• Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Selasa, 24 Februari 2026
TV Harmoni
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
No Result
View All Result
TV Harmoni
  • Berita
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
Home Berita Kota Bandung

Bandung Lautan Api, Pengorbanan Rakyat Mempertahankan Kemerdekaan

Redaksi Harmoni oleh Redaksi Harmoni
Selasa, 25 Agustus 2020
in Kota Bandung
0 0
Bandung Lautan Api, Pengorbanan Rakyat Mempertahankan Kemerdekaan

Monumen Bandung Lautan Api di Jawa Barat. (Foto: VOA/Rio Tuasikal)

Pertempuran, pengosongan, dan pembumihangusan kota Bandung dicatat dalam sejarah Indonesia sebagai Bandung Lautan Api. Pelaku pembakaran adalah rakyat negara yang baru dibentuk. Sejarawan mengharapkan perhatian lebih atas peristiwa tersebut.

Banyak orang bisa menyanyikan lagu pendek Halo-Halo Bandung. Tetapi tidak sebanyak itu orang yang bisa menghayati makna di balik lagu tersebut.

Sejarawan senior di Bandung, Ahmad Mansyur Suryanegara menyebut peristiwa Bandung Lautan Api, yang mengilhami penciptaan lagu tersebut, sebagai pengorbanan rakyat yang luar biasa dan hanya ada di Bandung.

“Itu benar-benar rakyat (mem)bakar rumah-rumah,” kata Ahmad Mansyur Suryanegara.

Menurut Mansyur, peristiwa bumi hangus itu terjadi didorong semangat ingin merdeka. Mereka tidak mau rumah-rumahnya ditinggali tentara asing. Mereka tidak rela bangunan-bangunan mereka akan digunakan penjajah.

Bandung Lautan Api adalah peristiwa heroik massal rakyat yang terjadi pada awal kemerdekaan, 23 Maret 1946. Mansyur sempat berdialog langsung dengan beberapa pelaku pembakaran.

“Waktu saya tanya, Bu kenapa kok rumahnya dibakar? Siapa yang perintah? Dijawab, presiden,” kata Mansyur.

Padahal, kata Mansyur, yang memimpin gerakan-gerakan pembakaran dan memberi semangat bumi hangus itu adalah AH Nasution.

Sampah-sampah yang berserakan di sekitar Monument Bandung Lautan Api. (Foto: VOA/Rio Tuasikal)
Sampah-sampah yang berserakan di sekitar Monument Bandung Lautan Api. (Foto: VOA/Rio Tuasikal)

“Nasution, selaku kepala staf komandemen satu, mengeluarkan perintah agar semua pegawai dan rakyat sebelum pukul 24 harus meninggalkan kota Bandung. Tetapi, ada kalimat berikutnya, dan membumihanguskan kota Bandung yang ditinggalkannya, serta menyerang kedudukan-kedudukan musuh di utara Bandung,” kata Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia Jakarta Dr. Abdurakhman, yang juga dosen sejarah pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.

Yang jelas, menurut Mansyur, itu adalah pengorbanan besar oleh sekitar 200 ribu warga Bandung kala itu.

Monumen Bandung Lautan Api di Jawa Barat. (Foto: VOA/Rio Tuasikal)
Monumen Bandung Lautan Api di Jawa Barat. (Foto: VOA/Rio Tuasikal)

“Pengorbanan betapa berat seperti itu, dirasakan aman-aman saja, tenang-tenang saja. Artinya, rakyat Jawa Barat, terutama orang Bandung, menghancurkan rumah sendiri pun demi kepentingan kemerdekaan, tidak merasa berat. Proklamasi, semangatnya dahsyat sekali,” kata Mansyur.

Tulisan tentang peristiwa itu tidak banyak dalam sejarah karena fokus pendidikan sejarah adalah sejarah Indonesia, kata Dr. Agus Mulyana, dosen departemen pendidikan sejarah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

Sebagai pengurus Masyarakat Sejarah Indonesia Jawa Barat, Mulyana menyayangkan tidak semua sejarah bisa diberikan di sekolah. Jadi, ia tidak kaget kalau ada siswa sekolah yang tidak tahu secara mendalam sejarah Bandung Lautan Api.

“Kurangnya lokasi yang bisa didatangi dan melihat sisa kawasan yang dibakar. Sangat prihatin,” kata Agus.

Terkait Bandung Lautan Api, Mulyana, yang juga Dekan Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial UPI, berharap pemerintah memberi perhatian lebih agar semua orang memahami betul makna di balik kata-kata itu. Ia prihatin perlawanan rakyat itu kerap diplesetkan menjadi berbagai terminologi negatif, seperti Bandung Lautan Sampah, Bandung Lautan Outlet, atau Bandung Lautan Asmara.

Untuk mengenang peristiwa heroik massal itu, setiap 23 Maret malam ada Pawai Obor di Bandung. Sambil menyanyikan lagu Halo-Halo Bandung, ribuan pelajar dan masyarakat menyusuri ruas-ruas jalan, yang dulu ditapaki warga yang tanpa ragu keluar dari kenyamanan dan membakar tempat tinggal mereka. Pawai Obor menegaskan tekad warga Bandung menjaga kota mereka agar tidak pernah lagi direbut penjajah, apapun bentuknya.[ka/uh]

Sumber : VOA Indonesia

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp
Redaksi Harmoni

Redaksi Harmoni

Info Terkait

UMV “27 Tahun Berkiprah Menebar Cahaya dan Berkah”
Kota Bandung

UMV “27 Tahun Berkiprah Menebar Cahaya dan Berkah”

Minggu, 15 Februari 2026
Kota Bandung

MHABD ke-37 Sukses Digelar, Hadirkan 1.000 Dhuafa dan 7 Pasangan Nikah Massal Disabilitas

Rabu, 11 Februari 2026
Kota Bandung

Sambut Bulan Suci BRI, Pemkot Bandung & IPBM Gelar “NOORRAMADHAN 2026”

Rabu, 11 Februari 2026
Kota Bandung

“Munggah Bungah” di Madrasah Karya Madani, Berbagi bersama Anak Yatim, Dhuafa & Tunanetra

Senin, 9 Februari 2026
Kota Bandung

Perkuat Implementasi OBE, Prodi Ilmu Komunikasi FIKOM Unisba Gelar Lokakarya Pemutakhiran RPS dan Evaluasi Ketercapaian CPL

Rabu, 4 Februari 2026
Kota Bandung

Krisis Moral dan Korupsi: UAS Soroti Makna Tauhid dalam Pengajian di Masjid Trans Bandung

Selasa, 27 Januari 2026

Info Terbaru

Harmoniaga Ramadhan : Mengenal Lebih Dekat Produk Cireng Baim

Harmoniaga Ramadhan : Mengenal Lebih Dekat Produk Cireng Baim

Selasa, 24 Februari 2026
Ikuti kajian hari ke 6 Pesantren Bulan Dakwah Ramadhan

Ikuti kajian hari ke 6 Pesantren Bulan Dakwah Ramadhan

Selasa, 24 Februari 2026
Ikuti Kajian Safari Masjid Detoksifikasi Hati Mengobati Penyakit Batin dengan Puasa Lahiriah

Ikuti Kajian Safari Masjid Detoksifikasi Hati Mengobati Penyakit Batin dengan Puasa Lahiriah

Selasa, 24 Februari 2026
Harmoniaga Ramadhan : Mengenal Lebih Dekat Produk Topisang

Harmoniaga Ramadhan : Mengenal Lebih Dekat Produk Topisang

Senin, 23 Februari 2026

Video

  • All
  • Video
Tarhib Ramadhan : Sahabat Bandung Community 2026 M – 1447 H

Tarhib Ramadhan : Sahabat Bandung Community 2026 M – 1447 H

Senin, 2 Februari 2026

Video: Tabligh Akbar bersama Ustadz. Abdul Somad di Masjid Trans Studio Bandung

Selasa, 27 Januari 2026
LIPUTAN KHUSUS : Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus PERWOSI Prov. Jabar Masa Bakti 2025 – 2029

LIPUTAN KHUSUS : Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus PERWOSI Prov. Jabar Masa Bakti 2025 – 2029

Senin, 26 Januari 2026
LIPUTAN KHUSUS – MT Thohirul Qolbi ” Belanja di Bulan Rajab “

LIPUTAN KHUSUS – MT Thohirul Qolbi ” Belanja di Bulan Rajab “

Minggu, 25 Januari 2026
[radio_player id="3"]
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2024 Harmoni Online

  • Berita
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Keluarga
  • Ekonomi
  • Etalase
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Unik
  • Wisata
  • Religi
  • Video
  • Foto

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist