Bandung – Pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital menjadi pembahasan dalam program talkshow Tamu Kita TV Harmoni pada hari Rabu (29/7/2026)
Acara yang dipandu oleh Abi Iwan ini menghadirkan narasumber drg. Susi Sulastri, M.H.Kes., Anggota Komisi IV sekaligus Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bandung periode 2024–2029.
Dalam kesempatan tersebut, drg. Susi menekankan bahwa pola asuh, komunikasi keluarga, dan pendampingan orang tua menjadi kunci dalam menghadapi tantangan era digital.
Mengawali perbincangan, drg. Susi menceritakan perjalanan hidupnya hingga terjun ke dunia politik. drg. Susi mengaku tidak pernah bercita-cita menjadi anggota legislatif.
Ketertarikannya terhadap pelayanan publik tumbuh sejak aktif mengikuti berbagai organisasi, mulai dari Palang Merah Remaja (PMR), Pramuka, Paskibra, hingga menjadi pengurus Senat Mahasiswa saat menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran.
Setelah lulus sebagai dokter gigi, drg. Susi aktif mengikuti berbagai kegiatan bakti sosial di bidang kesehatan yang semakin memperkuat kepeduliannya terhadap masyarakat.
Pengalaman tersebut kemudian membawanya bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan mengabdikan diri sebagai anggota DPRD Kota Bandung.
Dalam kesempatan tersebut, drg. Susi juga berbagi pengalaman mengenai pola asuh yang diterapkan kedua orang tuanya.
Menurutnya, sang ayah merupakan sosok yang disiplin dan selalu menanamkan semangat agar anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain.
Sementara itu, sang ibu berperan sebagai sosok yang selalu memberikan dukungan terhadap setiap kegiatan positif yang dijalaninya.
drg. Susi mengungkapkan bagaimana ayahnya membiasakan anak-anaknya untuk disiplin belajar sejak dini, menetapkan target akademik, serta menumbuhkan minat membaca dengan menghadiahkan majalah anak setiap pekan.

Bagi drg.Susi perhatian tersebut bukan sekadar tuntutan untuk berprestasi, melainkan bentuk kepedulian orang tua dalam membangun karakter, tanggung jawab, dan semangat belajar.
Meski demikian, drg. Susi menegaskan bahwa setiap anak memiliki karakter dan potensi yang berbeda. Karena itu, pola asuh tidak dapat disamaratakan.
Orang tua perlu memahami keunikan setiap anak serta memberikan apresiasi terhadap kelebihan yang dimiliki agar mereka tumbuh dengan rasa percaya diri dan motivasi yang baik.
“Yang perlu kita tekankan adalah apakah cara kita berkomunikasi membuat anak menjadi termotivasi atau justru merasa tertekan. Kalau anak merasa termotivasi, berarti pola komunikasi itu berhasil,” ujar drg. Susi.
Sebagai seorang ibu dari lima orang anak, drg. Susi mengaku terus belajar menyesuaikan pola komunikasi dengan karakter masing-masing anak.
Menurutnya, membangun kedekatan emosional sama pentingnya dengan memberikan aturan dan kedisiplinan di dalam keluarga.
Pembahasan kemudian berlanjut pada tantangan pengasuhan di era digital. Menurut drg. Susi, perkembangan teknologi merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari sehingga anak-anak tetap perlu mengenal perangkat digital.
Namun, penggunaan gadget harus dibersamai dengan pendampingan dan pengawasan agar tidak memberikan dampak negatif terhadap perkembangan anak.
Di lingkungan keluarganya, drg. Susi bersama suami menerapkan sejumlah aturan mengenai penggunaan gadget. Anak-anak dibatasi waktu dalam penggunaan media sosial, telepon genggam tidak dibawa ke kamar saat waktu istirahat, serta penggunaan fitur pembatasan waktu layar diterapkan sebagai bentuk pengawasan.
Seluruh aturan tersebut selalu dikomunikasikan bersama anak agar dipahami sebagai upaya melindungi mereka dalam memanfaatkan teknologi secara bijak.
Menutup perbincangan, drg. Susi mengajak para orang tua untuk tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga menjadi teladan dalam penggunaan teknologi.
Menurutnya, komunikasi yang terbuka, kedisiplinan, serta waktu berkualitas bersama keluarga merupakan pondasi penting dalam membentuk generasi yang berkarakter dan siap menghadapi perkembangan zaman.
Melalui diskusi ini, program Tamu Kita TV Harmoni menghadirkan edukasi mengenai pentingnya sinergi antara keluarga dan perkembangan teknologi.
Pendampingan yang konsisten dari orang tua diharapkan mampu membantu anak memanfaatkan teknologi secara sehat, bertanggung jawab, dan tetap berpegang pada nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.
penulis : Ghaida Nur Hasya






