Bandung – Sora Wanodja Nusantara kembali menggelar kegiatan tahunan bertajuk “Ngeteh Sore” di The Ricordi, Jalan Cigadung Raya Barat No. 28A, Cigadung, Kecamatan Cibeunying
Kaler, Kota Bandung, (22/7/26).
Mengusung tema ”Secangkir Teh dan Sejuta Nilai”, kegiatanni menghadirkan perpaduan seni budaya, talk show kewirausahaan, edukasi kesehatan, hingga literasi investasi yang diikuti lebih dari 150 peserta dari berbagai kalangan.

Ketua Pelaksana Acara Ngeteh Sore bareng Sora Wanodja, Nina Akil dan Tiene, mengatakan kegiatan tersebut merupakan program rutin tahunan yang menjadi wadah silaturahmi bagi komunitas perempuan pecinta seni, musik, dan wastra tradisional Indonesia.
”Acara Ngeteh Sore ini merupakan kegiatan rutin yang kami laksanakan setiap tahun. Kami adalah kumpulan ibu-ibu yang mengekspresikan kecintaan kepada seni melalui musik sekaligus mempromosikan kain tradisional Indonesia. Di setiap kesempatan berkumpul, kami selalu menggunakan wastra sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tahun ini dihadiri oleh komunitas perempuan Bandung serta sejumlah instansi dan mitra pendukung seperti Pegadaian, Bank Indonesia, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta berbagai komunitas lainnya.
”Kami berharap seluruh tamu dapat menikmati seluruh rangkaian acara, bersilaturahmi, menikmati hidangan yang kami sediakan, serta merasakan suasana hangat dan penuh nilai kebersamaan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Sora Wanodja, Rissa Garni, menjelaskan bahwa konsep Ngeteh Sore dirancang sebagai kegiatan santai yang tetap memberikan nilai edukasi bagi para peserta.
”Dengan secangkir teh kita mendapatkan sejuta nilai. Di sini kita mendapatkan ilmu tentang bagaimana berwirausaha, kesehatan, investasi, sekaligus bisa bernyanyi, menari, dan bermain
musik bersama. Semua kami kemas dengan suasana santai,” ujarnya.
Acara diawali dengan penampilan kolaborasi biola dan ukulele yang membawakan lagu Cindai, kemudian dilanjutkan dengan talk show bertema kewirausahaan dan kesehatan yang dipandu oleh Maya Miranda Asmara.
Dalam sesi kewirausahaan, Ina Wiyandini, BA, membagikan pengalaman membangun usaha dari skala rumahan hingga berkembang menjadi perusahaan besar.

Ia mengungkapkan bahwa perjalanan tersebut sempat mengalami berbagai tantangan, termasuk kegagalan saat menjalankan usaha budidaya jahe gajah.
”Saya mengalami kebangkrutan saat usaha jahe gajah karena panen raya di Thailand. Dari kegagalan itu saya belajar membuat cookies dan memulai usaha dari lima jenis produk. Alhamdulillah sekarang berkembang menjadi lebih dari 250 produk dan memiliki sekitar seribu
karyawan,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan dalam berusaha membutuhkan ketekunan, inovasi, dan keyakinan untuk terus bangkit menghadapi tantangan.

“Kalau sedang diuji, ingatlah kepada Allah. Niatkan usaha sebagai ibadah, jangan mudah mengeluh, terus berinovasi, dan tetap optimis,” ujarnya.
Sementara itu, praktisi kesehatan dr. Evi Novitasari, MM, mengajak para peserta untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri, khususnya perempuan yang sering kali lebih memperhatikan kesehatan keluarga dibandingkan dirinya sendiri.
”Perempuan adalah tiang keluarga. Kalau perempuannya sehat, keluarganya akan sehat. Jangan sampai ibu-ibu hanya memperhatikan kesehatan suami dan anak, tetapi lupa memeriksa kesehatannya sendiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa penyakit seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, kanker payudara, dan kanker serviks perlu menjadi perhatian perempuan. Untuk menjaga kesehatan, ia memperkenalkan konsep 4M, yaitu makan bergizi seimbang, aktif bergerak, melakukan medical check-up secara rutin, serta menjaga kesehatan mental.
“Yang pertama adalah makan dengan gizi seimbang. Kedua, bergerak minimal 30 menit setiap hari. Ketiga, lakukan medical check-up secara rutin. Dan terakhir, jaga kesehatan mental dengan mengendalikan stres, beristirahat cukup, beribadah, serta melakukan aktivitas yang disukai,” ungkapnya.
Suasana talk show berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab dan kuis berhadiah. Peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara dan menjawab pertanyaan yang diberikan berdasarkan materi dari para narasumber.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Pemerintah Kecamatan Cibeunying Kaler. Camat Cibeunying Kaler, Lindu Prarespati Ananto, S.IP, mengapresiasi kegiatan Sora Wanodja yang dinilai mampu menciptakan ruang positif bagi perempuan untuk berkegiatan,
berkarya, dan mempererat kebersamaan.
“Saya Lindu, Camat Cibeunying Kaler. Saya melihat ibu-ibu di sini satu frekuensi, menikmati suasana bersama. Walaupun ini tahun kedua, saya melihat kegiatan ini sudah berkembang. Semoga ke depan terus berkembang dan ibu-ibu Sora Wanodja selalu diberikan kesehatan,”
ucapnya.
Selain talk show, acara juga dimeriahkan dengan penampilan String Ensemble Sora Wanodja yang membawakan sejumlah lagu Nusantara seperti Panon Hideung, Lir Ilir, Kicir-Kicir, dan Sajojo.

Penampilan tersebut mengajak para tamu bernyanyi bersama sekaligus memperkuat semangat pelestarian seni budaya.
Anggota Sora Wanodja bidang biola, Dewayani, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara serta mengapresiasi dukungan dari seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan.
”Alhamdulillah hari ini acaranya berjalan lancar. Terima kasih kepada para tamu undangan, sponsor, dan TV Harmoni yang selalu mendukung kami. Semoga ke depan kami dapat terus membuat acara-acara seperti ini,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan edukasi investasi emas dari Pegadaian yang memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya menjaga nilai aset melalui investasi.
Melalui kegiatan Ngeteh Sore 2026, Sora Wanodja Nusantara kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ruang yang memadukan seni, budaya, edukasi, pemberdayaan perempuan, serta silaturahmi masyarakat Kota Bandung.






