• Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Kamis, 22 Oktober 2026
TV Harmoni
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
No Result
View All Result
TV Harmoni
  • Berita
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
Home Berita Kota Bandung

Logo Kota Bandung: Ex Undis Sol Vs Gemah Ripah Wibawa Mukti

Redaksi Harmoni oleh Redaksi Harmoni
Minggu, 19 September 2021
in Kota Bandung
0 0
Logo Kota Bandung: Ex Undis Sol Vs Gemah Ripah Wibawa Mukti

Kota Bandung, harmonionline.net-Kota Bandung dan Persib hampir dipastikan tidak bisa terlepaskan. Keduanya bak dua sisi mata uang.

Jika menyebut Kota Bandung, sebagain orang pasti akan teringat dengan Persib, klub sepakbola profesional asal Kota Kembang ini. Bahkan jika menyebut Persib, hampir dipastikan orang akan teringat dengan Kota Bandung.

Terlebih, Kota Bandung dan Persib memang memiliki lambang yang nyaris sama. Namun logo Kota Bandung saat ini berbeda dengan logo saat di era kolonialisme.

Di era itu, logo sebelumnya digambarkan dengan sungai mengalir, melambangkan daerah Bandung yang dialiri sungai Citarum, Cikapundung, dan sungai-sungai lainnya. Di bawahnya juga terdapat motto “Ex Undis Sol” yang artinya mentari muncul di atas gelombang.

Namun dalam sebuah tulisannya, Haryoto Kunto, penulis buku Wajah Bandung Tempo Doeloe menyatakan, “Lahan kukuh” adalah tanah padat yang dalam bahasa Latin disebut “solum”. Ex artinya muncul, asal, atau ke luar, dan “undis” artinya gelombang. Dengan demikian, motto itu seharusnya berbunyi “Ex Undis Solum” bukan “Ex Undis Sol”. Sol artinya matahari, solar dalam bahasa Inggris.

Masih menurut Kunto, lantaran keliru kata Sol inilah, maka Bandung akhirnya berubah menjadi makin panas karena matahari sangat terik menikam ketika siang. Tentu ini hanyalah “guyonan” karena sebetulnya ada berbagai sebab yang mengakibatkan Bandung di gunung ini menjadi panas membakar.

Selepas kemerdekaan, lambang kota Bandung ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kota Besar Bandung tahun 1953 tertanggal 8 Juni 1953, yang diizinkan dengan Keputusan Presiden tertanggal 28 april 1953 No. 104. Lambang Kota Bandung diundangkan dalam Berita Propinsi Jawa Barat tertanggal 28 Agustus 1954 No. 4 lampiran No. 6.

Lambang tersebut berupa perisai yang berbentuk jantung. Perisai tersebut terbagi dalam dua bagian yang dipisahkan oleh balok lintang mendatar bertajuk empat berwarna hitam. Ditambah pelisir berwarna putih (perak) pada pinggir sebelah atasnya.

Pada bagian atas latar kuning (emas) dengan lukisan sebuah gunung berwaarna hijau yang bertumpu pada blok-lintang. Sedangkan bagian bawah latar putih (perak) dengan lukisan empat bidang jalur mendatar berombak yang berwarna biru.

Di bawah perisai itu tersemat sehelai pita berwarna kuning (emas) yang melambai pada kedua ujungnya. Pada pita itu tertulis dengan huruf-huruf besar latin berwarna hitam amsal dalam bahasa Kawi, yang berbunyi Gemar Hipah Wibawa Mukti (tanah subur rakyat makmur).

Sementara perisai atau tameng dikenal dalam kebudayaan dan peradaban sebagai senjata perjuangan untuk mencapai sesuatu tujuan dengan melindungi diri. Perkakas perjuangan yang demikian itu dijadikan lambang yang mempunyai arti menahan segala mara bahaya dan kesukaran.

