• Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Kamis, 25 Juni 2026
TV Harmoni
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
No Result
View All Result
TV Harmoni
  • Berita
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
Home Berita Kota Bandung

Tim ITB Ciptakan Pemantau Jaga Jarak Otomatis

Redaksi Harmoni oleh Redaksi Harmoni
Kamis, 27 Agustus 2020
in Kota Bandung
0 0
Tim ITB Ciptakan Pemantau Jaga Jarak Otomatis

Sistem Yu-Ngantri merupakan pemantau jaga jarak dan kapasitas ruangan otomatis. (Sumber: Yu-Ngantri)

Mulai melonggarnya kebiasaan menjaga jarak di masyarakat membuat tim ITB mengembangkan pemantau jaga jarak otomatis bernama “Yu-Ngantri”. Sistem ini diharapkan membantu masyarakat mematuhi protokol kesehatan.

BANDUNG — Lima bulan sejak kasus COVID-19 pertama di Indonesia, kewaspadaan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan nampak mulai longgar. Di banyak tempat, nampak orang tidak menghiraukan jaga jarak atau pun kapasitas ruangan.

Situasi itulah yang membuat Prof. Emir Mauludi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menciptakan Yu-Ngantri, sebuah sistem pemantau jaga jarak dan kapasitas ruangan otomatis.

Prof Emir Mauludi Husni adalah pengajar teknik elektro Institut Teknologi Bandung (ITB). (VOA/Rendy Wicaksana)
Prof Emir Mauludi Husni adalah pengajar teknik elektro Institut Teknologi Bandung (ITB). (VOA/Rendy Wicaksana)

“Kalau misalnya kita ke kafe, restoran, lama-lama kita merasa bahwa pandemi ini sudah nggak ada. Ketika orang beraktivitas itu, orang lupa bahwa kita masih pandemi COVID-19,” ujarnyasaat ditemui di Bandung, baru baru ini.

Dosen teknik elektro ini menjelaskan, Yu Ngantri terdiri atas kamera, mini-PC, dan monitor. Sistem ini dirancang untuk dua tugas utama, yakni, pertama, memantau jarak antar orang dan memberitahu jika ada yang terlalu berdekatan; dan kedua, menghitung orang yang keluar masuk ruangan, sehingga kapasitas maksimum ruangan bisa diketahui secara real time.

“Jadi kita perlu asisten, yang paling penting adalah menjaga jarak, di situ fungsi utama dari Yu-Ngantri,” tambahnya.

Prof. Emir mengembangkan sistem tersebut selama 2 bulan. Dia dibantu timnya, Richard (mahasiswa pascasarjana ITB), Alam (mahasiswa ITB), dan Satria (alumni Universitas Telkom).

Richard, yang menangani user interface and experience, menjelaskan sistem ini memanfaatkan computer vision.

“Jadi sebelumnya udah kita ajarin (sistem) manusia itu seperti apa kalau lagi berdiri atau lagi duduk. Kita bikin juga dia bisa mendeteksi jarak antar-individu seperti apa,” terangnya.

“Jadi dia secara real time mendeteksi jarak antar orang, selanjutnya dia laporkan ke web,” terangnya, seraya menambahkan semua data dapat dipantau lewat handphone dan komputer.

Sistem Yu-Ngantri mendeteksi keberadaan manusia dan menghitung jarak antar-orang. (Sumber: Yu-Ngantri)
Sistem Yu-Ngantri mendeteksi keberadaan manusia dan menghitung jarak antar-orang. (Sumber: Yu-Ngantri)

Sistem Yu Ngantri dapat dipasang di mana saja, tambah Richard, mulai dari sekolah, bank, bahkan supermarket.

“Begitu juga dengan minimarket, warung juga, baik itu yang duduk, menunggu, berdiri, mengantre, semua bisa tertib menjalankan social distancing,” tambahnya.

Richard mengatakan, sistem ini berjalan otomatis dan tidak butuh operator. Namun keberadaan manusia dapat melengkapi.

“Kadang kalau orang-orang nggak tertib butuh sentuhan fisik untuk memperingatkan. Mungkin di lapangan bisa pakai petugas keamanan untuk bantu sistem kita ini,” tambahnya.

Prof Emir berharap sistem yang timnya kembangkan dapat dipasang di banyak tempat, salah satunya stasiun . (Foto: AP)
Prof Emir berharap sistem yang timnya kembangkan dapat dipasang di banyak tempat, salah satunya stasiun . (Foto: AP)

Saat ini sistem Yu-Ngantri sudah dipasang di Kantor Pusat Badan Zakat Nasional (Baznas) di Jakarta. Prof. Emir berharap sistem yang timnya kembangkan dapat digunakan di kantor, pusat perbelanjaan, stasiun, dan bandara.

Sebelum “Yu-Ngantri”, akademisi ITB lainnya juga terlibat mengembangkan ventilator “Vent-I”. Kolaborasi ITB, Unpad, dan Masjid Salman itu memproduksi 1000 ventilator dasar untuk membantu pasien COVID-19 yang sesak nafas. [rt/rw/ab]

Sumber : VOA Indonesia

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp
Redaksi Harmoni

Redaksi Harmoni

Info Terkait

Diskusi Publik KPID Jabar : Soroti Fenomena Tumbangnya Radio dan TV Lokal
Kota Bandung

Diskusi Publik KPID Jabar : Soroti Fenomena Tumbangnya Radio dan TV Lokal

Selasa, 23 Juni 2026
Kota Bandung

Momentum Muharram 1448 H, MHABD Gelar Talkshow dan Kajian Akbar di Pendopo Kota Bandung

Rabu, 17 Juni 2026
FIKOM UNISBA dan SMA PGII Bandung Dorong Ketahanan Keluarga di Era AI Melalui Penguatan Komunikasi Orang Tua dan Remaja
Kota Bandung

FIKOM UNISBA dan SMA PGII Bandung Dorong Ketahanan Keluarga di Era AI Melalui Penguatan Komunikasi Orang Tua dan Remaja

Sabtu, 30 Mei 2026
Jawa Barat

Lampu Merah 12 Menit Dikeluhkan, DPRD Jabar Usulkan Kembali Pembangunan Flyover Samsat Kiaracondong

Selasa, 26 Mei 2026
Kota Bandung

Perkuat Jaringan Perantau dan UMKM Jawa Tengah di Bandung Raya, PJT Gelar Silaturahmi Akbar

Senin, 18 Mei 2026
Kota Bandung

Dede Farhan Aulawi Jelaskan Penyelenggaraan Tibumtranmas Sesuai Ketentuan Peraturan Perundang-Undangan

Kamis, 14 Mei 2026

Info Terbaru

Ikuti Holistic Wellness : Gebyar Senam Sehat, dll.

Ikuti Holistic Wellness : Gebyar Senam Sehat, dll.

Kamis, 25 Juni 2026
Suara Tauhid” Bergema di Pentas Drama Anak: Unisba Preschool & Daycare

Suara Tauhid” Bergema di Pentas Drama Anak: Unisba Preschool & Daycare

Kamis, 25 Juni 2026

Masuk Jajaran 30% Koperasi Sehat dari 32 Ribu Lembaga di Jabar, KSJS Kunci Tagline Teknosa dan Akselerasi Sektor Riil Syariah

Rabu, 24 Juni 2026

Seperempat Abad Kota Cimahi: Komitmen untuk Terus Menghadirkan Kemajuan

Rabu, 24 Juni 2026

Video

  • All
  • Video

Grand Final Pemilihan Duta GenRe Bandung 2026

Jumat, 19 Juni 2026

Liputan Khusus “Gebyar Manasik Akbar” MHU

Senin, 15 Juni 2026
Recap Kegiatan Amal di Bulan Ramadhan bersama Air Mineral Al Ma’soem

Recap Kegiatan Amal di Bulan Ramadhan bersama Air Mineral Al Ma’soem

Jumat, 20 Maret 2026
Pendaftaran Mahasiswa Baru FISIP UNPAS telah Dibuka

Pendaftaran Mahasiswa Baru FISIP UNPAS telah Dibuka

Rabu, 18 Maret 2026
[radio_player id="3"]
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2024 Harmoni Online

  • Berita
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Keluarga
  • Ekonomi
  • Etalase
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Unik
  • Wisata
  • Religi
  • Video
  • Foto

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist