Bandung – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandung bersama Kelompok Kerja Majelis Taklim (Pokja MT) Kota Bandung meluncurkan program “MT Berdampak” dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional di Masjid Raya Al-Jabbar, Kamis (23/7/2026).
Peluncuran program tersebut turut dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim, penyerahan penghargaan SKT Majelis Taklim, serta pengajian akbar.
Ketua Pokja MT Kota Bandung, Hj. Ucu Hayati Syamsul, S.Ag., M.Sos., mengatakan tema “Finding Inner Peace” dipilih karena berkaitan dengan peringatan Hari Anak Nasional.

“Kami juga menghadirkan 60 anak yatim yang Insya Allah akan kami dampingi hingga dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang S1,” ujarnya.

Ia menambahkan, program MT Berdampak memiliki tiga bidang utama, yakni dakwah, pendidikan, dan sosial.
Melalui program tersebut, Pokja MT Kota Bandung ingin memperkuat peran majelis taklim sebagai pusat peradaban yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat, salah satunya melalui program santunan anak yatim.
Selain itu, Pokja MT Kota Bandung tengah menyiapkan pelatihan inner game atau pembinaan ruang batin guna mencetak tim konselor di setiap kecamatan.
Untuk mendukung pelaksanaan berbagai program tersebut, Pokja MT Kota Bandung menjalin kerja sama yang sinergis dan kolaboratif dengan DP3A dan DPPKB Kota Bandung dalam upaya menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak serta memperkuat ketahanan keluarga. Dukungan terhadap berbagai program dan kegiatan Pokja MT Kota Bandung juga diberikan oleh BAZNAS Kota Bandung dan BSI.
Selain memaparkan program MT Berdampak, Ucu Hayati Syamsul juga memberikan apresiasi kepada Pokja MT Kecamatan Babakan Ciparay yang berhasil mencatat penerbitan lebih dari 100 Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Majelis Taklim, terbanyak di Kota Bandung.

Program Pokja MT Berdampak kemudian diresmikan oleh Kepala Kemenag Kota Bandung, Drs. H. M. Ali Abdul Latief, M.Ag. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memperkuat peran keluarga, khususnya ibu, sebagai al-madrasatul ula atau sekolah pertama bagi anak dalam keluarga.
Usai peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada perwakilan anak yatim dari berbagai kecamatan di Kota Bandung sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan terhadap pendidikan dan masa depan mereka.

Panitia kegiatan, Dr. Riva Rahayu, M.Ud., mengatakan peringatan Hari Anak Nasional tersebut menghadirkan seorang ustaz motivator untuk memberikan wawasan kepada para orang tua, khususnya ibu-ibu majelis taklim.
“Pokja MT Kota Bandung melaksanakan peringatan Hari Anak Nasional dengan menghadirkan satu pembicara ustaz motivator,” katanya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Ustaz Sonny Abi Kim menyampaikan tausiah bertema “Finding Inner Peace”. Dalam tausiahnya, ia mengajak jemaah untuk membangun ketenangan hati dengan berdamai terhadap masa lalu, memperbanyak amal secara ikhlas, serta tidak memelihara rasa cemas.
Dalam wawancara usai kegiatan, Wakil Pokja MT Kota Bandung sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Kamaludin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya peringatan Hari Anak Nasional.

“Semoga anak-anak kita menjadi anak-anak yang saleh dan salehah, bermanfaat bagi diri, keluarga, masyarakat, dan umat, serta menjadi generasi terbaik,” ujarnya.














