Bandung – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Alisa “Khadijah” ICMI yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional bertema “Kedaulatan Pangan, Energi, dan Industri Halal Menjadi Fokus Utama Menuju Indonesia Emas” digelar di Bandung, Rabu (29/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum penyusunan program kerja organisasi sekaligus peningkatan kapasitas pengusaha perempuan dari berbagai daerah di Indonesia untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional.
Rakernas menghadirkan sejumlah narasumber dari jajaran pengurus ICMI yang membahas pembangunan Indonesia, penguatan UMKM, ketahanan pangan, energi, serta industri halal sebagai sektor strategis menuju Indonesia Emas 2045.

Wakil Ketua Umum III ICMI, Prof. Dr. Muhammad Ja’far Hafsah, mengatakan Rakernas dan Seminar Nasional menjadi langkah positif dalam memperkuat pembangunan ekonomi sekaligus meningkatkan kapasitas pengusaha perempuan Indonesia.

“Ini luar biasa mengadakan rapat kerja nasional dan juga seminar nasional tentang pembangunan Indonesia, pembangunan ekonomi, dan peranan UMKM. Alisa ‘Khadijah’ ICMI mampu meningkatkan kualitas dan kemampuan para pengusaha perempuan Indonesia,”
ujarnya.
Ketua Umum Alisa “Khadijah” ICMI, Ina Marlina S.Sos. MM, menjelaskan Rakernas III mengangkat tema ketahanan pangan, energi, dan industri halal untuk mendukung program strategis pemerintah.

Menurutnya, peserta dari Sabang sampai Merauke diharapkan dapat
mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama Rakernas sesuai potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia di daerah masing-masing.
“Kami berharap seluruh peserta dapat membawa pulang ilmu dari seminar nasional dan pembekalan para profesor sehingga mampu mengembangkan program Desa Mandiri dalam mendukung ketahanan pangan dan energi,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum V ICMI Bidang Ekonomi, Prof. Dr. Ing. Teuku Abdulah Sanny, mengapresiasi antusiasme para peserta seminar yang dinilai aktif dan kritis.

Ia mendorong para pengusaha perempuan terus mengembangkan kreativitas dan inovasi berbasis riset agar produk yang dihasilkan memiliki nilai ilmiah sekaligus daya saing di pasar nasional maupun global.
“Kreativitas harus terus dikembangkan. Produk-produk UMKM akan semakin bernilai apabila didukung ilmu pengetahuan seperti kimia dan farmasi,” ujarnya.

Ketua Pelaksana, Nani Rahmawati, mengatakan kegiatan dipersiapkan selama tiga bulan melalui koordinasi antara panitia pusat dan panitia wilayah Jawa Barat.
Ia bersyukur seluruh rangkaian acara berlangsung lancar dan menjadi ajang silaturahmi pengurus Alisa “Khadijah” ICMI dari seluruh Indonesia.
“Alhamdulillah koordinasi panitia berjalan baik sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan lancar.
DPW Jawa Barat juga kembali menunjukkan kinerja terbaik dalam
penyelenggaraan Rakernas,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Alisa “Khadijah” ICMI Jawa Barat, RR. Ina Wiyandini, mengatakan Rakernas tahun ini juga dikemas dengan memperkenalkan budaya dan potensi ekonomi kreatif Jawa Barat kepada para peserta melalui pertunjukan seni, wisata edukasi menggunakan Bandros dan mobil Volkswagen klasik, serta kunjungan ke pusat produksi Ina Cookies.

“Kami ingin seluruh peserta tidak hanya mengikuti Rakernas, tetapi juga mengenal budaya dan potensi Jawa Barat. Harapannya, hasil Rakernas ini mampu mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 melalui kedaulatan pangan, energi, dan industri halal,” ujarnya.

Rakernas III Alisa “Khadijah” ICMI diharapkan mampu menghasilkan program kerja yang memperkuat sinergi antara organisasi, pemerintah, akademisi, dan pelaku UMKM perempuan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas inovasi usaha, serta mendukung pembangunan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.
Penulis: Susan Permata Sari dan Wanda Fujiyanti Utami






