Stunting merupakan kondisi kekurangan asupan gizi yang optimal untuk anak, sehingga berdampak pada pertumbuhan tinggi badan yang menjadi terhambat.
Dilansir melalui data WHO, suatu negara dikatakan mengalami masalah stunting bila jumlah kasusnya berada di angka 20 % lebih. Sementara di Indonesia tercatat pada interval 2022, sebanyak 21,6% anak mengalami stunting berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).
Langkah awal untuk membebaskan indonesia dari masalah stunting kiranya telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kota Cimahi, yang intens dalam upayanya menyiasati persoalan malnutrisi ini. Sebagaimana yang telah diungkap oleh Pj Walikota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan S.Si M.M
“Tingginya angka prevalensi stunting di Kota Cimahi, mengharuskan Cimahi menjadi fokus penanganan serta penanggulangan stunting,” ungkap Dikdik.
Dikdik juga mengatakan bahwa fokus penanggulangan di Kota Cimahi ini harus melibatkan banyak pihak disertai dengan langkah-langkah yang produktif.
“Penanganan stunting ini tentu memerlukan intervensi (keterlibatkan) banyak pihak, yang utama terbagi ke dalam dua intervensi, yaitu intervensi spesifik dan sensitif,” beber Dikdik dalam video yang dirilis oleh instagram @cimahikota. Jum’at 08 September 2023.
Dua Langkah Intervensi
Intervensi Sensitif merupakan strategi ataupun langkah yang dilakukan oleh pihak non kesehatan seperti upaya perbaikan sumber air dan sanitasi, pelayanan gizi dan kesehatan, peningkatan kesadaran pengasuhan dan gizi, serta peningkatan akses pangan bergizi.
Sedangkan Intervensi Spesifik dilakukan dengan formula 3-1-2 yang mengetengahkan soal integrasi pemetaan data pada sektor Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan Kelurahan. Sehingga diperolah data yang validitasnya baik.
Berita ini dibuat untuk memenuhi tugas mahasiswa UWI (Universitas Wanita Internasional) dalam melaksanakan PKL di TV Harmoni. Jumat, 8 Sepetember 2023.
Penulis : Rizky HT