Kuning (emas) berarti kesejahteraan, keluhungan. Hitam (sabel) berarti kokoh, tegak, kuat. Hijau (sinopel) berarti kemakmuran sejuk. Sedangkan putih (perak) berarti kesucian, biru (azuur) berarti kesetiaan.

Loga Kota Bandung jugalah yang menginspirasi logo Persib. Bedanya, tulisan Gemar Hipah Wibawa Mukti tidak tertulis dalam logo Persib. Selain itu, berkat dua kali meraih juara Liga, kini logo Persib dilengkapi dengan dua bintang di atasnya.*

Kota Bandung dan Persib hampir dipastikan tidak bisa terlepaskan. Keduanya bak dua sisi mata uang.

Jika menyebut Kota Bandung, sebagain orang pasti akan teringat dengan Persib, klub sepakbola profesional asal Kota Kembang ini. Bahkan jika menyebut Persib, hampir dipastikan orang akan teringat dengan Kota Bandung.

Terlebih, Kota Bandung dan Persib memang memiliki lambang yang nyaris sama. Namun logo Kota Bandung saat ini berbeda dengan logo saat di era kolonialisme.

Di era itu, logo sebelumnya digambarkan dengan sungai mengalir, melambangkan daerah Bandung yang dialiri sungai Citarum, Cikapundung, dan sungai-sungai lainnya. Di bawahnya juga terdapat motto “Ex Undis Sol” yang artinya mentari muncul di atas gelombang.

Namun dalam sebuah tulisannya, Haryoto Kunto, penulis buku Wajah Bandung Tempo Doeloe menyatakan, “Lahan kukuh” adalah tanah padat yang dalam bahasa Latin disebut “solum”. Ex artinya muncul, asal, atau ke luar, dan “undis” artinya gelombang. Dengan demikian, motto itu seharusnya berbunyi “Ex Undis Solum” bukan “Ex Undis Sol”. Sol artinya matahari, solar dalam bahasa Inggris.

Masih menurut Kunto, lantaran keliru kata Sol inilah, maka Bandung akhirnya berubah menjadi makin panas karena matahari sangat terik menikam ketika siang. Tentu ini hanyalah “guyonan” karena sebetulnya ada berbagai sebab yang mengakibatkan Bandung di gunung ini menjadi panas membakar.

Selepas kemerdekaan, lambang kota Bandung ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kota Besar Bandung tahun 1953 tertanggal 8 Juni 1953, yang diizinkan dengan Keputusan Presiden tertanggal 28 april 1953 No. 104. Lambang Kota Bandung diundangkan dalam Berita Propinsi Jawa Barat tertanggal 28 Agustus 1954 No. 4 lampiran No. 6.

Lambang tersebut berupa perisai yang berbentuk jantung. Perisai tersebut terbagi dalam dua bagian yang dipisahkan oleh balok lintang mendatar bertajuk empat berwarna hitam. Ditambah pelisir berwarna putih (perak) pada pinggir sebelah atasnya.

Pada bagian atas latar kuning (emas) dengan lukisan sebuah gunung berwaarna hijau yang bertumpu pada blok-lintang. Sedangkan bagian bawah latar putih (perak) dengan lukisan empat bidang jalur mendatar berombak yang berwarna biru.

Di bawah perisai itu tersemat sehelai pita berwarna kuning (emas) yang melambai pada kedua ujungnya. Pada pita itu tertulis dengan huruf-huruf besar latin berwarna hitam amsal dalam bahasa Kawi, yang berbunyi Gemar Hipah Wibawa Mukti (tanah subur rakyat makmur).

Sementara perisai atau tameng dikenal dalam kebudayaan dan peradaban sebagai senjata perjuangan untuk mencapai sesuatu tujuan dengan melindungi diri. Perkakas perjuangan yang demikian itu dijadikan lambang yang mempunyai arti menahan segala mara bahaya dan kesukaran.

Kuning (emas) berarti kesejahteraan, keluhungan. Hitam (sabel) berarti kokoh, tegak, kuat. Hijau (sinopel) berarti kemakmuran sejuk. Sedangkan putih (perak) berarti kesucian, biru (azuur) berarti kesetiaan.

Loga Kota Bandung jugalah yang menginspirasi logo Persib. Bedanya, tulisan Gemar Hipah Wibawa Mukti tidak tertulis dalam logo Persib. Selain itu, berkat dua kali meraih juara Liga, kini logo Persib dilengkapi dengan dua bintang di atasnya.*

Sumber : Humas Bandung

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp
Redaksi Harmoni

Redaksi Harmoni

Info Terkait

Kota Bandung

Satu Tahun Perjalanan Penuh Cinta Humairah: Rumah Bersama dalam Persaudaraan dan Filantropi

Kamis, 22 Oktober 2026
Kota Bandung

Anggota Komisi I DPRD Kota Bandung, Erick Darmajaya Soroti Pentingnya Keteladanan dalam Pembangunan Bangsa

Senin, 19 Oktober 2026
Kota Bandung

Problem Literasi, Minat Baca dan Perpustakaan Kota Bandung Butuh Keterlibatan Banyak Pihak

Jumat, 16 Oktober 2026
Kota Bandung

Kang Edwin Jadi Pengisi Acara Kajian “Menjaga Fitrah, Menjaga Generasi: LGBT dalam Perspektif Islam & Tantangan Keluarga di Era Modern

Minggu, 11 Oktober 2026
Kota Bandung

Wakil Ketua I DPRD Kota Bandung Toni Wijaya Apresiasi Inovasi INTI KRESNA Polrestabes Bandung

Minggu, 11 Oktober 2026
Kota Bandung

MUI Kota Bandung Mengukuhkan Toni Wijaya dan Edwin Senjaya Sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan

Minggu, 11 Oktober 2026

Info Terbaru

Satu Tahun Perjalanan Penuh Cinta Humairah: Rumah Bersama dalam Persaudaraan dan Filantropi

Kamis, 22 Oktober 2026
LIPUTAN KHUSUS : Satu Tahun Perjalanan Penuh Cinta Humairah ✨🌸

LIPUTAN KHUSUS : Satu Tahun Perjalanan Penuh Cinta Humairah ✨🌸

Rabu, 21 Oktober 2026
🔴 LIVE • KAJIAN AKBAR MASJID AL JABBAR BANDUNG 🕊️ “Menjaga Hati dari Penyakit Hati”

🔴 LIVE • KAJIAN AKBAR MASJID AL JABBAR BANDUNG 🕊️ “Menjaga Hati dari Penyakit Hati”

Rabu, 21 Oktober 2026
LIPUTAN KHUSUS : Majelis Ta’lim Ummahatul Qurani • LBGT: Fitrah atau Penyimpangan? 🤔

LIPUTAN KHUSUS : Majelis Ta’lim Ummahatul Qurani • LBGT: Fitrah atau Penyimpangan? 🤔

Selasa, 20 Oktober 2026

Video

  • All
  • Video

Grand Final Pemilihan Duta GenRe Bandung 2026

Jumat, 19 Juni 2026

Liputan Khusus “Gebyar Manasik Akbar” MHU

Senin, 15 Juni 2026
Recap Kegiatan Amal di Bulan Ramadhan bersama Air Mineral Al Ma’soem

Recap Kegiatan Amal di Bulan Ramadhan bersama Air Mineral Al Ma’soem

Jumat, 20 Maret 2026
Pendaftaran Mahasiswa Baru FISIP UNPAS telah Dibuka

Pendaftaran Mahasiswa Baru FISIP UNPAS telah Dibuka

Rabu, 18 Maret 2026
[radio_player id="3"]
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2024 Harmoni Online

  • Berita
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Keluarga
  • Ekonomi
  • Etalase
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Unik
  • Wisata
  • Religi
  • Video
  • Foto

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist