• Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Senin, 22 Juni 2026
TV Harmoni
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
No Result
View All Result
TV Harmoni
  • Berita
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
Home Berita Kota Bandung

Mengenang Kang Asep, Dari Narasumber Jadi Penyiar Tetap “Renda Budaya” Radio Sonata 47 AM

Redaksi Harmoni oleh Redaksi Harmoni
Rabu, 6 April 2022
in Kota Bandung
0 0
Mengenang Kang Asep, Dari Narasumber Jadi Penyiar Tetap “Renda Budaya” Radio Sonata 47 AM

Bandung, harmonionline.net-Keluarga besar Radio Sonata tengah berduka, melepas kepergian salah satu penyiar terbaiknya, Asep Syaepudin Yunior, Selasa, 5 April 2022.

Dikenal dengan pribadi yang humoris, Asep bergabung bersama radio milik Pemeribtah Kota Bandung sejak 2005 di kanal amplitude modulation (AM) dalam program “Renda Budaya”.

Pada program ini, ia mengedukasi para pendengar se-Bandung Raya mengenai kesehatan pengobatan alternatif dalam bahasa Sunda. 

“Pendengar radio AM itu usianya kebanyakan memang sudah mulai sepuh. Melalui program ini, Kang Asep telah ikut melestarikan budaya Sunda dengan cara cara sosialisasi kesehatan menggunakan bahasa Sunda,” tutur Kepala UPT Radio Sonata, R. Hana Ganrina. 

Namun, sejak tiga bulan ke belakang, kesehatan Asep semakin menurun. Ia diketahui mengidap penyakit hernia dan gangguan paru-paru. 

“Paru-paru beliau sempat dioperasi memang. Hernianya juga diobati. Sudah tiga bulan dirawat di rumah sakit,” ucap Hana. 

Selain dikenal humoris, Asep juga memiliki sisi tegasnya. Hana mengatakan, Asep merupakan orang yang tidak takut untuk menyampaikan pendapat dan terbuka dengan perbedaan. 

“Misalnya kita lagi rapat sebuah program. Ternyata dia beda pendapat dengan kita, ya dia sampaikan. Dia orang yang terbuka, ketika berdebat ya saat di rapat saja. Di luar mah sudah seru lagi,” kenangnya. 

Selain itu, Asep juga memiliki keahlian sebagai teknisi radio. Dalam dunia radio, seorang teknisi merupakan pekerjaan yang membutuhkan keahlian tertentu. 

“Dia punya skill itu. Kalau alat rusak, dia yang bantu memperbaikinya. Meskipun bukan pekerjaannya ya, tapi memang helpful banget orangnya,” ujarnya. 

Melalui acara yang Asep bawakan, Hana mengakui jika banyak pendengar yang menjadi lebih dekat dan loyal. Bahkan, para pendengar kerap mengirimkan hadiah untuk Radio Sonata. 

“Pendengar Sonata AM ini jumlahnya banyak banget dan kompak. Karena memang pendengar AM itu lebih militan kalau menurut saya. Ada pendengar yang punya toko cat, dia kirim cat supaya studio kita jadi lebih berwarna dan rapi. Ada juga yang sampai kasih kulkas,” ungkapnya. 

Di beberapa kesempatan, para pendengar Sonata 47 AM ini kerap membuat acara trip bersama. 

“Kita para crew suka diajakin juga sama mereka,” imbuhnya. 

Serupa dengan Hana, rekan kerja sesama Asep penyiar Sonata 47 AM, Helmi Sophian mengatakan, para pendengar program “Renda Budaya” kira-kira mencapai 200-an orang. 

“Padahal beliau ini dulunya narasumber kita, tapi malah jadi penyiar tetap di Sonata AM. Selain itu, Kang Asep juga memiliki kelebihan sebagai terapis, ia belajar langsung dari dr. Hembing, pakar pengobatan tradisional dan akupunktur,” papar Helmi. 

Melalui program “Renda Budaya” ini, Helmi menilai, banyak warga Bandung Raya yang tercerahkan dan teredukasi dengan baik. 

“Kang Asep membawa pencerahan untuk masyarakat tentang tanaman herbal karena beliau juga punya bahan-bahan tanaman herbal di rumahnya. Beliau menjelaskan masing-masing herbal ini khasiatnya apa,” katanya. 

Di usia 53 tahun, Asep meninggalkan seorang istri dan tiga anak beserta cucu-cucunya. Ia pun dikebumikan di Pasirparos.

Sumber : bandung.go.id

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp
Redaksi Harmoni

Redaksi Harmoni

Info Terkait

Kota Bandung

Momentum Muharram 1448 H, MHABD Gelar Talkshow dan Kajian Akbar di Pendopo Kota Bandung

Rabu, 17 Juni 2026
FIKOM UNISBA dan SMA PGII Bandung Dorong Ketahanan Keluarga di Era AI Melalui Penguatan Komunikasi Orang Tua dan Remaja
Kota Bandung

FIKOM UNISBA dan SMA PGII Bandung Dorong Ketahanan Keluarga di Era AI Melalui Penguatan Komunikasi Orang Tua dan Remaja

Sabtu, 30 Mei 2026
Jawa Barat

Lampu Merah 12 Menit Dikeluhkan, DPRD Jabar Usulkan Kembali Pembangunan Flyover Samsat Kiaracondong

Selasa, 26 Mei 2026
Kota Bandung

Perkuat Jaringan Perantau dan UMKM Jawa Tengah di Bandung Raya, PJT Gelar Silaturahmi Akbar

Senin, 18 Mei 2026
Kota Bandung

Dede Farhan Aulawi Jelaskan Penyelenggaraan Tibumtranmas Sesuai Ketentuan Peraturan Perundang-Undangan

Kamis, 14 Mei 2026
Kota Bandung

Anggota Komisi X Ledia Hanifa Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Teknik Pengolahan & Pengemasan Pangan

Sabtu, 2 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2024 Harmoni Online

  • Berita
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Keluarga
  • Ekonomi
  • Etalase
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Unik
  • Wisata
  • Religi
  • Video
  • Foto

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist