• Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Minggu, 19 April 2026
TV Harmoni
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
  • Berita
    • Jawa Barat
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Nasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
    • Bewara Persib
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
No Result
View All Result
No Result
View All Result
TV Harmoni
  • Berita
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Religi
  • TVH
Home Ekonomi

BUMDes Harus Inovasi di Tengah Pandemi Covid

Redaksi Harmoni oleh Redaksi Harmoni
Senin, 6 Juli 2020
in Ekonomi
0 0
BUMDes Harus Inovasi di Tengah Pandemi Covid

Foto :jabarprov.go.id

Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak Maret 2020 lalu telah berdampak cukup besar terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat, tidak terkecuali terhadap ketahanan ekonomi.

Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM-Desa) Jawa Barat, Firman Nurtafiyana mengatakan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) harus bisa memanfaatkan peluang ditengah adanya pandemi ini dengan berbagai inovasinya.

“BUMDes harus inovatif dan beradaptasi melihat peluang usaha yang muncul saat pandemi agar kegiatan ekonomi di desa tetap bergairah,” kata Firman, Rabu (01/07/2020). 

Menurut Firman, BUMDes yang bisa bertahan selama pandemi Covid-19 merupakan BUMDes yang bisa membaca dan memanfaatkan peluang, seperti memproduksi masker kain, Alat Pelindung Diri (APD) dan hand sanitizer yangbsaat ini permintaan dari masyarakat sangat tinggi.

“BUMDes yang fokus di sektor pertanian dan perkebunan tetap berproduksi, permintaan pasar terhadap komoditas pertanian terutama rempah-rempah seperti jahe meningkat selama pandemi. Kami mendorong BUMDes untuk menyediakan sembako, terutama saat Bantuan Langsung Tunai (BLT) berbasis Dana Desa cair. Jadi, masyarakat yang ingin membeli sembako, bisa melalui BUMDes,” ucapnya. 

Sementara itu, Direktur  BUMDes Maju Desa Ujunggebang, Kab. Indramayu, Taripan menyatakan kegiatan yang dikelolanya harus berhenti karena Wisata Pantai Plentong yang dikelolanya ditutup selama pembatasan sosial berlaku. 

“Karena pariwisata ditutup, BUMDes kami kebingungan harus ngapain. Setelah dipikir-pikir dan lihat sumber daya yang ada, akhirnya kami membuat hand sanitizer,” tuturnya.

Menurut Taripan, permintaan masyarakat untuk hand sanitizer saat ini terus meningkat selama pandemi Covid-19 dan untuk memenuhi permintaan tersebut, BUMDes Maju memperkerjakan beberapa warga desa. 

“Kami juga berkolaborasi dengan BUMDes lain untuk pembuatan masker kain. Saat masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dimulai, kami harus kembali melihat peluang yang ada. Tujuannya supaya kegiatan BUMDes dan ekonomi di desanya tetap bergairah,” imbuhnya. (Parno)

Sumber :

Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak Maret 2020 lalu telah berdampak cukup besar terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat, tidak terkecuali terhadap ketahanan ekonomi.

Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM-Desa) Jawa Barat, Firman Nurtafiyana mengatakan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) harus bisa memanfaatkan peluang ditengah adanya pandemi ini dengan berbagai inovasinya.

“BUMDes harus inovatif dan beradaptasi melihat peluang usaha yang muncul saat pandemi agar kegiatan ekonomi di desa tetap bergairah,” kata Firman, Rabu (01/07/2020). 

Menurut Firman, BUMDes yang bisa bertahan selama pandemi Covid-19 merupakan BUMDes yang bisa membaca dan memanfaatkan peluang, seperti memproduksi masker kain, Alat Pelindung Diri (APD) dan hand sanitizer yangbsaat ini permintaan dari masyarakat sangat tinggi.

“BUMDes yang fokus di sektor pertanian dan perkebunan tetap berproduksi, permintaan pasar terhadap komoditas pertanian terutama rempah-rempah seperti jahe meningkat selama pandemi. Kami mendorong BUMDes untuk menyediakan sembako, terutama saat Bantuan Langsung Tunai (BLT) berbasis Dana Desa cair. Jadi, masyarakat yang ingin membeli sembako, bisa melalui BUMDes,” ucapnya. 

