• Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Jumat, 24 April 2026
TV Harmoni
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
No Result
View All Result
TV Harmoni
  • Berita
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
Home Hikmah

Ambisi Energi Besar yang Harus Dikendalikan

Redaksi Harmoni oleh Redaksi Harmoni
Jumat, 24 April 2026
in Hikmah
0 0
Ambisi Energi Besar yang Harus Dikendalikan

Oleh: Febri Satria Yazid

“Ambisi adalah kekuatan ketika kamu tahu cara menggunakan dan mengendalikannya.”

Dalam kehidupan modern saat ini, kata ambisi sering dipahami secara berbeda-beda. Ada yang memandang ambisi sebagai sifat positif karena mendorong seseorang untuk maju dan sukses. Namun, ada pula yang menilainya negatif karena dianggap identik dengan kerakusan, keegoisan, dan keinginan berlebihan. Padahal, ambisi pada dasarnya adalah sesuatu yang netral. Nilainya ditentukan oleh bagaimana seseorang mengelola dan mengarahkannya.

Ambisi bisa menjadi kekuatan besar jika berada di jalur yang benar. Seseorang yang memiliki ambisi biasanya mempunyai semangat tinggi, tekad kuat, dan daya juang yang besar. Ia tidak mudah menyerah ketika menghadapi hambatan. Saat gagal, ia tidak langsung berhenti, melainkan mencari cara lain untuk bangkit dan mencoba kembali. Orang seperti ini memahami bahwa jatuh bangun adalah bagian dari perjalanan menuju keberhasilan.

Dalam dunia yang kompetitif seperti sekarang, ambisi sering menjadi pembeda antara mereka yang hanya bermimpi dan mereka yang benar-benar bergerak. Banyak orang memiliki keinginan sukses, tetapi tidak semua mau berusaha dengan sungguh-sungguh. Ambisi yang sehat melahirkan disiplin, konsistensi, dan keberanian mengambil peluang.

Namun, ambisi tetap harus dikendalikan. Jika tidak, ia bisa berubah menjadi energi negatif yang merusak diri sendiri maupun orang lain. Keinginan besar yang tidak disertai nilai moral dapat menutup mata hati dan menghalangi akal sehat. Demi mencapai tujuan, seseorang bisa menghalalkan segala cara, mengorbankan prinsip, bahkan menyakiti orang lain.

Lebih jauh lagi, ambisi yang berlebihan dapat membuat seseorang kehilangan hal-hal berharga dalam hidup, seperti kesehatan, ketenangan batin, keluarga, dan hubungan sosial. Banyak orang mengejar jabatan dan materi tanpa sadar bahwa hidup bukan hanya soal pencapaian. Ketika sukses datang tetapi keluarga menjauh, tubuh sakit, dan hati kosong, maka kemenangan itu menjadi semu.

Dalam ajaran Islam, Rasulullah SAW bersabda: “Demi Allah, saya tidak akan menyerahkan jabatan kepada orang yang meminta dan tidak pula kepada orang yang berharap-harap untuk diangkat.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini memberi pelajaran penting bahwa ambisi harus proporsional. Jabatan dan kedudukan bukan sesuatu yang layak dikejar dengan nafsu berlebihan. Ketika seseorang lebih mengutamakan popularitas, pengaruh, dan kekuasaan daripada ridha Allah, maka ia sedang berjalan menjauh dari tujuan hidup yang sebenarnya.

Setiap orang perlu mampu membedakan antara ambisi yang sehat dan ambisi yang berbahaya. Ambisi sehat lahir dari niat baik, usaha yang jujur, dan keinginan memberi manfaat. Ambisi seperti ini membuat seseorang berkembang tanpa merugikan orang lain. Sebaliknya, ambisi berbahaya lahir dari kesombongan, iri hati, dan keinginan menang sendiri.

Orang yang berambisi tinggi biasanya mampu melihat peluang di mana orang lain melihat hambatan. Setiap celah dianggap kesempatan. Mereka kreatif, penuh inisiatif, dan berani melangkah. Itulah sebabnya, kadang orang yang ambisius sulit dipahami. Cara berpikir mereka sering berbeda dari kebanyakan orang. Selama tetap berada di jalan yang benar, hal itu justru bisa menjadi kelebihan.

Meski demikian, ambisi juga bisa menimbulkan penyakit hati. Ketika melihat orang lain berhasil, seseorang bisa merasa iri. Jika dibiarkan, iri dapat berubah menjadi dengki. Hati menjadi panas melihat keberhasilan orang lain. Keberhasilan orang lain seharusnya bisa menjadi inspirasi, bukan ancaman.

Di sinilah pentingnya nilai-nilai agama dan kebijaksanaan hidup. Ambisi harus berjalan bersama rasa syukur, kejujuran, dan kemampuan menghargai pencapaian orang lain. Kita dapat belajar dari kesuksesan seseorang tanpa harus membencinya. Kita bisa menjadikan pencapaian orang lain sebagai motivasi untuk memperbaiki diri.

Ambisi adalah alat. Jika diarahkan dengan benar, ia akan membawa seseorang menuju prestasi dan kemajuan. Tetapi jika dibiarkan liar tanpa kendali, ia dapat membawa bencana. Maka, jangan mematikan ambisi, tetapi kendalikanlah. Sebab ambisi terbaik bukan yang membuat kita mengalahkan orang lain, melainkan yang membuat kita mampu menaklukkan diri sendiri.

Meski demikian, ambisi juga bisa menimbulkan penyakit hati. Ketika melihat orang lain berhasil, seseorang bisa merasa iri. Jika dibiarkan, iri dapat berubah menjadi dengki. Hati menjadi panas melihat keberhasilan orang lain. Keberhasilan orang lain seharusnya bisa menjadi inspirasi, bukan ancaman.(fsy)

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp
Redaksi Harmoni

Redaksi Harmoni

Info Terkait

SOTO DIABETES
Hikmah

SOTO DIABETES

Selasa, 21 April 2026
SEPATU SEMPIT
Hikmah

SEPATU SEMPIT

Selasa, 21 April 2026
Hikmah

Menguji Ketuhanan dalam Diri

Jumat, 17 April 2026
Rekayasa Masa Depan Model Bilderberg dalam Tata Kelola Global
Hikmah

Rekayasa Masa Depan Model Bilderberg dalam Tata Kelola Global

Jumat, 10 April 2026
Shaf Pertama dan Keikhlasan yang Tertunda
Hikmah

Shaf Pertama dan Keikhlasan yang Tertunda

Jumat, 10 April 2026
Saat Loyalitas Politik Lebih Diutamakan Daripada Kompetensi Fundamental
Hikmah

Saat Loyalitas Politik Lebih Diutamakan Daripada Kompetensi Fundamental

Kamis, 9 April 2026

Info Terbaru

Silakwil dan Halal Bihalal ICMI Orwil Jawa Barat : Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si.

Silakwil dan Halal Bihalal ICMI Orwil Jawa Barat : Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si.

Jumat, 24 April 2026
Ambisi Energi Besar yang Harus Dikendalikan

Ambisi Energi Besar yang Harus Dikendalikan

Jumat, 24 April 2026
LIPUTAN KHUSUS – MT Thohirul Qolbi Bersama Ust. Nana Gerhana

LIPUTAN KHUSUS – MT Thohirul Qolbi Bersama Ust. Nana Gerhana

Jumat, 24 April 2026
TAMU KITA : ” Kartini Masa Kini ” Perjalanan Dari TITIK NOL Penerus Usaha Keluarga Ma’soem di Bidang Kesehatan

TAMU KITA : ” Kartini Masa Kini ” Perjalanan Dari TITIK NOL Penerus Usaha Keluarga Ma’soem di Bidang Kesehatan

Jumat, 24 April 2026

Video

  • All
  • Video
Recap Kegiatan Amal di Bulan Ramadhan bersama Air Mineral Al Ma’soem

Recap Kegiatan Amal di Bulan Ramadhan bersama Air Mineral Al Ma’soem

Jumat, 20 Maret 2026
Pendaftaran Mahasiswa Baru FISIP UNPAS telah Dibuka

Pendaftaran Mahasiswa Baru FISIP UNPAS telah Dibuka

Rabu, 18 Maret 2026

“Ramadhan Festival” Talkshow Parenting bersama Elly Risman di Masjid Al Jabbar

Rabu, 11 Maret 2026

Highlight Iftar Ramadhan 1447 H: Berbagi Kasih bersama GMI Kota Bandung

Minggu, 8 Maret 2026
[radio_player id="3"]
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2024 Harmoni Online

  • Berita
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Keluarga
  • Ekonomi
  • Etalase
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Unik
  • Wisata
  • Religi
  • Video
  • Foto

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist