Harmonionline.net-Pangkalan TNI AL (Lanal) Tahuna menggelar kegiatan Press Release terkait Pemusnahan Barang Bukti/Sitaan Berupa Minuman Keras ilegal CT (Cap TIkus) dalam Operasi Pengamanan Hari Natal Tahun 2022 dan Pergantian Tahun 2023, Bertempat di Lapangan Apel Mako Lanal Tahuna Jl. Tatehewoba Kel. Bungalawang Kec. Tahuna Kab. Kepulauan Sangihe, Jumat (06/01/2023).
Dalam keterangannya Komandan Lanal Tahuna Kolonel Laut (P) M. Bayu Pranoto menjelaskan, selama 1 (satu) bulan sejak tanggal 1 hingga 31 Desember 2022 lalu, Lanal Tahuna Melaksankan Operasi Pengamanan Hari Natal Tahun 2022 dan Pergantian Tahun 2023 dibawah kendali langsung Pasintel Lanal Tahuna Mayor Laut (E) Cornelis Dehocman dalam berbagai aspek dan sektor kegiatan.
Operasi Khusus yang digelar Lanal Tahuna ini karena melihat kultur budaya dan adat Istiadat yang ada serta kultur wilayah kerja yang berbatasan langsung dengan negara tetangga yaitu Philipina. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi Pemantauan dan Pemeriksaan terhadap Kapal yang Masuk di Pelabuhan Nusantara Tahuna maupun Pelabuhan atau Jalur masuk lainnya. lanjut Danlanal.
Usai berhasil menyita 1.240 liter minuman keras ilegal CT-Cap Tikus yang terbagi dalam 3 kali Penemuan, Lanal Tahuna mengundang berbagai instansi terkait untuk berkumpul dalam rangka pemusnahan barang ilegal yang sering beredar di Kabupaten Sangihe khususnya di wilayah kota Tahuna dan berpotensi memicu tindak pidana khususnya pada rangkaian pergantian Natal dan Tahun Baru kemarin.
“Sesuai dengan instruksi dari komando atas dari Mabes TNI Angkatan Laut sampai kepada Koarmada II, dan Lantamal VIII Manado melaksanakan perintah dengan segenap dukungan dari semua komponen Pemerintah, TNI, Polri, melaksanakan pengamanan bersama yang salah satunya adalah mengamankan segala bentuk kegiatan dan berbagai jenis barang ilegal salah satunya adalah Minuman Keras,” ujar Kolonel Bayu.
Total barang yang disita tidak kurang dari 1.240 liter minuman keras yang dikemas dalam kantong plastik dan jika dikemas dalam botol sebanyak 2.055 botol yang sering kita lihat beredar sekitar ukuran 600ml, kalau dirupiahkan jumlah barang tersebut kuantitasnya kira-kira sejumlah 134.225.000 sehingga cukup banyak memang dan ini merupakan rangkaian kegiatan hasil pengamanan Natal dan Tahun Baru kita sampai dengan hari ini, jelas Danlanal.
Pada bagian lain, Pasintel Lanal Tahuna Mayor Laut (E) Cornelis Dehocman menuturkan, pihaknya sepanjang tahun melakukan kegiatan pengumpulan data, dan pada bulan Agustus atas perintah langsung Komando atas secara Intens langsung memeriksa kapal-kapal dari Manado ke Tahuna karena yang namanya cap tikus memang tidak ada di Tahuna sama sekali dan memang diproduksi dari Manado yang tepatnya dari Minahasa Selatan.
Modus operandi yang dijalankan rata-rata mereka menitipkan ke ABK kapal. Dari tiga kali penyitan, kita mendapatkan di kapal KM Barcelona 2 di mana diletakkan itu terpisah, ada yang diletakkan di Palka Kapal, ada di Kamar ABK, ada di Kamar Mesin bahkan ada di Kantin.
Dijelaskan, pihaknya tidak bisa bekerja sendirian, melainkan rekan-rekan dari Instansi kepolisian dan juga Polisi Militer Angkatan Laut. , Kami mendapatkan barang di Kapal Penumpang KM. Barcalona 2 pada tanggal 15 sebanyak 23 karung di kamar mesin dan ada beberapa di kamar ABK, Pada tanggal 20 kita dapatkan di Palka Depan Kapal ada beberapa karung dan beberapa bagian di lorong-lorong Kapal.
“Pada tanggal 15 kita dapatkan yang lumayan banyak di ruang Kantin Kapal yang isinya penuh Dengan Cap Tikus Titipan, dan kita bertanya disana siapakah pemiliknya dan ABK atau dari pihak Kapal tidak ada yang tau siapa yang menitip dan siapa yang punya sehingga barang tersebut bawa ke Mako Lanal Tahuna,” pungkas Mayor Cornelis.














