Bandung – Opening pameran Harmoni Wastra Nusantara resmi digelar di Graha Manggala Siliwangi, Bandung, Rabu (5/08/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Riezzindo ini menghadirkan puluhan pelaku UMKM dan brand fashion dari berbagai daerah sebagai upaya
memperkenalkan sekaligus melestarikan Wastra Nusantara.

Pameran yang berlangsung pada 5–9 Agustus 2026 tersebut menghadirkan 60 booth dengan beragam produk batik, tenun, bordir, fashion, dan kerajinan. Acara pembukaan diawali dengan penampilan tari dari Ano Production, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta sambutan dari Ketua Pelaksana Harmoni Wastra Nusantara, Ketua
Dekranasda Jawa Barat, dan Wakil Wali Kota Bandung.
Peresmian Harmoni Wastra Nusantara ditandai dengan penampilan angklung berbaris oleh ANC Angklung bersama para tamu kehormatan dan perwakilan organisasi.
Rangkaian acara juga dimeriahkan dengan fashion show dari Entrepreneur Modest Indonesia (EMI) bersama
Putri Hijab Indonesia yang memperagakan koleksi busana dari brand CB, serta pertunjukan musik oleh ANC Angklung.

Acara pembukaan turut dihadiri Ketua Dekranasda Jawa Barat Noneng Komara Nengsih, Wakil Wali Kota Bandung Erwin, Ketua Pelaksana Harmoni Wastra Nusantara, Rizal Rahman, Direktur Utama PT Sinergi Promosindo Hendi Santana, serta sejumlah pimpinan organisasi dan asosiasi yang bergerak di bidang UMKM, fashion, dan ekonomi kreatif.
Rizal Rahman mengatakan pameran ini menghadirkan pelaku UMKM dan pengrajin dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Palembang, Yogyakarta, Solo, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat.
“Hari ini sudah mengadakan pembukaan untuk pameran Harmoni Wastra Nusantara yang kebetulan juga peserta-pesertanya yang ikut ini dari berbagai kota yang ada di Indonesia.
Dari Palembang ada, dari Yogya ada, dari Solo, kemudian dari Jawa Tengah dan juga dari Jawa Barat juga banyak yang ikut. Termasuk batik dari Tasik, batik dari Garut juga ada,” pungkasnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Noneng Komara Nengsih menilai pameran Harmoni Wastra Nusantara tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga sarana memperkuat daya saing dan jejaring antarpelaku usaha.

“Mudah-mudahan selain meningkatkan daya saing kemudian juga meningkatkan relationship dan yang paling utama adalah meningkatkan nilai tambah dari para pengrajin yang harapan terakhirnya adalah meningkatnya kesejahteraan bagi para pengrajin Jawa Barat,” ucapnya.
Ia juga menekankan bahwa wastra tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga
merupakan bagian dari warisan budaya yang perlu terus dilestarikan. “Wastra bukan hanya sekadar produk, tetapi itu adalah rangkaian inovasi yang mungkin sudah puluhan tahun ratusan tahun sehingga unsur budaya ada di dalamnya.”
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung Erwin mengapresiasi terselenggaranya Harmoni Wastra Nusantara yang dinilai mampu mendorong perkembangan UMKM di Kota Bandung maupun Jawa Barat. “Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya sama Pemerintah Kota
Bandung atas acara Wastra Nusantara Harmoni ini. Tentunya ini adalah bentuk kolaborasi dari mulai Dekranasda, IWAPI dan semua elemen-elemen pengusaha UMKM yang ada di Kota Bandung khususnya di Jawa Barat,” ungkapnya.
Erwin berharap kegiatan tersebut dapat terus diselenggarakan karena mampu mendorong perekonomian pelaku UMKM. “Ini adalah pertama bisa menata di Kota Bandung, karena pesertanya bukan hanya dari Kota Bandung saja, tapi juga Jawa Barat. Kedua, ini menumbuhkan UMKM.
Bagaimana mereka bisa naik kelas dengan acara seperti ini,”
tambahnya.
Harmoni Wastra Nusantara akan berlangsung hingga 9 Agustus 2026 dan terbuka untuk masyarakat umum. Selama penyelenggaraan, pengunjung dapat menikmati pameran wastra, berbagai pertunjukan seni, hingga promosi dari para pelaku UMKM.
Penulis : Nihlah Adzra M.














