BANDUNG – Saluran tayangan digital TV Harmoni menggelar siaran langsung program siaran interaktif ”TAMU KITA” dengan mengangkat topik krusial mengenai ”Krisis Kepemimpinan Dan Bagaimana Membentuknya Bagi Generasi Kekinian?”.
Diskusi interaktif ini disiarkan
secara langsung melalui kanal resmi YouTube TV Harmoni guna membahas tantangan kepemimpinan dan upaya pencetakan figur pimpinan yang berintegritas di era modern.
Program diskusi ini menghadirkan Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, S.H., sebagai narasumber utama untuk membedah fenomena krisis kepemimpinan serta solusi nyata bagi generasi muda, khususnya Milenial dan Gen Z.

Dalam keterangannya, Asep Mulyadi menyoroti bahwa pesatnya perkembangan teknologi informasi serta pergeseran nilai sosial di era digital kerap membawa tantangan tersendiri bagi anak muda.
Banyak generasi kekinian yang kesulitan menemukan figur teladan yang memiliki konsistensi antara ucapan dan tindakan, serta sering terdistraksi oleh popularitas instan di media sosial ketimbang membangun kapasitas diri melalui proses jangka panjang.
Merespons fenomena krisis keteladanan tersebut, Asep Mulyadi menegaskan bahwa kemampuan kepemimpinan tidak bisa lahir secara mendadak atau sekadar dipelajari lewat teori akademis.
Pembentukan karakter, mentalitas, dan jiwa kepemimpinan memerlukan proses latihan yang konsisten dan berkesinambungan di lapangan, salah satunya melalui wadah organisasi.
Menurutnya, berorganisasi merupakan kawah candradimuka yang paling efektif bagi para pemuda untuk menguji potensi diri serta melatih kepekaan sosial sebelum terjun langsung melayani masyarakat.
Secara khusus, Asep Mulyadi menyampaikan pesan mendalam kepada para pemuda agar tidak ragu untuk menempa diri melalui kegiatan berorganisasi secara aktif.
Keterlibatan dalam organisasi dipandang sebagai sarana berlatih untuk membangun fondasi kepemimpinan yang kokoh.
”Anda itu harus tetap berlatih berorganisasi. Karena berorganisasi itu bagian dari proses kita untuk memperbanyak kemitraan, memperbanyak kawan, memperbanyak relasi, melatih mental, dan juga menjadi latihan untuk kita di mana sebetulnya hal-hal yang menjadi karakter kita atau kelebihan-kelebihan kita,” ujarnya
Lebih lanjut, diskusi ini menggarisbawahi bahwa melalui organisasi, para pemuda dapat melatih kecerdasan emosional, mengasah kemampuan komunikasi dan diplomasi, mengelola konflik, serta belajar mengambil keputusan strategis di bawah tekanan.
Selain itu, dinamika kelompok dalam organisasi membantu anak muda untuk mengenali karakter, keunggulan, serta potensi diri yang sebenarnya.
Diskusi dalam program ”TAMU KITA” ini ditutup dengan ajakan bagi generasi kekinian agar tidak sekadar menjadi penonton atau pengikut (follower) di ruang digital.
TV Harmoni bersama Asep Mulyadi berharap para pemuda di Kota Bandung dan Indonesia secara umum terdorong untuk berani mengambil peran aktif di tengah masyarakat sebagai agen perubahan (agent of change) yang memiliki integritas, empati, dan nilai-nilai keteladanan untuk masa depan.