Sementara itu, Direktur  BUMDes Maju Desa Ujunggebang, Kab. Indramayu, Taripan menyatakan kegiatan yang dikelolanya harus berhenti karena Wisata Pantai Plentong yang dikelolanya ditutup selama pembatasan sosial berlaku. 

“Karena pariwisata ditutup, BUMDes kami kebingungan harus ngapain. Setelah dipikir-pikir dan lihat sumber daya yang ada, akhirnya kami membuat hand sanitizer,” tuturnya.

Menurut Taripan, permintaan masyarakat untuk hand sanitizer saat ini terus meningkat selama pandemi Covid-19 dan untuk memenuhi permintaan tersebut, BUMDes Maju memperkerjakan beberapa warga desa. 

“Kami juga berkolaborasi dengan BUMDes lain untuk pembuatan masker kain. Saat masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dimulai, kami harus kembali melihat peluang yang ada. Tujuannya supaya kegiatan BUMDes dan ekonomi di desanya tetap bergairah,” imbuhnya. (Parno)

Sumber :

Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak Maret 2020 lalu telah berdampak cukup besar terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat, tidak terkecuali terhadap ketahanan ekonomi.

Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM-Desa) Jawa Barat, Firman Nurtafiyana mengatakan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) harus bisa memanfaatkan peluang ditengah adanya pandemi ini dengan berbagai inovasinya.

“BUMDes harus inovatif dan beradaptasi melihat peluang usaha yang muncul saat pandemi agar kegiatan ekonomi di desa tetap bergairah,” kata Firman, Rabu (01/07/2020). 

Menurut Firman, BUMDes yang bisa bertahan selama pandemi Covid-19 merupakan BUMDes yang bisa membaca dan memanfaatkan peluang, seperti memproduksi masker kain, Alat Pelindung Diri (APD) dan hand sanitizer yangbsaat ini permintaan dari masyarakat sangat tinggi.

“BUMDes yang fokus di sektor pertanian dan perkebunan tetap berproduksi, permintaan pasar terhadap komoditas pertanian terutama rempah-rempah seperti jahe meningkat selama pandemi. Kami mendorong BUMDes untuk menyediakan sembako, terutama saat Bantuan Langsung Tunai (BLT) berbasis Dana Desa cair. Jadi, masyarakat yang ingin membeli sembako, bisa melalui BUMDes,” ucapnya. 

Sementara itu, Direktur  BUMDes Maju Desa Ujunggebang, Kab. Indramayu, Taripan menyatakan kegiatan yang dikelolanya harus berhenti karena Wisata Pantai Plentong yang dikelolanya ditutup selama pembatasan sosial berlaku. 

“Karena pariwisata ditutup, BUMDes kami kebingungan harus ngapain. Setelah dipikir-pikir dan lihat sumber daya yang ada, akhirnya kami membuat hand sanitizer,” tuturnya.

Menurut Taripan, permintaan masyarakat untuk hand sanitizer saat ini terus meningkat selama pandemi Covid-19 dan untuk memenuhi permintaan tersebut, BUMDes Maju memperkerjakan beberapa warga desa. 

“Kami juga berkolaborasi dengan BUMDes lain untuk pembuatan masker kain. Saat masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dimulai, kami harus kembali melihat peluang yang ada. Tujuannya supaya kegiatan BUMDes dan ekonomi di desanya tetap bergairah,” imbuhnya. (Parno)

Sumber :

Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak Maret 2020 lalu telah berdampak cukup besar terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat, tidak terkecuali terhadap ketahanan ekonomi.

Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM-Desa) Jawa Barat, Firman Nurtafiyana mengatakan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) harus bisa memanfaatkan peluang ditengah adanya pandemi ini dengan berbagai inovasinya.

“BUMDes harus inovatif dan beradaptasi melihat peluang usaha yang muncul saat pandemi agar kegiatan ekonomi di desa tetap bergairah,” kata Firman, Rabu (01/07/2020). 

Menurut Firman, BUMDes yang bisa bertahan selama pandemi Covid-19 merupakan BUMDes yang bisa membaca dan memanfaatkan peluang, seperti memproduksi masker kain, Alat Pelindung Diri (APD) dan hand sanitizer yangbsaat ini permintaan dari masyarakat sangat tinggi.

“BUMDes yang fokus di sektor pertanian dan perkebunan tetap berproduksi, permintaan pasar terhadap komoditas pertanian terutama rempah-rempah seperti jahe meningkat selama pandemi. Kami mendorong BUMDes untuk menyediakan sembako, terutama saat Bantuan Langsung Tunai (BLT) berbasis Dana Desa cair. Jadi, masyarakat yang ingin membeli sembako, bisa melalui BUMDes,” ucapnya. 

Sementara itu, Direktur  BUMDes Maju Desa Ujunggebang, Kab. Indramayu, Taripan menyatakan kegiatan yang dikelolanya harus berhenti karena Wisata Pantai Plentong yang dikelolanya ditutup selama pembatasan sosial berlaku. 

“Karena pariwisata ditutup, BUMDes kami kebingungan harus ngapain. Setelah dipikir-pikir dan lihat sumber daya yang ada, akhirnya kami membuat hand sanitizer,” tuturnya.

Menurut Taripan, permintaan masyarakat untuk hand sanitizer saat ini terus meningkat selama pandemi Covid-19 dan untuk memenuhi permintaan tersebut, BUMDes Maju memperkerjakan beberapa warga desa. 

“Kami juga berkolaborasi dengan BUMDes lain untuk pembuatan masker kain. Saat masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dimulai, kami harus kembali melihat peluang yang ada. Tujuannya supaya kegiatan BUMDes dan ekonomi di desanya tetap bergairah,” imbuhnya. (Parno)

Sumber : https://jabarprov.go.id

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp
Redaksi Harmoni

Redaksi Harmoni

Info Terkait

Ekonomi

Peluang dan Tantangan Ketahanan Pangan Global

Rabu, 8 Oktober 2025
Ekonomi

Jadwal Operasional Bank Saat Libur Lebaran 2025

Jumat, 28 Maret 2025
Ekonomi

Wakaf & Bisnis

Rabu, 5 Februari 2025
Ekonomi

Iklannya Jadi “Tanda” Datangnya Bulan Ramadhan, Ini Sejarah Sirup Marjan

Senin, 3 Februari 2025
Ekonomi

Rupiah Menguat Terhadap Dollar AS Hingga Rp. 8.170 Bikin Heboh Netizen, Ini Penjelasan BI

Minggu, 2 Februari 2025
Ekonomi

Bukalapak Resmi Tutup Marketplace Produk Fisik

Rabu, 8 Januari 2025

Info Terbaru

LIPUTAN KHUSUS : Mengenang Almarhumah Bunda Tanty

LIPUTAN KHUSUS : Mengenang Almarhumah Bunda Tanty

Minggu, 19 April 2026
Shalat merupakan Ibadah Terpenting

Shalat merupakan Ibadah Terpenting

Minggu, 19 April 2026
LIPUTAN KHUSUS : Halal Bihalal & Temu Kangen keluarga Besar BALAI DIKLAT LEMBANG ” Lintas Masa”

LIPUTAN KHUSUS : Halal Bihalal & Temu Kangen keluarga Besar BALAI DIKLAT LEMBANG ” Lintas Masa”

Minggu, 19 April 2026
Halal Bihalal & Temu Kangen Keluarga Besar Balai Diklat Lembang ” Lintas Masa “

Halal Bihalal & Temu Kangen Keluarga Besar Balai Diklat Lembang ” Lintas Masa “

Sabtu, 18 April 2026

Video

  • All
  • Video
Recap Kegiatan Amal di Bulan Ramadhan bersama Air Mineral Al Ma’soem

Recap Kegiatan Amal di Bulan Ramadhan bersama Air Mineral Al Ma’soem

Jumat, 20 Maret 2026
Pendaftaran Mahasiswa Baru FISIP UNPAS telah Dibuka

Pendaftaran Mahasiswa Baru FISIP UNPAS telah Dibuka

Rabu, 18 Maret 2026

“Ramadhan Festival” Talkshow Parenting bersama Elly Risman di Masjid Al Jabbar

Rabu, 11 Maret 2026

Highlight Iftar Ramadhan 1447 H: Berbagi Kasih bersama GMI Kota Bandung

Minggu, 8 Maret 2026
[radio_player id="3"]
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2024 Harmoni Online

  • Berita
    • Kota Bandung
    • Kota Cimahi
    • Kab. Bandung
    • Kab. Bandung Barat
    • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • Keluarga
  • Ekonomi
  • Etalase
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Unik
  • Wisata
  • Religi
  • Video
  • Foto

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist