• Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Minggu, 28 Juni 2026
TV Harmoni
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
No Result
View All Result
TV Harmoni
  • Berita
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
Home Berita Kab. Bandung

Kabupaten Bandung Jadi Percontohan Korporasi Petani Kopi

Redaksi Harmoni oleh Redaksi Harmoni
Jumat, 18 Desember 2020
in Kab. Bandung, Uncategorized
0 0
Kabupaten Bandung Jadi Percontohan Korporasi Petani Kopi

Kab Bandung-Tahun 2020 ini, Kabupaten Bandung menjadi dua dari lima percontohan korporasi petani di Indonesia. Yang pertama korporasi petani kopi dan yang kedua korporasi petani sayuran. Sedangkan tiga lainnya yaitu korporasi padi di Indramayu dan Demak, serta korporasi peternakan di Subang.

Di Indonesia akan dibentuk 350 unit korporasi di seluruh kegiatan pertanian. Bagi kementerian pertanian (kementan), korporasi merupakan hal baru. Oleh karenanya melalui tim, kementan mengidentifikasi bentuk korporasi yang tepat dan apa saja komoditasnya.

“Dari kelima korporasi percontohan itu, komoditas kopi merupakan yang paling lengkap dari sisi prosedur yang ditempuh. Korporasi percontohan ini akan didukung kebijakan dari kementerian pertanian (kementan), koperasi dan UKM, perdagangan dan perindustrian dan kementerian luar negeri,” ungkap Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Kabupaten Bandung H. A. Tisna Umaran dalam sambutannya saat membuka acara Focus Group Discussion (FGD) Major Project Kopi di Bale Winaya Soreang, Kamis (17/12/2020).

Korporasi, tutur Pj. Sekda, adalah kelembagaan ekonomi petani berbadan hukum yang bisa berbentuk koperasi ataupun Perseroan Terbatas (PT). Untuk kopi, pihaknya sudah menyepakati bahwa badan hukumnya berbentuk PT.

“Tapi kepemilikan sahamnya itu nanti diarahkan sebesar-besarnya menjadi saham petani. Para petani sendiri akan didorong untuk bergabung dalam koperasi tani. Sudah ada beberapa koperasi yang lengkap dari sisi prosedur, dalam arti sudah menyetor modal. Pihak kementan juga sudah memback up dari sisi penganggaran,” tutur Tisna Umaran.

Tisna menerangkan, presiden mengarahkan kepada kementan, untuk membentuk korporasi petani. Dengan pertimbangan bahwa selama ini petani di Indonesia tidak terintegrasi di dalam bisnis.

“Petani selama ini dianggap merupakan sub bagian di pinggir, sementara bisnis dikelola oleh pedagang. Tentu banyak persoalan yang dihadapi oleh petani, pada saat komoditas melimpah harga anjlok, pada saat komoditas sedikit harga melambung tinggi. Tapi di sisi lain,yang menikmati harga tinggi itu bukan petani tapi pedagang,” terangnya.

Ia berharap, dengan dibentuknya korporasi, akan menjadi satu kesatuan antara petani dengan manajemen bisnis. “Jadi dulu ada definisi atau pengertian, bahwa pertanian itu adalah kegiatan bercocok tanam, sekarang harus bergeser ke arah bisnis. Petani sekarang diharapkan berorientasi pada bisnis,” harap Tisna.

Persoalan pada komoditas kopi yang dialami petani saat ini, menurut Tisna yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung itu, adalah varietasnya yang belum seragam. Walaupun sebenarnya, keberagaman varietas memiliki kelebihan karena memiliki pasar peminatnya.

“Tapi dalam skala bisnis, ini harus di mapping. Misalkan Jepang suka varietas Linie S, jadi satu hamparan kebun itu Linie S. Sehingga jika nanti ada bisnis atau peninjauan ke lokasi, kita tinggal tunjuk di mana lokasinya. Sedangkan saat ini, satu petani menanam beragam varietas di satu hamparan kebun. Tentu ini kurang baik dari sisi manajemen bisnis,” tambahnya pula.

Tisna juga mengungkap persoalan lain yang masih dihadapi, di mana para petani kopi masih memiliki budaya hortikultura “Kebanyakan ingin setelah panen, secepatnya dijual. Padahal untuk komoditas ini, bila melalui pengolahan terlebih dahulu, itu ada nilai tambahnya. Selain itu juga akan menyerap tenaga kerja,” pungkasnya.

Sumber: Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp
Redaksi Harmoni

Redaksi Harmoni

Info Terkait

Kab. Bandung

Gelar Seni dan Pelepasan Kelas B RA Muthmainnah, Lestarikan Budaya dan Raih Cita-cita

Minggu, 21 Juni 2026
Jiwanta Thermal Springs Hadir dengan Wajah Baru, Destinasi Wellness Ciwidey Siap Sambut Wisatawan Libur Panjang
Kab. Bandung

Jiwanta Thermal Springs Hadir dengan Wajah Baru, Destinasi Wellness Ciwidey Siap Sambut Wisatawan Libur Panjang

Sabtu, 30 Mei 2026
Uncategorized

Serap Aspirasi Masyarakat Kabupaten Bandung, Jajang Rohana Gelar Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan TA 2026

Sabtu, 23 Mei 2026
Kota Bandung

Sambut Bulan Suci BRI, Pemkot Bandung & IPBM Gelar “NOORRAMADHAN 2026”

Rabu, 11 Februari 2026
Penyaluran Bantuan Bencana Longsor di Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat
Berita

Penyaluran Bantuan Bencana Longsor di Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat

Selasa, 10 Februari 2026
Legacy of Love & Inspiration 50 Tahun dalam Kenangan Nike Ardilla
Entertainment

Legacy of Love & Inspiration 50 Tahun dalam Kenangan Nike Ardilla

Sabtu, 27 Desember 2025

Info Terbaru

Semarak HUT ke 1 Komunitas Senam Sehat Ceria ” Kompak Solid, Loyal, Bergerak untuk Sehat “

Semarak HUT ke 1 Komunitas Senam Sehat Ceria ” Kompak Solid, Loyal, Bergerak untuk Sehat “

Minggu, 28 Juni 2026
Grand Final Putra Putri Bahari Jawa Barat 2026 ” Cerdas, Berkarakter, Berwisata “

Grand Final Putra Putri Bahari Jawa Barat 2026 ” Cerdas, Berkarakter, Berwisata “

Sabtu, 27 Juni 2026
Ngobrol Santai Sama Kang Syam : Sesaat Agar Tak Sesat

Ngobrol Santai Sama Kang Syam : Sesaat Agar Tak Sesat

Jumat, 26 Juni 2026
TAMU KITA : Mewujudkan Sustainable Development Goals ( SDGs ) 2030

TAMU KITA : Mewujudkan Sustainable Development Goals ( SDGs ) 2030

Jumat, 26 Juni 2026

Video

  • All
  • Video

Grand Final Pemilihan Duta GenRe Bandung 2026

Jumat, 19 Juni 2026

Liputan Khusus “Gebyar Manasik Akbar” MHU

Senin, 15 Juni 2026
Recap Kegiatan Amal di Bulan Ramadhan bersama Air Mineral Al Ma’soem

Recap Kegiatan Amal di Bulan Ramadhan bersama Air Mineral Al Ma’soem

Jumat, 20 Maret 2026
Pendaftaran Mahasiswa Baru FISIP UNPAS telah Dibuka

Pendaftaran Mahasiswa Baru FISIP UNPAS telah Dibuka

Rabu, 18 Maret 2026
[radio_player id="3"]
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2024 Harmoni Online

  • Berita
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Keluarga
  • Ekonomi
  • Etalase
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Unik
  • Wisata
  • Religi
  • Video
  • Foto

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist