• Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Jumat, 21 Agustus 2026
TV Harmoni
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
No Result
View All Result
TV Harmoni
  • Berita
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
Home Berita Jawa Barat

Dinamika MAI Organisasi Perempuan Pemersatu Umat di Jawa Barat

Moni oleh Moni
Selasa, 10 Oktober 2023
in Jawa Barat
0 0
Dinamika MAI Organisasi Perempuan Pemersatu Umat di Jawa Barat

Oleh : Siti Sundari

Namanya memang agak sulit bagi orang yang pertama kali menyebutnya. Muslimat Al Ittihadiyah, begitulah nama organisasi perempuan ini. Karena itu orang lebih mudah mengucapkannya dengan menyebut singkatannya saja “MAI”. Lebih mudah karena mengingatkan ke nama salah satu bulan kalender Masehi yaitu bulan Mei.

MAI adalah besutan dari organisasi Islam tertua di Indonesia yaitu Al Ittihadiyah yang lahir sebelum kemerdekaan RI atau tepatnya pada tanggal 27 Januari 1935.

Al Ittihadiyah didirikan di Medan, Sumatera Utara oleh Syeikh H. Ahmad Dahlan dan merupakan organisasi kemasyarakatan Islam yang mengusung 3 pilar yaitu bidang pendidikan, ekonomi dan Kaderisasi.

Namun dalam perjalanannya, organisasi Islam tertua di Indonesia ini seakan mati suri. Sejak kelahirannya masih berkutat di sebagian Sumatera saja yaitu hanya di Kota Medan dan Jambi saja. Sementara di Jakarta sendiri yang notabene pusat pemerintahan ibukota negara, dan pusat – pusat markas organisasi, Al Ittihadiyah belum terbentuk pengurusnya.

Kehadiran Muslimat Al Ittihadiyah (MAI) di Jawa Barat dengan Ketuanya Yesi Martaleni yang dilantik pada tahun 2022 lalu, walau boleh dikata belum seumur jagung telah membawa angin segar dan mendongkrak nama Al Ittihadiyah.

Bagaimana tidak, di ibukota sendiri masih terjadi kekosongan pengurus MAI, tapi begitu MAI Jabar dilantik gaungnya langsung menggema seantero Bandung Raya yang notabene ibukota dan pusat pemerintah Jawa Barat.

Kota Bandung,selain pusat pemerintahan Jawa Barat, juga pusat lahirnya kreasi -kreasi kuliner yang digeluti oleh banyak kaum perempuan daripada kaum lelaki, pusat kajian-kajian keagamaan baik oleh Majelis Ta’lim, masjid-masjid, perusahaan, rumah pribadi ataupun tokoh yang rumah pribadi atau dinasnya digunakan sebagai tempat kajian dan pengajian, tentu kehadiran MAI. di Jawa Barat turut memberi warna tersendiri .

MAI sebagai organisasi kemasyarakatan yang visi misinya sebagai pemersatu umat, tentu dirasa pas kehadirannya di Jawa Barat yang berpusat di Kota Bandung.

Melalui program 3 pilar, yaitu bidang pendidikan dan dakwah, ekonomi dan kaderisasi, MAI terus bergerak dengan berbagai terobosan kegiatan baik yang intern, maupun yang melibatkan masyarakat luas.

Kaderisasi, pendidikan dan dakwah, serta ekonomi yang menjadi 3 pilar MAI, secara perlahan terus bergerak dan berjalan seiring dengan militansi anggota-anggotanya yang bekerja tanpa pamrih.

Dan itu semua tentu berkat kepiawaian para pengurusnya menjalankan gerbong organisasi di mana Yesi Martaleni sebagai lokomotifnya.

Setahun kepemimpinan Yesi sudah tak terhitung kegiatan-kegiatan dan program-program yang telah dijalankan. Diawali dengan konsolidasi pengurus dan kaderisasi di tiap wilayah kerja di pusat, Bandung Selatan, Bandung Timur serta Bandung Utara, akhirnya melahirkan terbentuknya DPD Kota Bandung, DPD KBB, DPD Kabupaten Garut dan DPD Kabupaten Bandung yang pengurusnya pada akhir September lalu dilantik oleh pimpinan DPP MAI Dr.Hj.Nurul Hidajati dan dihadiri Ketua DPP Al Ittihadiyah KH. Ir. Nuruzzaman.

Di bidang ekonomi secara maraton telah terbentuk pasar UMKM bagi anggota untuk memasarkan produknya baik bidang fashion, kulinary maupun bidang lainnya. Walhasil anggotanya dalam beraktivitas bisa juga bekerja dan mendapat penghasilan tambahan.

Bukan hanya itu, sekretariat MAI pun dalam berkarya selalu bersinergi dengan berbagai pihak baik swasta, pemerintahan, lembaga atau organisasi lainnya, MAI pun akhirnya mempunyai sekretariat di Jl Soekarno Hatta Bandung .ini membuktikan kalau organisasi perempuan ini sebagai pemersatu umat benar-benar menjadi identitasnya dalam tiap kiprahnya.

“Kita awalnya bingung tiap mau rapat soal tempat. Kalau ga di masjid, betuntung kita bisa rapat atau acara intern pengurus di Gedung Dakwah di Jalan Martadinata. Alhamdulillah berkat hubungan baik dan konsolidasi pengurus dan anggota yang terjalin baik, dengan pengurus DKM AL Mansyur akhirnya karena kita sering memakmurkan masjid Al Mansyur di sebuah apartemen Kota Bandung, akhirnya kita dikasih ruangan untuk sekretariat. Lama-lama kita pun dikasih kesempatan selasar masjid menjadi bazaar UMKM MAI baik anggota maupun binaan MAI”, jelas Yesi saat menjadi Ketua MAI Jabar yang diamini Lya Amalyana Ketua divisi bidang Pengisi dan Dakwah dalam suatu kesempatan dengan penulis.

Walhasil masjid yang biasanya sepi itu pun, sampai sekarang menjadi hangat, tak lagi sepi , para penghuni apartemen pun merasa senang, yang biasanya terkesan angker dan hidup individualis.

Sekretariat yang merupakan lahan serpihan sebuah masjid di suatu apartemen, membawa nuansa baru bagi penghuni apartemen yang jarang-jarang ada kegiatan kajian. Begitulah langkah pilar dakwah dan pendidikan yang diketuai Lya Amalyana sebagai Ketua divisi pendidikan dan dakwah MAI.

Demikian juga dengan divisi lainnya seperti ekonomi dan kaderisasi, semua bergerak.

Tercatat kegiatan besar MAI yang pernah ditorehkan MAI Jabar seperti Lomba Sholawat se -Bandung Raya yang bersinergi dengan Ponpes Al Ashr Al Madani di Kabupaten Bandung. Lomba sholawat itu merupakan kegiatan besar terbuka yang pertama kali begitu pandemi Covid-19 meredup dengan memperebutkan hadiah 7 juta rupiah untuk juara pertama.

Bukan itu saja MAI pun kian berkibar saat mengadakan Tablig Akbar dengan mengundang Mamah Dedeh di Masjid megah dan viral Kota Bandung yaitu Masjid Al Jabar.
Sekitar 4 ribu lebih jemaah dari berbagai daerah Jawa Barat memenuhi masjid.

Kini nama Muslimat Al Ittihadiyah pun sudah tak lagi sulit disebut. Para pemburu kajian dan aktivis pengajian, kalangan pemerintahan seperti anggota legislator, nama MAI sudah akrab terdengar di telinga.

Dari sini pun membuktikan bila MAI sebagaimana yang diamanati Ketua Umum DPP Al Ittihadiyah selalu membawa gelombang positif, menciptakan rasa nyaman dan ketajaman pandangan yang solutif terhadap permasalahan yang terjadi.
Tak usahlah kita berbicara terlalu jauh tentang kiprah dan karya MAI Jabar.Tentu sudah seabreg karya dan kegiatan yang ditoreh. Seiring dengan jelang Pilpres 2024, kelahiran MAI Jabar seakan berbau politis. Seperti dijadikan kendaraan oleh pengurusnya untuk kepentingan muara arah politiknya akan singgah di mana.

Tapi ternyata hal ini pun bisa ditepis. MAI Jabar bukan kendaraan politik seseorang walau di dalamnya banyak yang berkiprah di politik. Visi misinya sebagai pemersatu umat benar-benar tidak melenceng. Anggota dan pengurus boleh berkiprah di kancah politik atau bidang apa pun, bebas dan terbuka karena MAI para kadernya harus pintar dan cerdas, melek terhadap politik, sosial ekonomi, hankam dan punya ketajaman pandangan yang menghasilkan solusi yang rahmatalil aalamiin.

Namun di puncak masa emas MAI Jabar, tiba-tiba kader terbaiknya ditarik pusat. Terdapat 3 orang yang ditarik yaitu Ketua MAI Jabar Yesi Martaleni ditarik menjadi Sekjen DPP MAI, Salmiah Rambe sebagai pembina sekaligus anggota legislator Kita Bandung pun ditarik menjadi pembina DPP. Demikian juga tokoh UMKM Jabar yang dikenal sebagai Ina Cookies ditarik di DPP menjadi Ketua Divisi bidang Ekonomi.

Walhasil kader-kader terbaik MAI Jabar ditarik ke pusat sempat membuat rasa kegelisahan yang menyelimuti anggota dan pengurus MAI Jabar.

Naiknya Lya Amalyana menjadi Ketua MAI Jabar yang semula menduduki Ketua Bidang Pendidikan dan Dakwah, bukanlah tugas yang ringa karena selain harus tetap menjaga marwah MAI di Jabar, juga harus tetap bahkan menaikan lagi pamor MAI Jabar.Apalagi dengan sudah dibentuknya 4 DPD Kabupaten Garut, Kabupaten Bandung, DPD Kabupaten Bandung Barat serta DPD Kota Bandung, tentu harus lebih maji lagi MAI.

Kegiatan ya tentu tidak berkutat di pusat Kora Bandung saja, tapi terus meluas di 4 DPD itu bahkan kelak MAI akan melebarkan sayaonya dengan membentuk DPD di 27 Kabupaten kota di seluruh Jawa Barat.

Di pundak Lya Amalyana, seorang pengusaha dan pensiunan pegawai Bank swasta ini tentu banyak anggota berharap MAI akan menjadi semakin maju.

Lya sendiri mengakui kalau jabatannya menjadi orang nomor satu MAI di Jawa Barat tidaklah ringan. Namun Lya yakin, dengan bersatu dan bagi membahu, dan tetap mendapat arahan dan bimbingan para pembina serta penasehat, atau arahan dari Sekjen yang terjalin, Lya optimis MAI Jabar akan berjalan dan memberi warna di Jawa Barat melanjutjan program yang telah digariskan dan ditoreh oleh Ketua sebelumnya Yesi Martaleni.

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp
Moni

Moni

Bonjopi (bobotoh lalajo dina tipi) garis keras, hobi main Nintendo dan piara ikan

Info Terkait

PPUMI Jabar dan Yayasan Pusaka KAI Kolaborasi dalam Bidang Pemberdayaan Perempuan Pelaku UMKM
Jawa Barat

PPUMI Jabar dan Yayasan Pusaka KAI Kolaborasi dalam Bidang Pemberdayaan Perempuan Pelaku UMKM

Kamis, 20 Agustus 2026
KPID Jabar dan STIKOM Bandung Gelar Kuliah Umum ‘5+1 Broadcasting Perspective’, Perkuat Literasi Media Gen Z di Era Digital
Jawa Barat

KPID Jabar dan STIKOM Bandung Gelar Kuliah Umum ‘5+1 Broadcasting Perspective’, Perkuat Literasi Media Gen Z di Era Digital

Senin, 10 Agustus 2026
Jawa Barat

ALMA Jawa Barat Resmi Diluncurkan, Perempuan Bergerak untuk Palestina

Minggu, 9 Agustus 2026
Hampir 90 Persen Wilayah Pangandaran Blank Spot Siaran, KPID Jabar Bakal Bawa Masalah Ini ke Pusat
Jawa Barat

Hampir 90 Persen Wilayah Pangandaran Blank Spot Siaran, KPID Jabar Bakal Bawa Masalah Ini ke Pusat

Rabu, 5 Agustus 2026
Jawa Barat

Polemik Sertifikat SHM di Pantai Madasari: Bupati Pangandaran Cek Lokasi, Janji Usut Keterlibatan BPN

Selasa, 4 Agustus 2026
Jawa Barat

Tekan Kebocoran Air 40 Persen, Perumdam Tirta Anom Banjar Raih Hibah Rp15 Miliar dari Perusahaan Korea Selatan

Selasa, 4 Agustus 2026

Info Terbaru

Bandung Marketing Week 2026 Corporate Day Hadirkan Ratusan Pelaku Industri & Pemerintahan Bahas Strategi Pemasaran di Era AI

Jumat, 21 Agustus 2026

Pemain Sinetron “Preman Pensiun” Turut Semarakkan HUT RI Ke-81 di SDN 110 Komarabudi

Jumat, 21 Agustus 2026
LIPUTAN KHUSUS : Lomba 17 Agustus SLBN Cicendo Kota Bandung

LIPUTAN KHUSUS : Lomba 17 Agustus SLBN Cicendo Kota Bandung

Jumat, 21 Agustus 2026

Yuk Join “Festival Hari Kemerdekaan 2026”  bersama Yayasan Karya Muda Duta Pendidikan Jabar

Jumat, 21 Agustus 2026

Video

  • All
  • Video

Grand Final Pemilihan Duta GenRe Bandung 2026

Jumat, 19 Juni 2026

Liputan Khusus “Gebyar Manasik Akbar” MHU

Senin, 15 Juni 2026
Recap Kegiatan Amal di Bulan Ramadhan bersama Air Mineral Al Ma’soem

Recap Kegiatan Amal di Bulan Ramadhan bersama Air Mineral Al Ma’soem

Jumat, 20 Maret 2026
Pendaftaran Mahasiswa Baru FISIP UNPAS telah Dibuka

Pendaftaran Mahasiswa Baru FISIP UNPAS telah Dibuka

Rabu, 18 Maret 2026
[radio_player id="3"]
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2024 Harmoni Online

  • Berita
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Keluarga
  • Ekonomi
  • Etalase
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Unik
  • Wisata
  • Religi
  • Video
  • Foto

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist