• Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Rabu, 21 Oktober 2026
TV Harmoni
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
No Result
View All Result
TV Harmoni
  • Berita
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
Home Berita Kota Bandung

Wali Kota Ajak Warga Kota Bandung Dukung Pertanian Terpadu

Redaksi Harmoni oleh Redaksi Harmoni
Jumat, 15 Oktober 2021
in Kota Bandung
0 0
Wali Kota Ajak Warga Kota Bandung Dukung Pertanian Terpadu

Kota Bandung, harmonionline.net-Guna menguatkan peran kewilayahan agar mandiri dalam menanggapi bencana dan mengenali potensinya, Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung terus menyosialisasi mitigasi bencana. Harapannya, terbentuk Kelurahan Tangguh di Kota Bandung.

Kepala Seksi Mitigasi Bencana Diskar PB Kota Bandung, Amires Pahala mengakui bahwa Diskar PB tidak dapat melakukan sosialisasi dan edukasi mitigasi bencana sendiri. Perlu peran serta semua elemen masyarakat, seperti dunia usaha, akademisi, relawan, hingga media massa.

Pengenalan terkait mitigasi bencana harus dimulai struktur terendah, yakni tingkat RT, RW, dan kelurahan.”Ke depannya, kami ingin coba membentuk Kelurahan Tangguh Bencana untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam hal penanggulangan bencana,” ucap Amires pada Program Bandung Menjawab di Auditorium Rosada Balai Kota Bandung, Kamis (14 Oktober 2021).

Ia mengatakan, di Kota Bandung ada 5 dari 13 bencana alam yang dapat terjadi. Yakni gempa bumi, puting beliung, banjir, longsor, dan kebakaran. Sehingga Diskar PB bersama dengan Bappelitbang tengah menyusun Kajian Risiko Bencana (KRB).

“Kami telah menyusun dua KRB, yaitu terhadap bencana gempa dan banjir. Hasilnya kami akan sosialisasikan kepada masyarakat, agar kesiapsiagaan bencana itu bisa kami cegah,” katanya.

Dengan pengetahuan terkait mitigasi bencana, diharapkan masyarakat bisa mengurangi risiko bencana. Karena warga tidak bisa menghilangkan bencana, namun dapat mengurangi risikonya.

Prinsipnya, masyarakat dapat mengenali ancaman bencana, cara menyelematkan diri, dan tahu tempat yang bisa menyelamatkan atau jalur evakuasi beserta tempat evakuasinya.

“Cara mengurangi risiko dari bencana itu adalah dengan kita terus mengedukasi masyarakat, menyosialisasikan ancaman bencana itu. Dengan memberikan pelatihan kepada masyarakat. Kita ingin masyarakat terlatih dan waspada,” ucap Amires.

“Jika terjadi bencana, masyarakat tidak panik, tapi paham dan tahu apa yang harus dilakukan. Karena prinsip penyelamatan itu adalah bagaimana kita bisa menyelamatkan diri sehingga kita bisa menyelamatkan keluarga dan saudara atau tetangga,” lanjutnya.

Amires mengatakan, saat ini KRB lain juga sedang dalam proses pembahasan. Seperti KRB tentang gempa, kajian awalnya terdapat 19 Kecamatan dengan potensi tinggi. Namun hal itu masih harus dikaji lebih lanjut.

“Dari KRB, akan terpetakan daerah yang berpotensi risikonya tinggi, sedang atau rendah. Artinya Kota Bandung itu berpotensi terhadap bencana,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Tanggap Darurat dan Logistik Penanggulangan Bencana, Roby Darwan mengatakan, pada Januari-Oktober 2021 terjadi 10 kejadian bencana. Di antaranya, banjir, pohon tumbang, canopi roboh, evakuasi korban terjebak banjir, longsor, dan kirmir roboh.

“Sedangkan kebakaran terjadi 146 kejadian, untuk penyelamatan 444 penyelamatan. Selama 2 tahun ini untuk kejadian kebakaran berkurang, karena kebanyakan masyarakat diam di rumah. Untuk kebencanaannya akibat dari cuaca musim hujan,” katanya.

Jika dilihat dari peta rawan kebakaran, kata Roby, sering terjadi di daerah padat penduduk seperti Cicadas dan Kiaracondong. Itu pun terjadi karena kelalaian manusia seperti tidak mencabut peralatan listrik yang tidak dipakai dan memicu arus pendek.

“Untuk kejadian bencana, daerah rawan longsor itu di daerah Bandung Utara, terutama di Cidadap, Coblong, Mandalajati. Untuk daerah banjir yaitu Rancasari, Gedebage, Panyileukan,” katanya.*

Sumber : Humas Kota Bandung

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp
Redaksi Harmoni

Redaksi Harmoni

Info Terkait

Kota Bandung

Anggota Komisi I DPRD Kota Bandung, Erick Darmajaya Soroti Pentingnya Keteladanan dalam Pembangunan Bangsa

Senin, 19 Oktober 2026
Kota Bandung

Problem Literasi, Minat Baca dan Perpustakaan Kota Bandung Butuh Keterlibatan Banyak Pihak

Jumat, 16 Oktober 2026
Kota Bandung

Kang Edwin Jadi Pengisi Acara Kajian “Menjaga Fitrah, Menjaga Generasi: LGBT dalam Perspektif Islam & Tantangan Keluarga di Era Modern

Minggu, 11 Oktober 2026
Kota Bandung

Wakil Ketua I DPRD Kota Bandung Toni Wijaya Apresiasi Inovasi INTI KRESNA Polrestabes Bandung

Minggu, 11 Oktober 2026
Kota Bandung

MUI Kota Bandung Mengukuhkan Toni Wijaya dan Edwin Senjaya Sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan

Minggu, 11 Oktober 2026
Kota Bandung

Kota Bandung Terus Mendorong Terwujudnya Lingkungan Inklusif Bagi Penyandang Disabilitas.

Sabtu, 10 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2024 Harmoni Online

  • Berita
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Keluarga
  • Ekonomi
  • Etalase
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Unik
  • Wisata
  • Religi
  • Video
  • Foto

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist