Bandung – Program Talkshow Tamu Kita TV Harmoni kembali menghadirkan sosok
inspiratif yang memberikan wawasan bagi Sobat Harmoni.
Dalam episode yang disiarkan pada Kamis, (9/7/2026) ini, Host Abi Iwan berbincang bersama Rayna Pradnya Paramita, S.Psi., Psikolog, founder Riuh Makna, mengenai pentingnya kesehatan mental, peran psikologi di tengah masyarakat, serta bagaimana Riuh Makna hadir sebagai ruang bagi banyak orang untuk bertumbuh dan saling berbagi.
Mengawali perbincangan, Rayna menceritakan bahwa ketertarikannya terhadap dunia psikologi telah muncul sejak ia kecil. Rasa penasaran terhadap perilaku manusia mendorong
dirinya untuk kerap mempertanyakan alasan setiap individu memberikan respons berbeda saat menghadapi situasi yang sama. Ketertarikan itu menuntunnya menyelesaikan pendidikan S1 Psikologi di Universitas Kristen Maranatha, dan Program Profesi Psikologi di Universitas
Padjadjaran.
Selama menjalani perkuliahan, ia memahami bahwa psikologi tidak sekadar
mempelajari perilaku individu, melainkan juga hubungan manusia dengan lingkungan sosial yang memengaruhi pola pikir dan perilaku kehidupan mereka.
Dalam wawancara tersebut, Rayna menjelaskan bahwa peran psikologi tidak sebatas membantu seseorang yang mengalami gangguan mental. Psikologi juga memiliki fungsi pencegahan, pengembangan diri, serta membantu individu mengenali potensi yang dimiliki.
Di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, pengasuhan, hingga pemerintahan, ilmu psikologi berkontribusi dalam memahami karakter, kesiapan, dan kemampuan individu guna mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat.

Perbincangan kemudian berlanjut pada lahirnya Riuh Makna. Rayna menjelaskan bahwa komunitas tersebut dibangun pasca-pandemi COVID-19, saat banyak orang mengalami kecemasan, kebingungan, serta tekanan akibat perubahan kehidupan yang begitu cepat.
Kondisi tersebut mendorong lahirnya Riuh Makna sebagai ruang diskusi yang mampu menghadirkan perspektif baru bagi masyarakat luas.
Filosofi Riuh Makna berakar dari pandangan bahwa di tengah riuhnya informasi dan perubahan zaman, selalu ada pelajaran yang bisa dipetik.
Komunitas ini hadir membuka sudut
pandang baru masyarakat melalui konten edukatif dan diskusi interaktif, sekaligus
memastikan tidak ada individu yang merasa berjuang sendirian.
Selain itu, Rayna juga menekankan pentingnya menghilangkan stigma terhadap layanan kesehatan mental. Menurutnya, berkonsultasi dengan psikolog seharusnya dipandang sebagai
bentuk kepedulian terhadap diri sendiri, layaknya pemeriksaan medis secara rutin. Melalui pemahaman kondisi diri sejak dini, individu dapat lebih mudah mengelola emosi dan mengoptimalkan potensi diri.
Pada sesi interaktif, sejumlah mahasiswa dan pelajar yang hadir di studio turut
menyampaikan keresahan yang sering kali dialami generasi muda, salah satunya mengenai rasa cemas terhadap masa depan atau quarter-life crisis. Menanggapi hal tersebut, Rayna menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan bagian yang wajar dalam transisi menuju kedewasaan.
Banyaknya pilihan hidup, tanggung jawab, hingga tuntutan lingkungan sering
kali membuat generasi muda merasa kehilangan arah.
Keresahan lain yang dibahas adalah kebingungan dalam menentukan pilihan setelah lulus sekolah, antara melanjutkan pendidikan atau langsung memasuki dunia kerja.
Menurut Rayna, keputusan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi ekonomi, minat, kemampuan, serta tujuan hidup masing-masing individu. Oleh sebab itu, pemahaman terhadap diri sendiri menjadi fondasi utama sebelum mengambil keputusan penting.
Sebagai penutup, Rayna membagikan beberapa langkah sederhana untuk mengatasi kecemasan. Ia mengimbau generasi muda agar tidak memendam keresahan sendirian, melainkan mulai membuka ruang diskusi dengan orang terdekat, mentor, hingga tenaga profesional seperti psikolog.
Melalui diskusi, seseorang dapat memperoleh sudut pandang baru sekaligus menyusun rencana masa depan secara lebih terarah.
Melalui episode Tamu Kita ini, TV Harmoni sukses menghadirkan ruang diskusi yang
edukatif mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental.
Kehadiran Rayna Pradnya Paramita beserta komunitas Riuh Makna menjadi pengingat bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk terus bertumbuh, serta menemukan makna di balik tantangan tanpa harus berjuang sendirian.
Penulis : Ghaida Nur Hasya & Nihlah Adzra Muthmainnah.














