuk PBB di Jenewa, Katharina Stasch, mengatakan COVID-19 telah mengancam kemajuan yang dicapai di semua bidang, termasuk pendidikan. Dia mengatakan banyak anak tidak bisa bersekolah dan tidak kembali ke sekolah bahkan ketika sekolah dibuka kembali. Dia mengatakan keadaan demikian tidak dapat diterima karena pendidikan adalah kunci untuk mengatasi berbagai tantangan.

Murid-murid SD di desa Bukit Temulawak, Yogyakarta belajar secara online menggunakan ponsel pintar yang dipakai bersama. (Foto: AFP)
Murid-murid SD di desa Bukit Temulawak, Yogyakarta belajar secara online menggunakan ponsel pintar yang dipakai bersama. (Foto: AFP)

“Di seluruh dunia, ada 34 juta anak dan remaja terlantar. Jumlah mereka akan terus bertambah sebagai akibat dari krisis iklim global dan anak-anak perempuan sangat berisiko. Kita memiliki tanggung jawab bersama agar tidak kehilangan generasi ini. Kita tidak boleh meninggalkan siapa pun,” ujar Stasch.

Direktur “Pendidikan Tidak Bisa Menunggu,” Yasmine Sherif, mengatakan bahwa lembaga yang dipimpinnya itu memberi anak-anak paket lengkap kurikulum, pengajaran dan pembelajaran, perlindungan, pemberian makan di sekolah, dan layanan psiko-sosial, semua yang diperlukan untuk mencapai standar pendidikan yang baik.

“Yang sangat penting jika kita ingin mencapai salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan atau hak asasi manusia lainnya. Kecuali generasi anak-anak dan pemuda di negara-negara seperti Burkina Faso, Chad, Suriah, Afghanistan, Republik Afrika Tengah, Rohingya menerima pendidikan 12 tahun, kita tidak akan bisa mencapai banyak hal di tempat lain dalam tujuan yang telah kita tetapkan,” kata Sherif.

Anak-anak di Kathmandu, Nepal menunggu sebelum masuk kelas, setelah sekolah dibuka kembali setelah ditutup selama berbulan-bulan akibat pandemi, 27 September 2021.
Anak-anak di Kathmandu, Nepal menunggu sebelum masuk kelas, setelah sekolah dibuka kembali setelah ditutup selama berbulan-bulan akibat pandemi, 27 September 2021.

Sherif mengakui “Education Cannot Wait” beroperasi di lingkungan-lingkungan yang menantang yang selalu berubah-ubah. Dia mengatakan program tersebut dapat berjalan meskipun banyak krisis dan konflik di seluruh dunia karena statusnya sebagai Dana Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Oleh karena itu, dia mengatakan bahwa lembaga tersebut memiliki sistem dan keamanan yang memberikan perlindungan. Struktur ini, katanya, juga memungkinkan staf lembaga itu untuk berhubungan dengan pemerintah de facto dan kelompok-kelompok milisi yang akan sulit diajak bekerja sama jika “Pendidikan Tidak Bisa Menunggu” berada di luar badan PBB. [lt/jm]

Suber : VOA Indonesia

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp
Redaksi Harmoni

Redaksi Harmoni

Info Terkait

Sikap Ayah kepada Anak Laki-Laki (Pemuda) yang belum Menikah
Keluarga

Anakku bukan Milikku

Senin, 10 November 2025
Sikap Ayah kepada Anak Laki-Laki (Pemuda) yang belum Menikah
Keluarga

Ayah adalah Sang Pendidik Utama

Rabu, 29 Oktober 2025
Sikap Ayah kepada Anak Laki-Laki (Pemuda) yang belum Menikah
Keluarga

Sikap Ayah kepada Anak Laki-Laki (Pemuda) yang belum Menikah

Sabtu, 25 Oktober 2025
Keluarga

Keluarga Bukan Sekadar Rumah: Tentang Emosi, Dukungan dan Rasa Pulang

Kamis, 23 Oktober 2025
Menyulam Kehidupan Baru Pasca Perceraian
Keluarga

Menyulam Kehidupan Baru Pasca Perceraian

Rabu, 20 Agustus 2025
Dari Proklamasi ke Ruang Keluarga, Ruang Aman untuk Tumbuh dan Berkembang
Keluarga

Dari Proklamasi ke Ruang Keluarga, Ruang Aman untuk Tumbuh dan Berkembang

Minggu, 17 Agustus 2025

Info Terbaru

Reshuffle Kabinet dalam Perspektif Konsistensi Akselerasi Pencapaian Visi Pemerintahan

Reshuffle Kabinet dalam Perspektif Konsistensi Akselerasi Pencapaian Visi Pemerintahan

Rabu, 15 April 2026
MT Ariajipang – Ust. Ruslan Abdul Ghani ( UGE )

MT Ariajipang – Ust. Ruslan Abdul Ghani ( UGE )

Selasa, 14 April 2026

Tropicana Slim Dorong Remisi Diabetes Melalui Beat Diabetes 2026

Senin, 13 April 2026
GELAR WAYANG KULIT PURBALINGGA, SATU DEKADE PAPELING KORWIL BANDUNG

GELAR WAYANG KULIT PURBALINGGA, SATU DEKADE PAPELING KORWIL BANDUNG

Senin, 13 April 2026

Video

  • All
  • Video
Recap Kegiatan Amal di Bulan Ramadhan bersama Air Mineral Al Ma’soem

Recap Kegiatan Amal di Bulan Ramadhan bersama Air Mineral Al Ma’soem

Jumat, 20 Maret 2026
Pendaftaran Mahasiswa Baru FISIP UNPAS telah Dibuka

Pendaftaran Mahasiswa Baru FISIP UNPAS telah Dibuka

Rabu, 18 Maret 2026

“Ramadhan Festival” Talkshow Parenting bersama Elly Risman di Masjid Al Jabbar

Rabu, 11 Maret 2026

Highlight Iftar Ramadhan 1447 H: Berbagi Kasih bersama GMI Kota Bandung

Minggu, 8 Maret 2026
[radio_player id="3"]
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2024 Harmoni Online

  • Berita
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Keluarga
  • Ekonomi
  • Etalase
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Unik
  • Wisata
  • Religi
  • Video
  • Foto

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist