• Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Sabtu, 15 Agustus 2026
TV Harmoni
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
No Result
View All Result
TV Harmoni
  • Berita
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
Home Berita

Peran Tentara di Baris Depan Penanganan Wabah Corona

Redaksi Harmoni oleh Redaksi Harmoni
Senin, 6 April 2020
in Berita
0 0
Peran Tentara di Baris Depan Penanganan Wabah Corona

Para anggota TNI membantu distribusi peralatan medis ke sejumlah rumah sakit di tengah wabah virus corona, di Bandara Tjilik Riwut, Kalimantan Tengah, 4 April 2020. (Foto: Antara via Reuters)

Di banyak negara yang menerapkan karantina wilayah (lockdown) untuk mengekang penularan virus corona (COVID-19), tentara juga ikut sibuk patroli mengawasi pelaksanaan pembatasan akses itu. Meski Indonesia tak menerapkan lockdown, bukan berarti peran tentara minimal.

Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) berkeliling wilayah melakukan sosialisasi dan memberikan peringatan bagi warga yang berkerumun. Selain itu, mereka juga membantu pengiriman bantuan logistik, mengamankan proses pemakaman korban dan karantina hingga membuka rumah sakit khusus.

Bahkan saat ini, posisi Menteri Kesehatan dan Kepala BNPB dijabat oleh perwira tinggi TNI.

Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Prof Purwo Santoso, mengatakan ada kecurigaan berlebihan di kalangan masyarakat mengenai peran militer di ranah sipil. Namun Purwo meminta masyarakat memahami bahwa pengalaman tentara diperlukan dalam kondisi seperti ini.

Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwo Santoso. (Foto: Humas UIN Suka)
Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwo Santoso. (Foto: Humas UIN Suka)

“Tentara sudah terbiasa dengan manajemen yang rapi, manajemen yang terkomando, ada pembagian tugas, manajemen berbasis pengetahuan, informasi intelijen dan seterusnya. Militer itu tetap saja lebih advancedaripada sipil. Mohon tidak melupakan itu,” kata Purwo dalam diskusi daring pada Jumat (3/4) pekan lalu.

Diskusi bertajuk “Covid-19 dan Krisis Koordinasi” itu digelar oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Turut menjadi pembicara adalah Guru Besar Ilmu Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Prof Cornelis Lay.

Beberapa hal yang membuat tentara berperan positif dalam penanganan kebencanaan seperti saat ini, kata Purwo adalah cara berpikir yang sangat sensitif terhadap ancaman. Tentara juga memiliki rantai komando yang ditata rapi. Kondisi semacam ini, tambahnya, bisa ditemui hampir di semua negara.

Menurut Purwo, studi yang dia lakukan selama ini menunjukkan bahwa militer lebih rapi dibandingkan dengan kelompok sipil. Terutama dalam hal koordinasi yang sangat penting dalam situasi darurat.

Militer membantu para napi yang dibebaskan sebelum masa tahan habis untuk menghindari kemungkinan peningkatan kasus virus corona (COVID-19) di penjara-penjara yang kelebihan penghuni di Depok, 2 April 2020. (Foto: Antara via Reuters)
Militer membantu para napi yang dibebaskan sebelum masa tahan habis untuk menghindari kemungkinan peningkatan kasus virus corona (COVID-19) di penjara-penjara yang kelebihan penghuni di Depok, 2 April 2020. (Foto: Antara via Reuters)

Oleh karena itu, tugas-tugas tentara di luar perang dalam situasi secara memiliki dasar hukum dan dapat dibenarkan. Meski mengaku dia sebenarnya mendukung demilitarisasi, Purwo mengimbau masyarakat agar tidak mencurigai tindakan militer secara berlebihan.

“Tetapi dalam situasi sekarang ini, saya harus berbalik. Justru sandaran terpenting adalah manajemen ala tentara. Banyak tentara yang berjasa, karena dia tidak memperlihatkan dirinya tentara,” sambungnya.

Purwo menyoroti kegagalan pemerintah dalam mengelola kebijakan di tengah situasi gawat darurat dalam sepuluh tahun terakhir. Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) lebih banyak berperan, terutama untuk data dan pengambilan keputusan.

Guru Besar Ilmu Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Prof Cornelis Lay menjelaskan, peran tentara di luar perang sudah menjadi sudah dipratikkan dan menjadi standar militer di negara mana pun.

“Mereka bisa terlibat di dalam aktivitas-aktivitas kemanusiaan. Jadi tidak harus angkat senjata dan bunuh orang, tetapi juga ketika mereka menolong bencana yang sangat besar,” ujarnya.

Guru Besar Ilmu Politik dan Pemerintahan Fisipol Universitas Gadjah Mada Prof Cornelis Lay. (Foto: Dokumen Pribadi)
Guru Besar Ilmu Politik dan Pemerintahan Fisipol Universitas Gadjah Mada Prof Cornelis Lay. (Foto: Dokumen Pribadi)

Peran-peran tentara lainnya, misalnya, membantu polisi menciptakan tertib sosial pada saat kerusuhan besar. Tentara juga dapat menggunakan kemampuan bidang teknologi yang selama ini tidak terpakai. Misalnya, Cornalis memberi contoh, tentara dapat membantu membangun sarana publik, seperti jembatan, yang membutuhkan kemampuan teknik.

Selain itu, tentara juga ikut dalam menciptakan perdamaian dunia, salah satunya dengan misi-misi perdamaian di bawah Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Indonesia selama ini aktif mengirimkan tentara dalam misi-misi perdamaian PBB.

Semua fakta itu, kata Cornelis, menjadi dasar moral bagi tentara untuk terlibat atau dilibatkan dalam situasi seperti saat ini.Apalagi, imbuhnya Cornelis, birokrasi pemerintahan Indonesia yang dibangun selama ini belum memiliki pengalaman menghadapi bencana besar non-alam, seperti virus corona.

Namun, dia juga mengingatkan bahwa peran tentara ada batasnya. Dalam kondisi normal, pola instruksi tentara tidak bisa digunakan untuk mendukung praktik demokrasi.

“Kalau memang dia punya kapasitas lebih baik dalam merespon persoalan darurat seperti ini, kenapa kita tidak gunakan. Tetapi jangan pakai tentara dalam keadaan normal, karena kerjanya adalah instruksi dari atas. Demokrasi enggak bisa bekerja dalam situasi instruksi itu,” ujarnya.

Dia juga memuji langkah cepat pemerintah terkait virus corona dalam beberapa hal, misalnya realokasi anggaran baik di pusat maupun daerah. Namun tetap membutuhkan payung hukum agar apa yang dilakukan saat ini, tidak dianggap sebagai tindak melawan hukum dikemudian hari. [ns/ft]

Sumber : VOA Indonesia

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp
Redaksi Harmoni

Redaksi Harmoni

Info Terkait

Kota Bandung

Lestarikan Budaya Jawa, Alumni PSTK ITB Gelar Wayang Kulit “Amarta Binangun” di Aula Barat ITB

Jumat, 14 Agustus 2026
KPID Jabar dan STIKOM Bandung Gelar Kuliah Umum ‘5+1 Broadcasting Perspective’, Perkuat Literasi Media Gen Z di Era Digital
Jawa Barat

KPID Jabar dan STIKOM Bandung Gelar Kuliah Umum ‘5+1 Broadcasting Perspective’, Perkuat Literasi Media Gen Z di Era Digital

Senin, 10 Agustus 2026
Jawa Barat

ALMA Jawa Barat Resmi Diluncurkan, Perempuan Bergerak untuk Palestina

Minggu, 9 Agustus 2026
Kota Cimahi

Workshop Public Speaking Forum TBM Kota Cimahi Dorong Kepercayaan Diri Peserta

Minggu, 9 Agustus 2026
Harmoni Wastra Nusantara Resmi Dibuka, Hadirkan 60 Booth UMKM dan Brand Fashion dari Berbagai Daerah
Kota Bandung

Harmoni Wastra Nusantara Resmi Dibuka, Hadirkan 60 Booth UMKM dan Brand Fashion dari Berbagai Daerah

Kamis, 6 Agustus 2026
Hampir 90 Persen Wilayah Pangandaran Blank Spot Siaran, KPID Jabar Bakal Bawa Masalah Ini ke Pusat
Jawa Barat

Hampir 90 Persen Wilayah Pangandaran Blank Spot Siaran, KPID Jabar Bakal Bawa Masalah Ini ke Pusat

Rabu, 5 Agustus 2026

Info Terbaru

Lestarikan Budaya Jawa, Alumni PSTK ITB Gelar Wayang Kulit “Amarta Binangun” di Aula Barat ITB

Jumat, 14 Agustus 2026
MTUQ – Kajian Rutin Islami – Refleksi Hati Seorang Ibu | M. Firdaus ( Ayah Daus )

KAJIAN MUHASABAH DIRI & DOA UNTUK NEGERI | Ustadz Muhammad Aufa Alfata

Jumat, 14 Agustus 2026
MTUQ – Kajian Rutin Islami – Refleksi Hati Seorang Ibu | M. Firdaus ( Ayah Daus )

MTUQ – Kajian Rutin Islami – Refleksi Hati Seorang Ibu | M. Firdaus ( Ayah Daus )

Jumat, 14 Agustus 2026
Mengangkatnya ke Langit, lalu Menjatuhkannya ke Tanah

Mengangkatnya ke Langit, lalu Menjatuhkannya ke Tanah

Jumat, 14 Agustus 2026

Video

  • All
  • Video

Grand Final Pemilihan Duta GenRe Bandung 2026

Jumat, 19 Juni 2026

Liputan Khusus “Gebyar Manasik Akbar” MHU

Senin, 15 Juni 2026
Recap Kegiatan Amal di Bulan Ramadhan bersama Air Mineral Al Ma’soem

Recap Kegiatan Amal di Bulan Ramadhan bersama Air Mineral Al Ma’soem

Jumat, 20 Maret 2026
Pendaftaran Mahasiswa Baru FISIP UNPAS telah Dibuka

Pendaftaran Mahasiswa Baru FISIP UNPAS telah Dibuka

Rabu, 18 Maret 2026
[radio_player id="3"]
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2024 Harmoni Online

  • Berita
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Keluarga
  • Ekonomi
  • Etalase
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Unik
  • Wisata
  • Religi
  • Video
  • Foto

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist