• Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Rabu, 25 Februari 2026
TV Harmoni
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
No Result
View All Result
TV Harmoni
  • Berita
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
Home Ragam

Indonesia Setelah Invasi Rusia ke Ukraina

Redaksi Harmoni oleh Redaksi Harmoni
Senin, 14 Maret 2022
in Ragam
0 0
Indonesia Setelah Invasi Rusia ke Ukraina

Foto Ilustrasi : Pixabay

Harmonionline.net-Rusia lakukan serangan udara, laut, dan darat ke Ukraina. Konflik geopolitik di Eropa Timur, yang melibatkan Rusia dan Ukraina, membuat negara lain, khususnya negara berkembang turut ketar-ketir terdampak konflik. Bahkan, setelah Putin menabuh genderang perang, pada hari itu juga, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terjun bebas.

Atas nama kemanusiaan, sejumlah negara di Eropa mulai memberikan sanksi. Mulai dari bisnis, moneter, energi, perbankan, sampai hubungan diplomatik. Tidak hanya itu, FIFA yang gembar-gembor melarang politik di bawa ke lapangan hijau, turut serta menjatuhkan sanksi dengan mendepak Tim Nasional Rusia dari Piala Dunia.

Guna memukul sektor keuangan, energi transportasi, dan kontrol ekspor serta larangan pembiyaan perdagangan, Uni Eropa mengambil langkah tegas. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen umumkan akan memastikan 70% dari sektor perbankan Rusia dan perusahaan milik negara dibatasi. Uni Eropa juga akan berusaha membuat Rusia tidak bisa meningkatkan produksi kilang minyaknya.

Sementara Amerika Serikat memblok ekspor Rusia pada bagian teknologi. Dalam hal ini, menurut Presiden Joe Biden, Amerika Serikat akan membatasi ruang gerak Rusia dalam memajukan sektor militer dan kedirgantaraannya. Termasuk dalam pembatasan semikonduktor, telekomunikasi, keamanan enkripsi, laser, sensor, navigasi, avionic, dan teknologi maritim.

Kendati begitu, nampaknya tidak membuat Putin gentar. Pasalnya, kekuatan ekonomi Rusia cukup diperhitungkan. Negara tirai besi ini dikenal sebagai negara pengekspor batu bara dengan nilai US$17,6 miliar, gandum sebanyak US$8,14 miliar, besi sebesar US$6,99 miliar, nikel US$4,3 miliar, dan nitrogen US$3,05 miliar.

Bahkan, produk domestic bruto (PDB) Rusia berada di posisi ke-12. Unggul 25 persen dari Italia dan sedikit lebih kecil 20 persen dari Kanada. Kiprah Rusia dalam komoditas pertambangan seperti minyak bumi dan gas alam juga diperhitungkan.

Itulah kenapa, diberitakan melalui kantor berita Reuters, Rusia menyerang Ukraina pada bagian fasilitas gas dan minyak. Rusia tercatat menjadi negara eskpor minyak bumi terbesar di dunia, dengan nilai US$123 miliar atau setara Rp1.766 triliun (kurs Rp14.365 per dolar AS). Sementara gas alam mencapai US$66,2 miliar atau setara Rp950 triliun.

Neraca Perdagangan Indonesia

Terlepas dari konflik geopolitik yang sedang mendera, tidak dipungkiri Rusia dan Ukraina merupakan negara yang kebijakan ekonomi politiknya juga dapat memengaruhi dunia. Relasi ekonomi Indonesia dengan Rusia, misalnya. Turut menyumbang surplus bagi neraca perdagangan di Indonesia.

Sepanjang 2021, perdagangan Indonesia dan Rusia meningkat 42%. Hasil data Kementerian Perdagangan (Kemandag), perdagangan Indonesia dengan Rusia berjumlah US$2,75 miliar. Peningkatan juga terjadi pada ekpsor komoditas nonmigas Indonesia ke Rusia, yakni tumbuh sebanyak 53,42% menjadi US$1,49 miliar.

Sementara impor Indonesia dari Rusia juga tumbuh sebanyak 30,89% menjadi US$1,25 miliar. Dengan rincian, impor migas senilai US$44,87 juta dan impor nonmigas mencapai US$1,21 miliar. Sehingga, pada 2021 neraca perdagangan Indonesia dengan Rusia tercatat surplus US$239,79 juta. Barang tentu, capaian ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Lantaran pada 2020, Indonesia mengalami defisit US$340,38 juta.

Setelah Rusia melakukan invansi, Indonesia berpotensi terkena dampaknya. Beban subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG diramalkan akan membengkak melebihi patokan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pasalnya, konflik geopolitik yang belum usai, membuat tren harga minyak dunia melonjak.

Kenaikan tersebut, termasuk harga minyak mentah Indonesia Indonesian Crude Price (ICP). Tercatat pada Februari 2022, harga ICP dipatok 95,7 dolar Amerika Serikat per barel. Hal ini diumumkan melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 18.K/MG.03/DJM/2022 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Februari 2022.

Indonesia yang hanya sebagai price taker, juga akan membuat kondisi fiskal tertekan. Pasalnya, anggaran subsidi melalui APBN yang sudah disepakati, akan mengalami pembengkakan. Sementara pada sisi moneter, sama halnya dengan kondisi fiskal, neraca dagang juga akan mengalami penekanan.

Sementara dampak yang lain juga turut dirasakan pasar finansial. Sentimen risk off yang menguat di pasar, akibat ketegangan invasi yang masih terjadi membuat nilai rupiah melemah. Per 2 Maret 2022 dikutip situs Boomblerg, rupiah mengalami penurunan sebanyak 0,38% ke Rp14.389 per dolar Amerika Serikat.

Setelah invasi Rusia ke Ukraina, ekonomi makro Indonesia tidak stabil dan cenderung berpotensi anjlok. Lantaran kegiatan ekspor dan impor terganggu. Neraca dagang dan rupiah juga turut melemah. Indonesia yang berperan “mengikuti alur”, akan gampang “goyah” ketika “harga sentimen” berubah.

Guna mengatasi kondisi ini, Indonesia mesti melakukan operasi pasar. Pemerintah harus melakukan intervensi secara nyata di lapangan. Kemudian memastikan para penyuplai bahan bakar mengutamakan kebutuhan dalam negeri. Bukan memenuhi kebutuhan ekspor. Sehingga, dapat meminimalisir kelangkaan.

Sementara pada melemahnya rupiah, aktivitas ekspor dapat dilakukan dengan catatan nilai pajak dinaikkan. Hal ini dapat menambal pembengkakan APBN dan meningkatkan surplus. Selain intervensi Bank Indonesia dalam memberikan stimulan melalui tingkat suku bunga, pemerintah juga bisa menggunakan cadangan kas negara untuk mengintervensi tingkat demand dan supply rupiah terhadap USD.

Sumber : zabak.id

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp
Redaksi Harmoni

Redaksi Harmoni

Info Terkait

Ragam

Makna di Balik Tradisi Munggahan Sambut Ramadhan

Selasa, 17 Februari 2026
Ragam

Ketika Komunikasi Kehilangan Martabat

Jumat, 19 Desember 2025
Ragam

Pelan Bukan Berarti Tertinggal: Menemukan Makna Hidup Lewat Konsep Slow Living

Kamis, 23 Oktober 2025
Ragam

Smart Spending: Cara Anak Muda Mengatur Keuangan tanpa Harus Mengorbankan Gaya

Kamis, 9 Oktober 2025
Ragam

5 Tanaman Hias Cantik yang Cocok untuk Memperindah Rumahmu

Rabu, 8 Oktober 2025
Ragam

Generasi Muda dan Perannya dalam Melestarikan Batik di Era Modern

Jumat, 3 Oktober 2025

Info Terbaru

Harmoniaga Ramadhan : Mengenal Lebih Dekat Produk Cireng Baim

Harmoniaga Ramadhan : Mengenal Lebih Dekat Produk Cireng Baim

Selasa, 24 Februari 2026
Ikuti kajian hari ke 6 Pesantren Bulan Dakwah Ramadhan

Ikuti kajian hari ke 6 Pesantren Bulan Dakwah Ramadhan

Selasa, 24 Februari 2026
Ikuti Kajian Safari Masjid Detoksifikasi Hati Mengobati Penyakit Batin dengan Puasa Lahiriah

Ikuti Kajian Safari Masjid Detoksifikasi Hati Mengobati Penyakit Batin dengan Puasa Lahiriah

Selasa, 24 Februari 2026
Harmoniaga Ramadhan : Mengenal Lebih Dekat Produk Topisang

Harmoniaga Ramadhan : Mengenal Lebih Dekat Produk Topisang

Senin, 23 Februari 2026

Video

  • All
  • Video
Tarhib Ramadhan : Sahabat Bandung Community 2026 M – 1447 H

Tarhib Ramadhan : Sahabat Bandung Community 2026 M – 1447 H

Senin, 2 Februari 2026

Video: Tabligh Akbar bersama Ustadz. Abdul Somad di Masjid Trans Studio Bandung

Selasa, 27 Januari 2026
LIPUTAN KHUSUS : Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus PERWOSI Prov. Jabar Masa Bakti 2025 – 2029

LIPUTAN KHUSUS : Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus PERWOSI Prov. Jabar Masa Bakti 2025 – 2029

Senin, 26 Januari 2026
LIPUTAN KHUSUS – MT Thohirul Qolbi ” Belanja di Bulan Rajab “

LIPUTAN KHUSUS – MT Thohirul Qolbi ” Belanja di Bulan Rajab “

Minggu, 25 Januari 2026
[radio_player id="3"]
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2024 Harmoni Online

  • Berita
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Keluarga
  • Ekonomi
  • Etalase
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Unik
  • Wisata
  • Religi
  • Video
  • Foto

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist