Anggota DPRD Kota Cimahi Edi Sofyan menyatakan permohonan maaf kepada korban keracunan massal diduga akibat mengonsumsi nasi boks yang dibagikan saat reses di RW 8, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. Pihaknya memastikan tidak ada unsur kesengajaan dalam kejadian tersebut, bantuan penanganan maupun dukungan morel diberikan kepada para korban.
“Saya mohon maaf kepada masyarakat khususnya bagi yang mengikuti reses di Padasuka. Tidak menduga akan terjadi musibah ini, tidak ada unsur kesengajaan,” ujarnya di Gedung DPRD Kota Cimahi Jalan Dra. Djulaeha Karmita Kota Cimahi, Senin 24 Juli 2023.

Kegiatan reses yang diikuti 350 peserta berlangsung di GOR RW 8 Cisangkan, Kelurahan Padasuka pada Sabtu 22 Juli 2023. Pada Minggu 23 Juli 2023, masyarakat mulai mengeluhkan gejala mual, perut melilit, diare, hingga muntah sehingga dibawa ke rumah sakit untuk penanganan medis lebih lanjut.
Edi mengatakan, dirinya mendapat informasi kejadian tersebut saat perjalanan tugas ke luar kota bersama DPRD Kota Cimahi pada Minggu 23 Juli 2023.
“Di perjalanan, sekitar pukul 11.00 WIB, salah satu konstituen ngasih kabar katanya mual dan sakit perut. Tidak berselang lama, laporan makin banyak tidak terkendali. Saya langsung balik ke Cimahi,” katanya.
Lebih dari 100 orang jalani rawat inap
Begitu tiba, Edi didampingi Sekretaris PPP Kota Cimahi Siti Yanti Abintini bersama jajaran Setwan Kota Cimahi langsung memantau kondisi warga yang dirawat di rumah sakit. Saat ini, tercatat masih ada lebih dari 100 warga yang menjalani rawat inap tersebar di 4 rumah sakit yaitu RSUD Cibabat, RS Mitra Kasih, RS Dustira, dan RS Kasih Bunda.

“Kami lakukan kunjungan dan pemberian bantuan kepada masyarakat. Juga ada support dari Pemkot Cimahi untuk penanganan secara medis,” ucapnya.
Menurut Edi, pihaknya menyediakan nasi boks dari katering yang dipilih panitia lokal kegiatan reses di Padasuka. Terlebih, katering tersebut sudah biasa menjadi penyedia makanan kegiatan di Pemkot Cimahi.
“Makanan tiba pukul 11.00 WIB, kegiatan mulai pukul 13.00 WIB. Memang saya tidak sampai makan karena istilahnya buat tamu dulu. Sempat lihat juga isi boksnya dan menurut saya kondisinya layak maka dibagikan ke warga. Enggak tahu kalau mengandung bakteri atau sesuatu yang tidak baik, mungkin hasil laboratorium yang bisa memastikan,” katanya.
Pihaknya menyatakan, kegiatan reses dan penunjukkan katering mengacu aturan sesuai prosedur dan kesepakatan rapat Badan Musyawarah DPRD Kota Cimahi.
“Ternyata terjadi musibah, ini bukan unsur kesengajaan dan tidak ada niatan untuk berbuat tidak baik kepada masyarakat,” ujarnya.
Edi menegaskan, pihaknya terus melakukan pendataan kepada warga korban keracunan untuk diberi bantuan.
“Sudah pasti soal bantuan materi maupun morel dari saya pribadi. Bukan lihat konstituen kami, atau yang ikut reses, tapi melihat para korban merupakan warga Cimahi, maka saya sewajibnya memberi support,” kataya.
Jajaran Polres Cimahi turut membuka investigasi atas kasus keracunan massal di Kelurahan Padasuka tersebut. Edi mengaku bakal mengikuti pemeriksaan yang dilakukan pihak kepolisian.

“Sampai saat ini, belum, tapi pasti akan dimintai keterangan oleh polisi. Saya siap mengikuti,” tuturnya.
Korban membaik
Berdasarkan pantauan ke lapangan, Edi menuturkan, sejauh ini kondisi masyarakat yang mengalami gejala keracunan makanan sudah membaik.
“Data korban masih bergulir, saat ini kondisi warga sudah mulai membaik. Ada satu orang kondisinya drop di RS Dustira, kata perawatnya, pengaruh kebanyakan muntah jadi dehidrasi dan terus ditangani,” tuturnya.
Edi memastikan tidak ada unsur politis, sabotase, atau kelalaian yang disengaja pada peristiwa itu.
“Saya khusnudzon saja. Tidak melihat ada unsur politis atau kelalaian sengaja, saya selama menjadi dewan enggak ada musuh, enggak ada masalah. Kalaupun ada yang jahil, saya juga melihat hal itu tidak mungkin. Ini musibah saja, jadi saya juga mohon doa semua pihak agar para korban keracunan segera pulih,” katanya.
Sekertaris DPRD Kota Cimahi Totong Solehudin menambahkan, kegiatan reses terjadwal sesuai rapat Banmus DPRD Kota Cimahi yaitu 21-22 Juli 2023.
“Sesuai kesepakatan, anggota dewan dapat melakukan reses dengan kuota warga yang diundang maksimal 500 orang, untuk kegiatan kemarin diikuti 350 orang,” ujarnya.
Kegiatan reses anggota DPRD Kota Cimahi difasilitasi tim pendamping Setwan Kota Cimahi dan dibantu panitia lokal.
“Karena kegiatan reses digelar oleh 45 orang anggota dewan, maka sesuai SOP, (kegiatan itu) diserahkan ke panitia lokal untuk menunjuk penyedia makanan, jadi tidak langsung oleh Setwan Kota Cimahi,” ucapnya.
Karena kegiatan difasilitasi Setwan Kota Cimahi, lanjut Totong, terdapat staf yang ikut menjadi korban keracunan makanan.
“Jajaran staf kami juga ada yang konsumsi makanan yang dibagikan, saat ini ada 2 orang yang dirawat di rumah sakit beserta keluarganya,” ujarnya.
Totong menyatakan, kejadian tersebut merupakan musibah.
“Tidak ada yang mau seperti kemarin, ini musibah dan kejadian luar biasa. Korban langsung dibantu Pemkot Cimahi melalui Dinkes Kota Cimahi, bagi mereka yang mengalami gejala, jika membutuhkan penanganan medis, tinggal mendatangi puskesmas maupun rumah sakit,” katanya.














