Bandung – Anggota DPRD Kota Bandung Indri Rindani mengungkap perjalanan kariernya dari seorang entrepreneur hingga menjadi wakil rakyat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Pengalaman selama 25 tahun membangun usaha menjadi bekalnya dalam memperjuangkan pemberdayaan UMKM dan masyarakat.
Hal itu disampaikannya dalam program talkshow Tamu Kita yang dipandu oleh Host Abi Iwan di DPRD Kota Bandung, Jumat (31/7/2026).
Sebelum terjun ke dunia politik, Teh Indri telah berkecimpung selama 25 tahun sebagai entrepreneur. Berbagai karya yang dihasilkannya telah dipasarkan ke sejumlah daerah di Indonesia, seperti Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, hingga Papua, bahkan menembus pasar mancanegara.
Pengalaman jatuh bangun membangun usaha membuat Teh Indri semakin peduli terhadap kemandirian UMKM dan industri kreatif di Bandung.

Pengalaman tersebut menjadi bekal yang membentuk kepeduliannya terhadap masyarakat.
“Bismillah karena harus mewakili 30 persen dan memang lahir dan besar di Bandung. Ya, saya harus berbuat sesuatu untuk Kota Bandung,” tuturnya.
Ia mengatakan, pengalaman selama bertahun-tahun menjadi entrepreneur dan sociopreneur menjadi investasi sosial yang membentuk cara pandangnya terhadap masyarakat.
“Saya belajar bagaimana jatuh bangunnya, bagaimana menghadapi masyarakat, termasuk situasi ekonomi di masyarakat,” ujarnya.
Ia pernah aktif selama 5 tahun dalam program One Pesantren One Product (OPOP) di Jawa Barat untuk membina kemandirian ekonomi para santri.
Dalam kesempatan tersebut, Teh Indri juga mengajak para santri, khususnya perempuan untuk terus berkarya dan berdaya tanpa melupakan fitrahnya sebagai perempuan.
Keputusan untuk maju sebagai anggota DPRD Kota Bandung berawal dari keinginannya untuk memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.

Dengan dukungan keluarga serta semangat memperkuat keterwakilan perempuan, ia akhirnya dipercaya mengemban amanah sebagai anggota legislatif.
Teh Indri mengatakan, nilai-nilai yang dipegangnya hingga saat ini tidak lepas dari didikan orang tua. Sejak kecil ia dibesarkan di lingkungan pesantren yang menanamkan pentingnya menjalankan ajaran agama sekaligus memiliki jiwa mandiri melalui kewirausahaan.
Bahkan sejak duduk di bangku sekolah, ia sudah dibiasakan berjualan dan mengelola usaha sendiri.
Ia juga mengenang pesan sang ayah yang selalu mengingatkannya untuk berbuat baik kepada siapa pun tanpa membalas keburukan dengan keburukan
Saat dilantik menjadi anggota DPRD, sang ayah kembali mengingatkannya agar tetap rendah hati, menjaga amanah, dan menjadi pelayan masyarakat.
Teh Indri menilai prinsip bekerja di dunia politik tidak jauh berbeda dengan dunia bisnis. Menurutnya, perbedaan hanya terletak pada bentuk yang dihasilkan.
“Setelah menyelami dunia politik selama dua tahun setengah, ternyata enggak jauh berbeda dengan bisnis. Bedanya, di politik hasilnya berupa kebijakan, sedangkan di bisnis membuat karya,” ujarnya.
Di akhir sesi, ia mengajak masyarakat untuk selalu mengedepankan sikap husnuzan atau berbaik sangka serta tidak mudah menghakimi orang lain berdasarkan latar belakang atau profesinya.

Menurutnya, setiap kebaikan yang ditanam pada akhirnya akan kembali kepada diri sendiri sehingga sikap saling menghargai perlu terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat.














